
Anggun melewati Gilang begitu saja. Dia kembali mengenakan hijabnya yang sudah kusut.
"Maafkan aku!" ucap Gilang lirih.
Anggun tersenyum getir. Semudah itu meminta maaf setelah apa yang dia lakukan padaku. Apa sebenarnya maumu, mas. bathinnya.
"Aku mau pulang!" ucap anggun
Amarah Gilang yang awalnya meleleh dan lebur setelah penyatuan mereka tadi kembali terusik mendengar ucapan anggun.
"Apa segitu inginnya kau pergi dariku?" ucap Gilang
Tangannya mengepal kuat menahan gejolak emosi yang sudah mulai naik ke ubun ubun.
Niatnya ingin minta maaf dan memperbaiki hubungan mereka tapi hancur setelah mendengar pernyataan anggun.
Anggun tak menoleh kearahnya, dia melangkah menuju pintu, namun pergerakannya dapat di baca oleh Gilang dan Gilang segera menarik lengannya dengan mudah dan menahannya.
"Aku tak mengijinkan mu pergi kemana pun." ucap Gilang dengan tegas. Wajahnya menatap dengan tatapan tajam dan sulit diartikan.
Anggun tak melawan, dia lelah dan memilih diam dan pasrah.
"Apa kau benar benar ingin pergi dariku? tanya Gilang sekali lagi.
Kedua tangannya mencengkram bahu anggun dengan kuat, menciptakan guncangan yang terasa sakit di pundaknya.
"Lepaskan aku mas, saa ..kit" ucap anggun meringis.
Gilang mengendorkan cengkraman tangannya tapi dia tak melepaskan anggun. "Katakan dengan jelas, Apa kau ingin meninggalkan ku dan kembali kepada Devan?" tanya Gilang pelan namun sarat dengan kemarahan.
"Aku tak memiliki hubungan apapun dengan Devan, mengapa sejak tadi kau terus membicarakan nya!"
"Kau masih belum mengaku, Devan datang padaku dan dia dengan jelas mengatakan dia menyukai mu dan ingin mengambil mu dari sisiku, apa itu kurang jelas. Kau masih mau mengelak? kau selingkuh dengannya kan?" tanya Gilang dengan suara tinggi
Emosinya kembali naik turun karena anggun tak juga mengakuinya.
Plak . .Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Gilang meninggalkan tanda merah di pipinya yang putih.
Dada anggun naik turun setelah melakukannya. Kemarahan nya telah memuncak.
"Kau egois mas, kau sendiri yang selingkuh dengan Cindy tapi kau coba memutar balik kan fakta. Bahkan kau juga mau menikah dengannya, mengapa kau tak melepaskan aku jika kau mencintai nya, aku benci kamu mas, aku benci. kau egois. " ucap anggun dengan berderai air mata. Habis sudah kesabaran nya dia memilih mengungkapkannya dengan jelas .
"Aku tak pernah selingkuh dengan Devan, jika sudah selesai aku akan pergi, aku tidak menuntut apapun. Aku tunggu surat cerai darimu mas." ucap anggun sambil memejamkan matanya memunggungi Gilang
Rasanya jantungnya bagai diremas dan ditarik paksa dari tempatnya saat dia mengatakan itu semua.
Gilang tak terima dengan ucapan anggun. "Aku tak akan pernah melepaskan mu," jawabnya cepat
Anggun berbalik dan menatapnya penuh kesedihan. Airmatanya tak lagi mengalir,
"Jangan mengasihani ku mas, aku tidak..
__ADS_1
"Aku mencintaimu!" ucap Gilang memeluknya dari belakang. Memeluk erat Anggun yang berdiri mematung.
Anggun terdiam beberapa saat mencerna kata kata suaminya, mungkin dia salah dengar. "Aku mencintaimu, jangan pergi meninggalkan ku" ucap Gilang lirih
Anggun memejamkan matanya, tubuhnya menegang, berbagai rasa bergejolak dihatinya. Ribuan bunga bermekaran dan gelombang kebahagian meledak di dalam hatinya.
Anggun takut membuka matanya, takut jika ini semua hanya mimpi yang akan hilang saat dia membuka matanya.
Gilang membalik tubuh istrinya dan memeluk erat pinggang nya,"buka matamu dan lihat aku?" ucap Gilang
Seketika anggun tersadar dan membuka matanya, tampak jelas wajah suaminya yang menatapnya penuh harap dan penuh cinta.
Anggun menatap manik mata Gilang dan coba menyelami hati suaminya, "A...aku ..."
Gilang tak dapat menahan gejolak didadanya tiap berdekatan dengan anggun, apalagi saat menatap bibir merah muda anggun yang lembut dan menjadi candu baginya
Gilang mendaratkan bibirnya diatas bibir anggun, anggun diam tak bergerak. Tubuhnya berdesir merasakan sebuahngelanyar aneh yang menjalar diganti dan tubuhnya.
Melihat tak ada perlawanan, Gilang mulai ********** pelan dan penuh perasaan, hingga akhirnya anggun terbuai dan ikut memejamkan matanya menikmati ciuman suaminya.
Keduanya berhenti saat sudah kehabisan nafas. Dengan nafas ngos ngosan Gilang kembali menatap dalam anggun.
"Aku mencintaimu," ucap Gilang dan menatap manik mata anggun dalam. Menatap penuh harap akan jawaban perasaan nya.
"Aku juga mencintaimu mas!" jawab anggun menunduk.
Anggun malu dan menyembunyikan wajahnya yang bersemu merah. Gilang mengangkat dagu anggun. "Katakan sekali lagi jika kau juga mencintaiku" ucap Gilang
"Aku mencintaimu"
Ciuman lembut dan manis berubah menjadi ciuman panas dan menuntut, Gilang tak mampu melawan hasratnya ingin kembali menjamah tubuh istrinya.
