
"Dev, kita mau kemana?" tanya Kiran saat matanya ditutup oleh sebuah kain.
Dev akan memberikan kejutan pada istrinya karena dia sudah mendapat jawaban dari Sunil bahwa Syiha siap membantu membuat pertemuan tanpa mereka tahu bahwa pertemuan itu memang direncanakan.
"Apa masih jauh?" tanya Kiran penasaran.
"Sebentar lagi kita sampai." Dev terus menuntun istrinya.
***
Shiya langsung menemui orang tuanya dan mengajak mereka untuk makan di luar. Bahkan, dia mengajak Krish lebih dulu karena Dev hanya akan pergi berdua dengan istrinya. Mereka akan menyusul.
Mohan sangat terkejut saat Syiha membawa cucunya, dan Krish lebih terkejut saat melihat siapa yang ada di depan matanya. Seorang kakek yang kemarin mengajaknya pergi dan membelikan mainan untuknya.
"Krish, itu Kakek," ujar Syiha selalu aunty dari bocah itu.
"Itu kan Kakek yang kemarin," ucap Krish.
Gaury langsung menoleh ke arah suaminya, tak disangka suaminya itu menemui cucunya tanpa memberitahunya.
"Oh ya?" kata Syiha.
"Iya, Aunty. Kakek itu kemarin membelikan ku mainan yang sangat bagus," tutur Krish.
Syiha tersenyum karena ayahnya ternyata memendam kerinduan terhadap cucunya, dan dia rasa pertemuan ini pasti akan mengharukan.
"Temuilah, Krish. Dia Kakekmu, peluk dan beri salam padanya," titah Syiha.
__ADS_1
Mohan merentangkan tangan menyambut cucunya. Karena Krish penerus satu-satunya karena dia keturunan laki-laki dari keluarga, Mohan.
"Jadi ini rencana mu mengajak Ayah makan di luar?" tanya Mohan.
"Iya, ini kejutan untukmu kan, Ayah? Apa Ayah senang?" tanya Syiha.
"Ngomong-ngomong, mana suamimu?" tanya Mohan. Sudah beberapa hari ini dia tidak melihat menantunya.
"Dia sedang sibuk," jawab Syiha berbohong. Padahal, mereka tengah bertengkar hebat bahkan suaminya akan menceraikannya. Anak yang dilahirkan Syiha tidak mendapat pengakuan dari laki-laki itu hanya karena anak yang dia lahirkan adalah seorang perempuan.
Mohan tidak akan memberikan hartanya pada cucu perempuannya dan itu membuat suami dari Syiha marah dan malah menuduh Syiha selingkuh.
Tapi, Syiha tidak memikirkan itu karena dia cukup sakit hati atas tuduhan perselingkuhan yang tidak sama sekali dia lakukan.
***
"Apa aku sudah bisa membukanya?" tanya Kiran.
"Sebentar lagi, tunggu sampai kita di lantai atas. Setelah itu baru kau boleh membukanya."
Suasana di restoran itu cukup ramai. Kiran mendengar suara-suara bising di sana, sampai akhirnya dia menajamkan pendengarannya. Dia mendengar suara putranya di sana.
Tiba di lantai atas, Kiran tak lagi bisa menahan kain yang menutup kedua matanya itu. Apa lagi, suara Krish semakin jelas. Tawa bocah itu dia sangat hafal.
Kiran tertegun saat melihat pemandangan yang luar biasa itu. Dia langsung menjatuhkan air mata karena tidak menyangka bahwa Krish berada di pangkuan ayahnya.
"Kejutan," kata Dev.
__ADS_1
"Dev, kau yang melakukan ini? Sejak kapan mereka dekat?" tanya Kiran penasaran.
"Aku tidak tau mereka dekat sejak kapan, yang jelas aku lakukan itu karena ayahmu yang lebih dulu menemui anak kita," jawab Dev.
"Sungguh?" Kiran masih tak percaya karena dia tahu seperti ayahnya.
"Mommy," teriak Krish.
Mohan pun akhirnya melihat keberadaan putrinya itu. Krish langsung turun dari pangkuannya dan segera menghampiri Kiran.
"Mommy, ayo kita kesana," ajak Krish. "Kakek sudah menunggu," sambungnya lagi.
Kiran dan Mohan saling tatap, dan disaat itu juga Kiran menghampiri tanpa melepaskan pandangannya. Dia terus menangis karena masih tak menyangka.
Mohan berdiri dan Kiran langsung menghamburkan tubuhnya ke dalam pelukan sang ayah.
"Ayah." Kiran memeluknya dengan sangat erat, maafkan aku, Ayah," ucap Kiran.
"Maafkan Ayah juga," sahut Mohan.
Kiran langsung menyentuh kaki sang ayah dan menciumnya, betapa bahagianya dia hari ini. Kebahagiaan itu berkali lipat setelah kehamilan keduanya.
____
Rekomendasi hari ini, jangan lupa mampir.
__ADS_1