
Anggun semakin kesal dan membenci sifat Gilang. Gilang yang selalu mencoba bersikap mesra dihadapan kedua orangtua mereka menurutnya sangat berlebihan.
Gilang bahkan berani memeluk dan mencium nya. Didalam hatinya anggun sangat kesal dan marah. Mungkin dia akan menampar Gilang jika tidak ada orang lain di sana.
"Perbaiki wajahmu jangan cemberut?" ucap Gilang berbisik.
"Kau berani mengambil kesempatan dalam kesempitan, awas tunggu balasan ku!" sahut anggun.
"Ini akting, dan kita harus total."
'Nggak harus cium cium juga!" balas anggun kesal.
Gilang terkekeh, "kau bisa membalas ku nanti, dimana? aku sangat menantikannya, dan aku harap disini." ucap Gilang sambil memonyongkan bibirnya.
Anggun bergidik ngeri, dia pergi meninggalkan Gilang yang tertawa melihat sikapnya yang lucu dan menggemaskan.
Dia sangat lugu dan polos, bisa jadi hiburan buatku, tunggu saja Anggun, kau akan tahu siapa aku, dan sejauh mana kenakalanku, aku akan membalas semua tuduhan mu dengan perbuatan ku. Agar kau tahu apa itu mesum! bathin Gilang.
"Lang, aku perhatiin kau senyum senyum terus." ucap Devan menghampiri.
"Nggak ada Van, aku cuma sangat bahagia bisa mengerjai nya."
"Tapi aku mengenalmu dan kau tidak bisa membohongiku. Apa yang aku lihat tadi, itu sengaja kan kau ingin membuatnya .."
"Sudah lah Van, jangan mengajakku berdebat. Aku sedang bahagia." potong Gilang.
"Aku cuma mengingatkan , Anggun berbeda dengan gadis diluar sana yang selalu memuja mu, dia polos dan baik. Jangan kau sakiti dia."
"Aku tidak melakukan apapun, jika dia baper dan jatuh cinta padaku, itu kesalahannya."
"Aku tahu niat mu, kau sengaja ingin membuatnya jatuh cinta lalu kau akan meninggalkannya nya. Jika sampai itu terjadi aku yang akan datang menghajarmu."
"Wow, amazing seorang Devan membela gadis lain. Gimana jika istrimu tahu, suaminya diam diam masih mencintai gadis lain?" ucap Gilang memprovokasi.
"Sudah aku bilang, aku menganggap nya adikku, dan kakak akan selalu melindungi adiknya."
Setelah bicara Devan pergi meninggalkan Gilang yang terdiam sesaat, kemudian dia melangkah menemui Haris dan teman temannya yang lain.
Waktu terus berjalan, fitting baju pengantin, photo prewedding semua berjalan dengan lancar. Walau selalu diwarnai dengan perdebatan diantara keduanya.
__ADS_1
Dua hari lagi adalah hari pernikahan mereka. Rumah anggun sudah mulai dihias dan di sulap bak istana di negeri dongeng.
Ayah dan ibunya terlihat sibuk , namun kebahagiaan terlihat jelas dimata mereka.
Anggun duduk melamun di kamarnya. Lusa dirinya akan menikah dengan orang yang dia benci.
Semakin hari sikap dan tingkah laku Gilang semakin menyebalkan. Dia bersikap manis di depan orangtua anggun, namun bersikap cuek dan menyebalkan jika bersama dengan nya.
Anggun bangun dan sholat. Didalam sholatnya anggun memohon petunjuk dari Allah SWT, Didalam sholatnya anggun berdoa.
Ya Allah jika dia memang jodoh terbaik pilihan mu, lapang kan lah hatiku menerimanya, berilah aku keikhlasan dan kesabaran menghadapi semua sikapnya. Agar aku bisa ikhlas menjalaninya dan menjadikan nya sebagai ladang ibadah.
Ampunilah dosa ku ya Allah, jika dimasa lalu aku pernah menyakitinya, dan aku mohon jika semua ini kehendak mu, berkahilah langkah ku dan ridhoi lah pernikahan ku. Amiiin.
Selesai berdoa Anggun bangkit dan mencoba tidur. Matanya masih enggan terpejam, hatinya yang coba ikhlas, masih merasa ragu dan gundah. Anggun terus berzikir hingga akhirnya dia tertidur juga.
...****************...
