Benih Yang Kau Titipkan

Benih Yang Kau Titipkan
Bab 13


__ADS_3

Dev mulai mencari Kiran, dia pergi ke tempat di mana dia mengadakan konser kemarin. Dev menatap tempat itu sudah rata dengan tanah, hanya sisa-sisa puing bangunan yang berserakan. Jalanan pun terlihat becek.


Dev terdiam beberapa saat, dia menitikkan air mata. Tempat inilah yang mempertemukan mereka, itu artinya Kiran tak jauh tinggal dari sini. Namun, tempat itu sudah hancur lebur menjadi abu. Banyak yang menjadi korban kebakaran itu.


Dev terperosot, tubuhnya terasa lemas.


"Kiran.....!!" teriak Dev.


***


Kiran dan Neha sudah sampai di New Delhi. Rumah yang akan disinggahi terlihat kotor serta rumput liar tumbuh di depan rumah. Rumah itu terlihat kecil sehingga Kiran merasa ragu untuk ikut tinggal bersama mereka. Apa lagi pemukiman itu sangat padat, rumah saling menempel dengan rumah yang lainnya.


Jika Kiran ikut tinggal bersama Neha tentu akan menjadi bahan perbincangan orang. Karena semua orang yang ada di sana mengenal Akram juga Neha. Yang mereka tahu Neha mau pun suaminya tidak memiliki saudara.


"Neha, apa disekitar sini ada kontrakan?" tanya Kiran.


"Untuk apa? Kau akan tinggal di sini bersamaku," kata Neha.


"Tidak, Neha. Aku akan mencari tempat tinggal." Kiran nampak mengeluarkan uang dari saku bajunya, itu adalah harta yang dia punya. Itu adalah upahnya mencuci kemarin sore, sebelum kebakaran itu terjadi. "Aku rasa ini cukup untuk bayar kontrakan," ujar Kiran.


"Kau itu keras kepala sekali, Kiran." Neha tahu seperti apa wanita itu, jika kata dia tidak ya tetap tidak. "Baiklah, Akram akan membantumu mencari kontrakan. tapi kalau bisa jangan yang jauh-jauh, jika kau bekerja kau bisa titipkan Krish padaku."


Kiran mengerti apa maksud Neha, wanita itu selalu baik padanya. Kiran juga sangat percaya bahwa Neha bisa menjaga Krish dengan baik. Kebaikan Neha sangat tulus selama ini.


***


Berkat bantuan Akram, Kiran mendapatkan kontrakan yang sesuai dengan uang yang dia punya. Meski sempit tapi tempat tinggalnya cukup rapi dan bersih.

__ADS_1


"Terima kasih, Akram," ucap Kiran.


"Sama-sama, aku pulang dulu kalau begitu," pamit Akram.


Selepas kepergian Akram, Kiran nampak berpikir. Apa yang akan dilakukannya setelah ini? Dia juga harus mencari pekerjaan baru demi menghidupi buah cintanya.


"Krish." Kiran menatap wajah putranya dengan sendu, meratapi nasib yang begitu sulit dijalani. Kiran memberi anaknya asi, dengan begitu dia bisa menitipkan anaknya pada Neha.


Rencananya, Kiran akan mencari pekerjaan. Dia sama sekali tidak memiliki uang, mau tidak mau dia harus pergi mencari kerja meski hari sudah larut.


Setelah bersiap-siap, Kiran pergi menuju rumah Neha untuk menitipkan Krish.


"Neha," panggil Kiran.


Neha dan suaminya baru saja merebahkan tubuhnya di kursi. Mereka baru selesai membersihkan tempat tinggal mereka. Mendengar ada yang memanggil, Neha keluar dan melihat Kiran.


"Aku kesini mau titip, Krish. Aku akan pergi sebentar, aku sudah memberinya asi. Aku rasa dia sudah kenyang." Menurutnya anaknya akan tidur cukup lama karena sudah dibekali.


"Tentu, Kiran. Aku akan menjaga Krish."


"Terima kasih, Neha."


"Berhentilah berterima kasih, aku bosan mendengarnya."


Kiran hanya tersenyum tipis, lalu dia mengalihkan Krish dari pangkuannya.


"Aku tidak akan lama," ucap Kiran.

__ADS_1


"Ya, hati-hatilah."


***


Tertulis di dinding sisi jalan, Kiran membacanya lalu dia tersenyum. Tidak mengapa walau hanya bekerja sebagai tukang cuci piring, yang penting dia bisa kerja dan menghasilkan uang. Kiran pergi ke tempat di mana lokasi itu tertulis.


Kiran pergi ke sebuah restoran yang berada di pinggir jalan, tempatnya tidak terlalu besar tapi cukup ramai didatangi pengunjung. Akhirnya, Kiran masuk dan langsung mendapatkan pekerjaan itu.


"Kau datang tepat waktu, ini masih ada sisa satu orang lagi. Tapi jadi tukang cuci piring di belakang," kata salah satu staf pekerja di sana.


"Tidak apa-apa, Tuan. Yang penting saya kerja," kata Kiran.


"Kalau bisa malam ini sudah mulai kerja, soalnya cucian piring sangat banyak. Dan pembayaran upahnya itu terserah, bisa ambil harian bisa juga mingguan," katanya lagi.


"Untuk sekarang saya ambil harian saja," ucap Kiran.


"Baiklah, kau ikut dengannya." Tunjuk staf itu pada salah satu wanita di belakang sana. Kiran mengangguk lalu undur diri dan mulai bekerja.


***


Kiran meregangkan otot-ototnya, pekerjaan malam ini selesai pada pukul sebelas malam. Karena restoran itu tutup pada jam sepuluh. Setelah selesai bekerja, Kiran pamit pulang. Namun, dia meminta sesuatu dari tempat itu. Kiran meminta sisa-sisa nasi yang masih bersih. Dia memisahkan makanan itu dari piring yang hendak dicuci.


"Untuk apa? Itu makanan bekas, tapi itu urusanmu. Terserahlah," kata kepala dapur di sana.


Kiran tersenyum karena telah mendapatkan izin, terus dia juga mendapatkan upah malam ini.


Kiran pulang dengan membawa bungkusan, dia sangat kelaparan. Sebelum pulang dia menjemput Krish. Tiba di rumah dia memberi anaknya asi karena Krish terbangun. Setelah memberi Krish asi dia pun mulai makan dengan makanan sisa tadi.

__ADS_1


Hatinya menangis, sesulit apa pun ini yang pertama kali dia memakan makanan sisa.


__ADS_2