
Anggun berprasangka jika Gilang pergi menemui Cindy. Padahal saat ini Gilang pergi menemui sahabatnya Haris. Yang menelponnya tadi adalah Haris sahabatnya.
Gilang menuju kafe tempat dia dan Haris berjanji bertemu. Gilang memarkirkan motornya dan masuk ke dalam. Tampak Haris sudah menunggunya, tapi dia tak sendiri ada Devan bersama nya.
Gilang menjadi marah dan kesal. "Pasti meremang mau membahas Anggun, tau gini aku nggak usah datang tadi." bathinnya.
"Lang, sini." panggil Haris yang melihat Gilang datang.
Gilang duduk disebelah harus. "Dah lama nunggu?" tanya Gilang basa basi.
"Kita juga baru nyampe." jawab Devan.
"Ada apa ngajakin aku ketemu, mana malam malam gini lagi, ganggu acara aja." ucap Gilang pura pura marah.
"Acara apa? bulan madu!" ucap Devan tersenyum mengejek.
Melihat tatapan sinis dan nada mengejek dari Devan, amarah Gilang naik." Apa maksud senyum mu itu, kau pikir aku mengada ada. Aku dan anggun...akh! sudahlah kau pasti tak akan percaya." jawabnya.
"Percaya yang mana?" ucap Devan sengaja menggantung kalimat berikutnya.
"Percaya kau mencintai Anggun? tapi masih menemui Cindy! jangan pikir aku tak tahu?" ucap Devan.
Gilang terkejut, namun dia dengan cepat membalasnya. "Aku hanya menemuinya dan mengatakan padanya berhenti mengejar ku, daripada kamu sudah jelas istriku menolak mu tapi kau masih saja mengejarnya. Apa yang akan di katakan istrimu, jika dia tahu suaminya mencintai orang lain." ejek Gilang.
"Istriku tahu aku pernah mencintai anggun, tapi dia menerima nya, aku sudah jujur padanya. Dan kini aku menganggap anggun adalah adikku. Sebagai seorang kakak aku wajib melindunginya." ucap Devan.
"Baiklah kakak ipar ku yang baik, terus apa yang akan kakak lakukan! apa kakak akan menghajar ku?" tanya Gilang menantang.
"Nih, silahkan!" Gilang sengaja menyodorkan wajahnya kearah Devan.
Devan yang emosi dengan Gilang berdiri dan menarik kerah kemeja Gilang , ingin menghajar wajahnya tapi di tahan oleh Haris.
"Stop!! jangan seperti anak kecil." ucap Haris menengahi.
__ADS_1
"Dia yang memancingku!' bentak Devan.
"Sebenarnya ada apa kau memanggilku kesini, tahu akan seperti ini aku lebih baik dirumah bermanja-manja dengan istriku!" ucap.gilang sengaja menekan kata istri menyindir Devan.
"Hahaha...." Devan tertawa.
"Aku sangat yakin bahkan kau tak berani menyentuh anggun karena dia pasti tak akan mengijinkan nya ,palagi bermanja manja." balas Devan kembali mengejek.
Wajah Gilang memerah karena marah."Kau!!"
"Stop!!!! bentak Haris.
"Aku kesini untuk mendamaikan kalian berdua bukan malah memperkeruh suasana. Kalian berdua seperti anak kecil saja.
"Devan, Gilang. Aku nggak mau persahabatan kita putus hanya karena cewek" ucap Haris
"Dia yang mau ikut campur urusan rumah tanggaku, anggun istri ku, dan aku berhak atas dirinya." ucap Gilang
"Tapi kau tak mencintai nya dan ingin membalasnya kan!"
"Aku tahu kau sangat membencinya, dia gadis yang membuat kau dihukum oleh papa mu dan di skors dari sekolah kan! aku tahu semuanya, dan aku juga tahu kau memaksanya." ucap Devan.
"Hahaha...hebat sekali kau menyelidiku ku hingga sejauh itu. Ingat, dia istriku, milikku, dan aku takkan pernah menceraikannya." ucap Gilang sengit.
"Jadi simpan saja simpati dan cintamu itu, karena dia selamanya akan menjadi istriku, istri Gilang."
"Ris, aku balik duluan. Bilang sama teman mu urus saja rumah tangganya jangan mengurus rumah tangga orang. Apalagi mencintai istri orang. Thanks untuk undangannya."
Gilang bangkit dan pergi dari sana.
"Aku nggak bermaksud ikut campur, aku hanya kasihan..."
"Sudahlah Gilang tak akan mengerti sekarang. Sebaiknya kita biarkan saja. Dia benar sebaiknya kita urus rumah tangga kita sendiri tanpa ikut campur urusan nya. Kita sebagai teman hanya mengingatkan selebihnya terserah padanya." ucap Haris memotong kalimat Devan.
__ADS_1
"Aku hanya berdoa semoga anggun mampu meluluhkan hatinya yang sudah membatu".
Gilang menaiki motornya dengan penuh emosi. Kekesalannya pada Devan memuncak. Dia segera pulang dan menemui anggun.
sebenarnya seperti apa hubungan mereka di masa lalu, mengapa dia sampai sejauh itu melindungi anggun. Dan mengapa dia mau tau urusan rumah tanggaku. aku.takin, pasti anggun yang mengadukan ku padanya.
Gilang mengendarai motornya denga kencang dan memarkirkan motornya di depan pintu.
"Kamu kenapa mas?" tanya anggun di depan pintu menyambut suaminya.
Dia kaget melihat Gilang pulang dengan penuh emosi.
Gilang yang masih emosi menarik anggun masuk kedalam rumah. Dan terus menariknya memasuki kamarnya.
Gilang menghempaskan anggun ke ranjang.
"Katakan apa hubunganmu dengan Devan?"
"Mas, kamu kenapa mas, istighfar mas!" ucap anggun ketakutan.
Gilang tak menjawab dia menarik tangan anggun dan menindihnya dengan cepat. kemudian dia mencium anggun dengan kasar.
"Mas, lepaskan mas, lepas....." Anggun berontak. Namun tangan Gilang menahan kedua tangannya keatas.
"Aku mau minta hak ku sekarang, apa itu salah." ucapnya tepat di depan wajah anggun.
Mata anggun membulat tak percaya. Setan apa yang telah merasuki Gilang, hingga dia mengatakan itu. Bukankah mereka sepakat untuk tidak melakukan kontak fisik.
"Mas...lepaskan aku...kau gila , lepas mas, lepas!" anggun terus berontak.
"Kenapa aku tak boleh melakukan nya, aku suami mu yang sah, dan aku berhak tanpa kau bisa menolak." Setelah bicara Gilang kembali mencoba menciumi anggun.
Anggun terus saja berontak, Dia menangis, tenaganya kalah kuat dengan tenaga Gilang. Anggun hanya bisa berdoa dan emmohon pertolongan dari Allah.
__ADS_1
Gilang tersadar mendengar Isak tangis istrinya. Dia terdiam Lalu bangkit berdiri dan keluar dari kamar.