Benci Tapi Menikah

Benci Tapi Menikah
Akhirnya ku menemukanmu


__ADS_3

Gilang kembali pulang ke rumahnya menjelang pagi, jarum jam sudah menunjukkan pukul setengah lima pagi.


Dengan langkah malas dia memasuki rumahnya dan berjalan gontai. Gilang masuk ke kamar anggun. Duduk di tepi ranjang dan memperhatikan sekelilingnya.


Dia membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur dan mencoba memejamkan matanya.


"Adelia.....dimana dirimu!!!!" ucapnya lirih.


Diambilnya mukena yang tergeletak di tempat sholat dan di peluknya lalu dia bawa tidur. Gilang seakan akan memeluk istrinya.


****************


Waktu terus berlalu, tanpa terasa weekend sudah di depan mata. Gilang berangkat pagi pagi sekali ke rumah mama Dewi.


Entah mengapa dia merasa jika istrinya berada di sana.


Sementara Anggun juga bersiap siap pulang ke rumah ibunya. Dia sudah memikirkan ucapan Linda dan anggun membenarkan nya, lebih baik dia berkunjung dan melihat ibunya.


Tak perlu waktu yang lama, anggun telah tiba di rumah Bu Dewi. Dia melangkah masuk dan ternyata ibunya berada di dapur


"Assalamualaikum ma"ucap anggun menyapa Bu Dewi.


"Waalaikum salam, sayang kamu pulang. Jam berapa sampai, kok mama nggak dengar suara mobil kamu?" tanya Bu Dewi


"Baru aja ma, anggun naik motor ma."


"Loh Gilang mana?" tanya Bu Dewi.


Keningnya berkerut menatap wajah Vira dengan serius.


"mas Gilang sibuk ma. Eh..mama masak apa?" ucap anggun mengalihkan pembicaraan.


Eh..ini mama masak semur ayam, tolong angkat ya, mama mau buat sambal terasi kesukaan mu, kebetulan mama tadi buat sayur bening bayam." ucap Bu Dewi.


Anggun mengerjakan apa yang di perintahkan oleh mamanya. Bu Dewi sesekali melirik anggun yang sibuk menyusun makanan diatas meja.


pasti ada yang tidak beres, kemaren Gilang yang datang kesini sendirian, kali ini anggun yang datang juga sendirian. Apa mereka sedang bertengkar?


Nanti saja aku tanya, sekarang biarkan dia istirahat dan makan dulu. bathin Bu Dewi.


Siang ini mereka akan makan bertiga, kebetulan papa nya sedang ada disini. karena biasanya papanya selalu dinas keluar kota.


"Assalamualaikum," terdengar suara seseorang memanggil dari luar.


"Waalaikum salam," ucap Bu Dewi


"Nggun coba lihat, siapa yang bertamu?" perintah mamanya. Anggun berjalan ke arah pintu dan dia terkejut melihat suaminya berdiri di hadapannya.


Gilang tak kalah terkejutnya dengan anggun, dia sampai terdiam memandang gadis yang sangat di rindukannya selama ini. Gilang maju dan memeluk erat anggun.


Akhirnya ku menemukan mu, istriku. aku janji akan membawa mu pulang ke rumah.


Anggun pun terdiam, dia tak tahu harus berbuat apa, bahkan dia tak membalas pelukan gilang. Pikiran nya sendiri bingung.


"Loh nak Gilang, kok nggak disuruh masuk! ayo masuk nak!" ucap Bu Dewi.

__ADS_1


"Iya ma," jawab Gilang dan melangkah masuk. Meninggalkan anggun yang masih termangu di depan pintu.


Anggun menarik nafas dalam dan berat, lalu menghembuskan nya kasar. Lalu dia menutup pintu dan ikut masuk ke dalam rumah.


"Mari silahkan sekalian makan siang. Nggun ambilkan makanan untuk suami mu." ucap Bu Dewi.


"Iya ma"


"Katanya nak Gilang sibuk," ucap papa Anggun.


"Iya sih tadi ada pekerjaan sedikit tapi alhamdulilah sudah beres." jawab Gilang.


Untung dia cepat memahami situasi hingga dia bisa segera memberikan alasan yang tepat.


"Kalian menginap?" tanya Bu Dewi.


"Nggak".  "Iya" jawab mereka bersamaan.


"Yang bener mana ini, hehehe"


"Anggun menginap ma, mungkin mas Gilang nggak." ucap anggun cepat.


"Ya sebenernya saya sedikit sibuk, tapi jika anggun mau menginap saya sih bisanya cuma ikut aja." jawab Gilang .


