
Mas bangun, sudah sore. Ayo kita pulang." ucap anggun membangunkan Gilang suaminya.
"Bentar lagi mas masih ngantuk." jawab Gilang.
"Mas, ayo bangun. Mas kan belum sholat ashar, keburu habis mas waktunya. Ayo bangun" ucap anggun lagi.
Gilang bangun dan menguap. Dia menggerakkan badannya ke kiri dan kanan, untuk melepaskan ototnya yang terasa kaku.
"Sayang, mau mandi bareng?" tawar Gilang
"Kamu mas, sudah sana mandi sendiri." usir anggun.
Gilang terkekeh, "ya siapa tahu mau mas mandiin." ucap Gilang sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Sudah sana jangan yang aneh aneh. Ini di rumah mama."
"Ok, berarti kalua di rumah kita boleh donk! mas sangat menantikannya." ucap Gilang tersenyum nakal.
"Mas...." panggil anggun dengan mode kesal
"Siap Bu bos" ucap Gilang berjalan ke kamar mandi.
Anggun membereskan tempat tidur dan duduk menunggu suaminya selesai mandi.
Tak berapa lama Gilang sudah keluar dengan rambut basah dan tubuh yang segar dan wangi.
"Sayang, mas lapar." ucapnya kearah Anggun.
"Ya sudah, ayo makan, Aku sudah masak mas." jawab anggun berdiri dan menjemur handuk Gilang di kamar mandi.
"Sayang, mas maunya makan kamu bukan makanan." ucap Gilang memeluk anggun.
"Mas ih...kok kamu jadi mesum gini sih."
"Mesum sama istri sendiri bolehkan? habisnya kamu ngangenin, yang." ucap Gilang lembut sambil terus memeluk tubuh istrinya.
Anggun melepaskan tangan Gilang yang memeluk nya, "Ayo makan dan setelah itu kita pulang, jangan mikir yang macam macam." ucap Anggun menatap tajam kearah Gilang. Bukannya takut Gilang, malah tertawa lepas namun dia melangkah mengikuti anggun keluar kamar dan menuju ruang makan.
"Mama mana?" tanya kepada istrinya.
Karena dia tak melihat ibu mertua nya sejak tadi.
"Mama belum pulang mas, mas makan aja duluan. Ini aku yang masak mas." ucap anggun lagi. Kemudian dia mengambilkan makanan untuk suaminya.
Anggun juga mengambil makanan untuknya dan mereka makan bersama.
Saat sedang makan, tiba tiba Bu Dewi masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum" ucapnya masuk ke dalam rumah
.
__ADS_1
"Waalaikum salam, " jawab anggun.
"Ma, yuk ikut makan sekalian " ucap anggun
"Mama masih kenyang, kalian lanjutkan saja makannya, mama mau istirahat dulu." ucap Bu Dewi
selesai makan dan mencuci piring, anggun berjalan menuju kamar ibunya.
"ma," panggil anggun pelan.
"ma, kami mau pulang. Mas Gilang besok harus bekerja dan dia berangkat pagi pagi sekali, anggun ijin pulang ya ma."
"Apa kau yakin dengan keputusan mu untuk tetap mempertahankan rumah tangga mu dengannya? Mama tidak mau peristiwa yang telah lalu terulang kembali, mama mau kamu bahagia nak, tidak lebih. Harta kekayaan bisa di cari tapi kebahagiaan tak bisa di beli. Jika kamu merasa bahgaia dengan Gilang mama juga bahagia, tapi jika dia menyakitimu dan kau tidak bahagia, pulanglah nak, mama selalu ada buatmu." Ucap Bu Dewi.
Mendengar penuturan ibunya, anggun merasa sedih dan langsung menghambur ke pelukan ibunya. "Anggun janji ma, anggun pasti akan kembali ke mama, tapi Anggun benar benar bahagia bersama mas Gilang." Ucap anggun masih dalam pelukan ibunya.
"Sudah sana pulang, keburu malam." Usir Bu Dewi.
"Mama nggak apa apa kan sendiri, papa kapan pulang?"
"Sudah biasa, lusa papa pulang."
Bu Dewi mengantar putrinya ke depan, anggun dan juga Gilang berpamitan kepada Bu Dewi.
"Ingat, jangan sekali sekali aku mendengar kau menyakitinya?"
"Gilang janji Bu, akan mencintai anggun dengan sepenuh hati. Gilang akan coba membahagiakan nya Bu." Ucap Gilang lagi.
"Mas, singgah sebentar aku ingin membeli sesuatu, sejak tadi aku merasa tidak enak badan,aku ingin membeli obat." Ucap anggun.
