Benci Tapi Menikah

Benci Tapi Menikah
Makan malam


__ADS_3

Anggun kembali keluar kamar, karena Gilang mengatakan jika dia lapar dan anggun harus mengambilkannya makanan.


Anggun berjalan menuju dapur mengambil roti, telur dan juga sayuran yang ada di kulkas. Tak lupa dia mengambil sosis.


Anggun mulai mengiris tipis roti sayuran, sosis dan tomat. Kemudian dia menyusunnya hingga menjadi sandwich. Dua porsi sandwich ala anggun. Dia kembali ke kamar dan meletakkannya di meja.


"Ini makanannya." ucap Anggun.


Gilang menoleh kearah piring diatas meja. Dia berdecak.


"Hanya itu?" tanya Gilang


"Jadi kau mau makan apa?" tanya anggun dengan nada tinggi.


Gilang menatapnya tajam, kemudian di dengan santainya bicara.


"aku mau nasi, sayur plus rendang. Ambil di depan saja." ucapnya tak berdosa.


Anggun hanya bisa mengutuknya di dalam hati, Gilang sengaja membuatnya kesal.


Kembali anggun keluar kamar dan mengambil makanan sisa pesta tadi.


"Ini" ucap anggun menyodorkan makanan di piring.


"Mengapa hanya satu?" tanya Gilang.


Kesabaran Anggun habis, dan dia tak dapat menutupi kekesalannya.


"Jadi berapa? makanya ambil sendiri, mana ku tahu kalau porsi makan mu banyak. Sudah terserah, mau makan situ, nggak mau terserah.' ucap anggun kemudian dia meletakkan piringnya diatas meja. Anggun berjalan naik ke tempat tidur.


Gilang bangkit dan mengambilkan piring berisi nasi yang di bawa anggun.


"Bangun!!!' ucapnya kearah anggun.


Anggun tak bergeming, dia diam dan berpura pura tidur.

__ADS_1


"Bangun, dan temani aku makan!" ucap Gilang menarik kaki anggun. Mau tak mau dia ikut bangun.


Gilang mengambil dua buah sendok dan kini dia duduk di hadapan anggun.


"Ayo makan, sejak pagi kau tidak makan. Aku tidak mau orang orang menuduhku berbuat jahat hingga kau sakit padahal baru sehari kita menikah." ucap Gilang.


Anggun begitu terkejut mendengar kata kata Gilang. Ternyata dia mengkhawatirkan ku, bathinnya. Diam diam hantinya menghangat dengan perhatian Gilang.


"Makan, tunggu apa lagi." ucap Gilang kembali terdengar ketus.


Anggun perlahan menyuapkan makanan ke mulutnya. Gilang juga menyuapkan makanan kemulutnya. Mereka makan sepiring berdua.


Selesai makan, Dan anggun telah membawa piring kotornya ke belakang. Anggun naik ke tempat tidur. Saat ini dia tidak sholat, hal itu menimbulkan pertanyaan dibenak Gilang.


Mengapa dia nggak sholat? Apa dia hanya berpura pura alim di depan ku selama ini.


Anggun menarik selimut dan menutupi tubuhnya. Matanya mulai terpejam dan dia akan memasuki dunia mimpi.


"Kau tidak sholat?"


"Kenapa?" tanya anggun heran. Dia berbalik menatap suaminya.


"Aku bertanya mengapa kau tidak sholat seperti biasanya." tanya Gilang


Anggun tersenyum geli, Bukan menjawab sebaliknya dia kembali bertanya. "Apa kau sudah sholat?" ucap anggun.


Gilang terdiam tak menjawab.


"Jika mas sendiri tak sholat, untuk apa mas menanyakan sholat ku! mas imam ku, harusnya mas yang menjadi imam sholat ku." ucap anggun. Jadi karena mas nggak sholat aku juga nggak sholat.' ucap Anggun


Gilang terdiam mendengarnya.


"Terserah, aku hanya bertanya. Mau kau sholat atau tidak itu bukan urusanku." ucap Gilang kemudian dia menarik selimut dan guling. Gilang merebahkan dirinya membelakangi anggun. Kata kata anggun begitu mengena di hatinya.


Berani beraninya dia menyoal diriku, aku kan hanya bertanya, karena biasa nya dia selalu rewel dan minta berhenti jika sudah waktunya sholat.

__ADS_1


Anggun hanya bisa menarik nafas dalam melihat sikap Gilang. kemudian dia kembali membaringkan dirinya. Mereka tidur saling membelakangi.


...****************...


Pagi menjelang, Anggun bangun lebih awal. Seperti biasanya dia mandi dan segera menunaikan kewajibannya. Diliriknya Gilang masih pulas tidur memeluk guling nya.


Anggun berjalan mendekat, timbul rasa ingin mengajaknya sholat bersama. "Mas....mas...." panggil anggun pelan.


"Ehm..." jawab Gilang namun dia kembali memejamkan matanya.


"Mas...bangun mas...."


"Apaan sih, aku masih ngantuk." ucap Gilang menepis tangan anggun yang membantu kannya.


"Mas, ayo bangun dan sholat subuh."


Gilang menarik tangan anggun. sehingga anggun terjatuh diatas tubuhnya. Dengan cepat dia membalikkan posisi mereka, hingga kini anggun yang berada di bawahnya.


"Mas..."


"shhhuuuut!" ucap Gilang.


"Mengapa kau mengganggu ku? jika kau berani mengusik tidurku sekali lagi, aku akan meminta hak ku sebagai suami mu!" ucap Gilang.


Mata anggun membulat tak percaya mendengar kalimat Gilang, dengan refleks dia menggelengkan kepalanya.


"Jika kau tidak mau, maka sebaiknya kau jangan menggangguku, paham."


Anggun dengan cepat mengangguk.


"Pintar," ucap Gilang dan membalikkan tubuhnya. Dia kembali menarik guling dan memeluknya. Meninggalkan anggun yang masih terdiam akibat ulah Gilang.


Anggun merasa panas dingin dibuat nya. Tubuhnya gemetar berada di bawah Gilang, ditambah kata kata Gilang yang mengatakan akan mengambil haknya membuat bulu kuduknya merinding dan ketakutan.


Anggun bangkit dan kembali ke kamar mandi, dia kembali berwudhu dan selanjutnya dia menunaikan ibadah sholatnya. sendirian. Tak lupa anggun berdoa agar Allah memberikan suaminya hidayah

__ADS_1


__ADS_2