Anggun sampai tersedak mendengarnya. Padahal dia sudah mengusir Gilang secara halus. Kenapa dia juga malah ikut menginap. Bisa ketahuan mama jika kami sedang ada masalah.


"Tapi mas, dari sini ke kantor kamu jauh. Apa nggak merepotkan, jika harus menginap disini. Lebih baik mas pulang aja." ucap anggun.


"Nggak kok sayang, apapun untukmu." ucap anggun.


Anggun hanya diam tak berani berkata apa apa lagi, dia malu pada kedua orangtuanya.


Makan siang berlalu dengan lambat. Anggun sendiri sudah kehilangan selera makannya sejak kedatangan Gilang tadi.


Kini dia mencuci piring di dapur. Bu Dewi datang menghampirinya.


"Kamu lagi berantem sama Gilang?" tanya Bu Dewi hati hati.


"Nggak ma. Kenapa?"


"Nggak apa apa, tapi jika kalian lagi ada masalah sebaiknya di selesaikan bukan malah menghindar." ucap Bu Dewi.


Anggun diam tak menjawab. Dia melanjutkan pekerjaannya hingga selesai.


Gilang dan papanya asyik mengobrol di ruang tamu.


Anggun meninggalkan Gilang dan papanya, dia memilih tidur di dalam kamarnya. Saat terbangun dia merasakan ada seseorang yang memeluknya. Dia melirik ke samping terbayar Gilang juga tidur sambil memeluk dirinya.


Anggun melepaskan tangan Gilang dan mandi. Selesai mandi dia keluar dan bersiap siap pulang ke rumahnya.


Anggun akan beralasan jika dia membawa motornya dan harus pulang lebih dulu.


Anggun yang sudah rapi, mencari kunci motornya. Namun sudah beberapa kali dia membongkar tasnya kunci tersebut tak.juga dia temukan.


"Apa yang kau cari?" ucap Gilang dengan suara serak.

__ADS_1


Anggun tak menjawab dia terus saja mencari.


"Apa kau mencari ini?" tanya Gilang 


Sebelah tangannya menggantung kunci motor anggun.


"Kembalikan!" ucap anggun datar dan menyodorkan tangannya.


"Kita pulang bersama atau....." Gilang sengaja menggantung kalimatnya.


Senyum licik menghiasi wajah tampannya.


"a...apa yang akan kau lakukan?" ucap anggun gugup.


"Aku...aku akan melakukan tugasku sebagai seorang suami, bagaimana? Ikut pulang dengan ku atau.."


Gilang terus melangkah maju mendekat kearah anggun.


Anggun ketakutan, dia bingung. Jika dia pulang dengan Gilang, sudah pasti Gilang akan membawanya pulang ke rumah dan tak akan membiarkan nya pergi lagi.


Gilang sudah memepet tubuh anggun di dinding. Deru nafasnya terdengar jelas dan terasa hangat di pipi anggun.


"Aku ikut denganmu." jawab anggun cepat.


"Pintar". ucap Gilang mengusap lembut kepala anggun. Kemudian dia melangkah ke kamar mandi.


"Siapkan pakaian untukku." ucapnya.


Anggun mengambil pakaian ganti Gilang yang sengaja di tinggal. Jika sewaktu waktu mereka menginap.


Selesai sholat magrib merek berdua pamit pulang ke rumah. Bu Dewi hanya bisa menatap sedih di tinggal oleh anggun. Apalagi dia tahu anggun dan Gilang sedang ada masalah.


Semoga mereka berdua mampu menyelesaikan semua masalah mereka.


Diperjalanan pulang anggun diam saja dan menatap keluar jendela. Gilang juga membiarkannya dan fokus menyetir mobil nya.


Di tengah perjalanan, Gilang memutar arah dia  membawa anggun ke daerah pinggiran kota. Ke salah satu tempat wisata.


Melihat arah mobilnya bukan menuju rumah tapi keluar kota anggun panik dan menatap Gilang dengan bingung.


"Ki..kita mau kemana?" ucap anggun


Gilang tak menjawab dia terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Mas, jawab kita mau kemana! "


Gilang tetap diam tak menjawab.


Jangan jangan mas Gilang marah dan mau melenyapkan ku, bantu aku ya Allah.


Anggun semakin panik,


"Mas berhenti atau aku lompat keluar!" ancam anggun.


Gilang tak juga memperdulikannya dan terus mengemudi. Anggun yang ketakutan bersiap siap untuk melompat. Gilang yang melihatnya segera mengerem mobilnya mendadak hingga anggun terbentur ke dashboard mobil.

__ADS_1


Apa yang akan dilakukan Gilang?


__ADS_2