"Kamu sakit?" Tanya Gilang terkejut
"Tidak mas, cuma nggak enak badan.mungkin masuk angin." Jawab anggun
"Apa perlu kita ke dokter atau ke rumah sakit?" Tawar Gilang.
"Tidak usah mas, mungkin aku hanya kelelahan dan masuk angin karena kita baru melakukan perjalanan jauh."
Aku berharapnya kamu hamil sayang, bathin Gilang.
Gilang terus melajukan mobilnya dan dia meminta anggun untuk tidur. Hilabg membelokkan mobilnya ke sebuah apotek yang masih buka.
"Sayang, bangun ini apotek nya. Kamu mau beli obat apa?" Tanya Gilang dengan pelan dan lembut.
Anggun perlahan membuka matanya. "Kita sudah sampai ya mas?" Tanya nya sambil melihat ke sekeliling.
"Belum, bukankah kamuau.beli obat, kita sduab sampai di apotek. katakan obat apa, biar mas aja yang beli." Ucap Gilang.
"Nggak usah mas, biar aku aja. Mas tunggu aja disini" Ucapnya
Anggun turun dari dalam mobil dan berjala masuk ke dalam apotek. Anggun memesan obat masuk angin dan sebuah alat tes kehamilan. Sebenarnya dia curiga dirinya hamil, tapi anggun tak memberitahu suaminya, dia takut nantinya semua kecewa, jika ternyata dugaannya salah.
__ADS_1
Setelah membayar tagihannya, anggun keluar apotek dan kembali masuk ke dalam mobil, Gilang melajukan mobilnya pulang ke rumah, tak banyak bicara karena dia meminta istrinya untuk istirahat kembali.
sesampai nya si rumah, anggun tak dapat menyembunyikan rasa mualyang sejatl tadi dia tahan.
begitu memasuki rumah,anggun segera berlari ke kamar mandi dan memuntankan rasa mual yang sejak tadi menyerangnya.
"kamu nggak apa apa yang?" Raya Gilang membawakan secangkir air hangat.
Gang mberkumur kemudian meminumnya, setelah itu dia berdiri. Tubuhnya terasa lemas, kepanay juga sedkiit pusing.
"mau aku panggilkan dokter?" Tawar gang lagi sambil memijit kepala anggun.
"besok saja mas, ini sudah malam."
"Makan lah sedikit saja, semua makan yang kau makan tadi keluar." Ucap gilang.
"Tidak usah mas, aku mau istirahat. Aku mau tidur." Jawab anggun.
"baiklah silahkan istirahat, mas ke depan duku, mengunci pintu."
"Mas, jangan lama lama,aku takut senfiria." Ucap angyun. Gang tersenyum fan mengangguk.
Tak mungkin aku mengatakan jika aku ingin tidur sambil memeluknya. Apa apaan aku ini, mengapa jadi lebay, tapi aku memang sangat ingin dia memelukku. Bthin Anggun.
Setelah mengunci pintu, Gilang kembali masuk kedalam kamar.
"Lho katanya mau tidur, kenapa?masih mual?' tanya Gilang.
"Tidak" jawab anggun
Dia bingung memilih kata yang tepat untuk menunjukkan rasa dihatinya, jika dia ingin tdiur dalam pelukan suaminya.
"Kamu nggak tidur mas?" Kata itu yang akhirnya di ucapkan oleh anggun.
Gilang mengangkat kepalanya dari gawai yang tengah dia lihat. Menatap anggun sejenak kemudian dia meletakkan ponselnya dan berjalan kearah ranjang.
"Tidurlah sayang,mas tidak akan kemana mana?" Ucap Gilang mengusap lembut kepala anggun.
Anggun masih menatap nya, matanya penuh harap agar Gilang ikut tidur memeluknya. Melihat wajah anggun, Gilang naik ke tempat tidur dan berbaring disampingnya.
"Sini mas peluk." Ucap Gilang
Sontak membuat anggun merasa bahagia, matanya berbinar, detik berikutnya dia masuk kedalam dekapan suami nya dan memeluknya erat. Menghirup wangi mint yang di rindukannya.
Gilang tersenyum hangat, dia membalas pelukan istrinya dan ikut memejamkan matanya.
Ternyata dia ingin tidur dalam pelukan ku, tapi dia malu mengakui nya. Dia masih juga malu di hadapan ku. Hihihi Gilang tertawa di dalam hatinya.
Tak butuh waktu lama keduanya tidur dengan lelap.
__ADS_1