Anggun menahan tangan Gilang saat menyusup dibalik baju yang dia gunakan. Gilang menatap nya dengan penuh cinta, "Aku tak akan memaksamu jika kau tak mengijinkannya, maafkan aku" ucap Gilang dan coba merenggangkan pelukannya, ingin bangkit dari atas tubuh istrinya.
Tanpa disadari anggun menahan tangan suaminya, menarik kepala Gilang dan menciumnya. Merasa mendapatkan ijin Gilang kembali menciumi seluruh wajah istrinya.
"Mas .." ucap anggun disela desahannya
Tak dapat dipungkiri jika dia juga menginginkan sentuhan suaminya. Namun rasa trauma yang disebabkan oleh Gilang juga masih menyisakan ketakutan.
"Aku akan melakukan nya dengan lembut" ucap Gilang seakan mengerti ketakutan istrinya.
anggun mengangguk dan membiarkan Gilang kembali menjamahnya. Kali ini mereka melakukannya dengan penuh perasaan dan cinta. Gilang memperlakukan anggun selembut mungkin hingga keduanya mencapai puncak kenikmatan bersama.
Gilang merasakan penyatuan kali ini begitu berkesan dan dia ingin mengulanginya lagi, seakan tak pernah puas Gilang kembali melakukannya berkali kali. Anggun kelelahan dan langsung tertidur pulas. Rasanya Gilang tak pernah puas menjamah tubuh istrinya namun dia juga kasihan melihat anggun yang kelelahan Gilang mencium kepala anggun yang sudah tertidur lelap.
Ditatapnya wajah damai anggun, di sibakkan beberapa helai rambut yang menutupi wajahnya.
"Maafkan aku yang terlambat menyadari perasaanku padamu. Aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu." ucap Gilang.
Dia kembali mendaratkan ciuman hangat di kening anggun. Kemudian dia memeluk anggun dan ikut tertidur pulas.
Waktu berjalan hingga pagi menjelang. Anggun terbangun dan memperhatikan sekelilingnya yang terasa berbeda. Anggun leirik kesamping, matanya menatap tepat didepan dada bidang Gilang yang tak mengenakan pakaiannya.
__ADS_1
Perlahan ingatan tentang kejadian semalam dan kegiatan panas mereka menimbulkan semburat merah diwajahnya. Walau dia tahu Gilang tak melihatnya namun anggun merasa malu.
Tangan anggun perlahan mencoba melonggarkan pelukan Gilang, namun bukannya lepas Gilang malah memeluknya semakin erat.
"Mas, aku mau bangun, lepas mas?" ucap anggun.
"Sebentar lagi" ucap Gilang kembali menenggelamkan kepala anggun didada bidangnya.
"Mas, tapi aku..."
"Shuuut jangan bergerak atau kau akan membangunkan ya lagi." ucap Gilang.
"Membangunkan apa mas?" tanya anggun yang tak mengerti apa yang di maksud suaminya.
"Apa yang bangun mas? apa ada orang lain juga disini?" tanya anggun panik.
Gilang tersenyum tipis melihat keluguan istrinya.
'Kau ingin mengulang kejadian semalam, aku dengan senang melakukannya." bisik Gilang.
Anggun terkesiap, jadi maksudnya membangunkan itu, membangunkan a...a...
"Kau mesum mas" ucap anggun saat menyadari arah pembicaraan Gilang
Bukannya marah, Gilang malah tertawa lepas karena bisa mengerjai istrinya. Anggun yang merasa malu memukuli dada Gilang.
"Aw...sakit aduh sakiiit," ucap Gilang berpura pura.
"Sakit? mana mas yang sakit, maafkan aku mas" ucap anggun mengusap dada Gilang dengan perasaan bersalah.
Gilang kembali tertawa, anggun sadar di kerjai olehnya, dia cemberut dan mencubit pinggang Gilang.
"Aw...sakit sayang. kau mau membunuh suamimu." ucap Gilang disela tawanya.
"Kau jahat mas" ucap anggun menahan malu.
"Aku mencintaimu, maafkan aku. Aku sangat mencintaimu." ucap Gilang mencium puncak kepala anggun dan membenamkan kepala istrinya di dadanya. dia tahu istrinya sangat malu saat ini.
Anggun diam dan menikmati kehangatan pelukan suaminya.
"mas, ayo bangun, kita bahkan hampir melewatkan sholat subuh ." Ucapnya
Gilang melepaskan pelukannya, anggun bangkit dan menutup tubuhnya dengan selimut berlari ke kamar mandi.
Anggun segera mandi dan keluar menggunakan bathrobe, "Mas, aku tidak membawa pakaian bagaimana ini?" Tanya nya pada Gilang.
"Ambil di dalam lemari" ucap Gilang kemudian dia melangkah ke kamar mandi dengan menggunakan boxer.
Anggun membuka lemari dan terkejut melihat ada beberapa baju gamis yang cantik dan cocok untuknya. Juga sebuah mukena. Anggun segera memakai pakaiannya dan mengambil mukena bersiap untuk sholat subuh..
Gilang keluar kamar mandi dengan bertelanjang dada. "Mas, aku tunggu." Ucap anggun.
"Kau sholat lah lebih dulu, nanti mas menyusul."
__ADS_1
"Mas adalah imanku, lebih sempurna jika mas yang menjadi iman sholatku. Aku tunggu mas." Ucap anggun.
Gilang memakai pakaiannya dan ikut sholat..mereka sholat berjamaah.