
Aktivitas kedua insan yang tengah bercinta itu sangat menggebu. Rasa rindu yang terpendam dari keduanya akhirnya tercurah sudah. Beberapa tahun berpisah, kini mereka bersatu dalam satu mahligai kebahagiaan. Tidak ada yang bisa memisahkan mereka termasuk orang tua Kiran.
Justru mereka akan membuktikan pada siapa pun yang dulu sempat menentang hubungannya. Cinta yang kuat akan mengalahkan segalanya.
"Tetaplah bersamaku dalam suka mau pun duka," bisik Dev.
Kiran hanya mengangguk sambil mengeratkan pelukan di pinggang lelaki itu.
"Aku akan mempercepat pernikahan kita, bila perlu besok," ucap Dev lagi.
"Aku tidak akan komentar untuk itu, semuanya aku serahkan padamu. Kita juga tidak perlu meminta restu dari orang tuaku, mereka sudah tidak menganggap ku lagi dari bagian keluarga. Aku tidak punya siapa-siapa selain kamu dan Krish," balas Kiran.
"Tentu, kamu adalah orang yang paling berarti dalam hidupku."
Perbincangan itu tak luput dari pendengaran Sunil, sampai-sampai keberadaannya diketahui oleh pemilik apartemen itu. Sunil tak sengaja menyenggol pas bunga. Pasalnya, dia ingin ke dapur untuk mengambil air minum, rasa hausnya tidak bisa di tahan karena percintaan yang dilakukan kedua insan itu cukup memakan waktu.
Sunil membekap mulut agar tidak bersuara, tapi sayang Dev melihat keberadaannya karena senter dari ponsel dia arahkan pada sumber suara itu.
"Apa kau mengintip, hah?!" sentak Dev. Dia langsung menutup tubuh Kiran dengan selimut yang memang sudah dia ambil. Mereka mang berniat tidur di sofa karena kamarnya di tempati oleh sang manager.
__ADS_1
"Tidak! Aku hanya ingin ke dapur. Aku tidak tau ada kalian, abisnya ruangan ini gelap sekali," elak Sunil. Dia segera pergi ke dapur untuk mengambil air minum.
Setibanya di sana, dia minum sampai menghabiskan beberapa gelas. Tubuhnya malah berkeringat dingin. Untung dia bisa mengendalikan diri, kalau tidak bisa gawat. Setelah dahaganya hilang, dia segera kembali, tapi kali ini dia pamit pulang.
"Dev, aku pamit lah kalau begitu. Jangan ganggu Krish ya, dia sudah nyenyak," kata Sunil.
"Besok kau siapkan acara pernikahan ku," kata Dev.
Sunil langsung membalikkan tubuh sambil menatap Dev tidak percaya. "Secepat itu? Mendadak sekali," sahut Sunil.
"Cari pendeta yang bisa menikahkan ku, langsung ajak ke rumah utama ya, Sunil. Aku yakin kau bisa diandalkan," kata Dev memuji.
Dev hanya tertawa menanggapi ucapan lelaki itu. Sedangkan Kiran, dia langsung pergi ke kamar saat Sunil berada di dapur.
Kiran menatap wajah putranya, lalu menyukab kan selimut untuk melihat luka yang ada di lutut putranya. Mengusapnya dengan lembut lutut berbalut perban itu.
"Kenapa, Krish? Kenapa bisa terluka?" Dev yang baru saja masuk sangat terkejut melihat keadaan anaknya.
"Untung ada Sunil, kalau tidak, aku tidak dia nasibku dan Krish seperti apa sekarang," sahut Kiran.
__ADS_1
"Maksudmu?" Dev mendekat karena topik pembicaraan Kiran sangat membuatnya penasaran.
"Rohit, sepertinya dia ingin memisahkan kita. Aku takut, Dev. Aku takut dia berulah lagi dan malah mencelakai anak kita," ujar Kiran.
Tangan Dev mengepal keras, dia sangat muak dengan tingkah Rohit. Dia tidak akan melepaskan lelaki itu, Rohit benar-benar harus dimusnahkan.
"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi, kau tidak boleh pergi tanpa pengawalan. Aku akan melindungi kalian." Dev memeluk Kiran, lalu mencium putranya yang tengah tidur.
"Daddy akan melindungimu, sayang."
___
Rekomendasi hari ini ya, silahkan mampir.
Tunggu part selanjutnya, masih dalam perjalanan sebentar lagi otw, hehe. 🤗🤗🤗
Jangan lupa besok hari senin, beri karya ini vote dan hadiah ya, Terima kasih 😘😘
__ADS_1