Di rumahnya, Gilang tak jauh beda dengan Anggun. Gilang yang juga tidak menyukai anggun duduk termenung. Dia tak pernah menyangka jika akan menikah dalam waktu singkat. Pertemuan nya dengan Anggun yang tanpa diduga dan kebodohannya membawa anggun ke keluarganya menjadi malapetaka baginya.
Gilang tak ingin menikah dan berkomitmen pada perempuan. Perempuan dimatanya sama, pengkhianat dan pencinta uang. Image itu tak bisa lekang dari pikirannya.
Apa yang sudah aku lakukan, aku sudah melangkah terlalu jauh. Bahkan besok aku akan menikah, menikah dengan gadis menyebalkan itu. Dia yang selalu sok alim dan malu malu padaku. Aku yakin itu hanya sandiwara nya karena semua wanita sama pendusta.
...****************...
Akhirnya hari pernikahan tiba,Gilang terlihat sangat tampan dengan jas hitam dan kemeja putihnya. Tak lupa sebuah peci menghiasi kepalanya.
Dia melihat pantulan dirinya di cermin, gagah dan tampan tapi hatinya tak bahagia.
"Sudah siap?" tanya Haris masuk ke dalam kamarnya.
"Wow, kamu sangat tampan Lang, Anggun pasti akan terpesona." goda Haris.
Gilang menoleh kearah Haris, "Jangan mulai!" ucapnya.
Haris tertawa. "Harusnya kau bahagia, kau mendapatkan istri yang cantik, baik, Sholeha apalagi yang membuatmu tak bahagia."
"Aku..."
__ADS_1
belum selesai dia bicara mamanya memanggil.
"Lang, ayo berangkat" ucap mamanya di depan pintu.
...****************...
Dirumahnya Anggun sudah di rias dengan sangat cantik, dia memakai kebaya rancangannya sendiri.
Mamanya datang menghampirinya."Sayang, sebentar lagi kau akan menikah, tapi mama lihat kau selalu saja termenung, apa kau tidak bahagia nak?" ucap Bu Dewi tiba tiba.
Anggun terkejut mendengar ucapan mamanya, berarti selama ini mamanya memperhatikan dirinya.
"Anggun bahagia ma, Anggun hanya merasa sedih karena harus meninggalkan rumah ini dan mama." ucap anggun bohong.
"Jika kau mau membatalkannya, mama nggak apa apa nak, asal kamu bahagia."
"Jangan nangis donk ma, nanti riasannya rusak. Anggun sudah sejauh ini ma, mana mungkin mundur. Lagipula Anggun bahagia, sangat bahagia. Hanya saja Anggun sedih karena kan jauh dari mama." bohong anggun.
Didalam hatinya dia memohon ampun kepada Allah karena membohongi wanita yang telah melahirkannya ini.
"Alhamdulilah mama senang. Mama kedepan dulu ya."
Setengah jam kemudian rombongan keluarga mempelai pria datang dan sudah masuk ke dalam ruangan.
Gilang duduk di hadapan penghulu dan orangtua Anggun. Keberanian nya tiba tiba menghilang saat berhadapan langsung seperti ini.
Pak penghulu memulai acara ijab kabul. Dengan sekali hentakan tangan Gilang dengan lancar menyebut nama Anggun dalam ijab nya. Dan kini status mereka sudah sah menjadi suami istri.
Anggun yang mendengarnya di dalam kamar, hanya bisa menitikkan airmata. Saat ini statusnya sudah resmi menjadi seorang istri. Istri dari seseorang yang Anggun tahu sangat membencinya.
Anggun keluar bersama dengan Linda. Untuk pertama kalinya dia mencium tangan Gilang yang kini sudah menjadi suaminya. Menjadi imamnya hingga ke akhirat kelak.
Gilang mencium kening Anggun. Dia kembali terpesona melihat kecantikan istrinya. Cantik dan anggun sesuai dengan namanya.
Malam harinya pesta di gelar di rumah Anggun. Banyak tamu undangan yang hadir, keluarga, kerabat, sahabat dan juga para kenalannya. Semua memberikan ucapan selamat dan doa, semoga menjadi keluarga bahagia, sakinah mawadah warahmah.
Senyum selalu menghiasi wajah kedua mempelai. Mereka berdua terlihat sangat serasi, tampan dan cantik. Siapapun yang melihatnya akan merasa iri dengan mereka.
Kencengin like dan votenya, kita crazy up
__ADS_1