Benih Yang Kau Titipkan

Benih Yang Kau Titipkan
Bab 28


__ADS_3

"Krish," panggil Kiran. "Kemana mereka?" Jantungnya berdegup kencang karena dia lelaki yang ada di hadapannya menghilang tanpa jejak. "Krish, Dev!" Dia celinguk kan pandangannya dia edarkan ke setiap permainan, tapi tetap saja mereka tidak ada.


Kiran terus mencari, hingga pada akhirnya dia dikejutkan dengan kedua tangan yang tiba-tiba menutupnya dari belakang. Kiran terdiam sesaat, dia ingat apa yang sering terjadi saat dirinya saat bersama kekasihnya. Perlahan, telapak tangan yang menutup matanya terbuka.


"Tara." Krish ada di hadapannya dan memberikannya sebuket bunga. "Happy birthday, Mommy."


Kiran terharu, ini pertama kalinya anaknya mengucapkan selamat ulang tahun padanya sambil memberikan bunga, karena selama ini hanya ucapan yang selalu tersemat di setiap hari spesialnya.


"Ini dari Daddy, Mommy. Aku tidak punya uang untuk membelinya," ucap Krish. "Mommy mau kan maafkan Daddy?"


Kiran akhirnya menoleh kearah belakang, dilihatnya Dev tengah menatapnya penuh harap. Lelaki itu tidak banyak permintaan, dia hanya minta satu kata, yaitu, Kiran mau memaafkannya. Karena selebihnya, dia sendiri yang akan memberikan kebahagiaan yang layak untuk Kiran juga Krish.


"Ini, Mommy." Krish memberikan bunga itu, dan Kiran pun akhirnya mengambilnya.


"Aku lakukan ini hanya di depan Krish," bisik Kiran kemudian di telinga Dev.


Dev sudah tahu seperti apa jika Kiran sudah marah, dan dia akan berusaha untuk mendapatkan maaf darinya. Dia tidak akan menyerah selagi mampu melakukannya.


***


Cukup lama mereka menghabiskan waktu di tempat permainan. Setelah merasa puas, Dev mengajak mereka makan di restoran. Krish banyak memesan makanan, tapi Kiran melarang itu karena takut mubazir.


"Krish, jangan banyak-banyak," ujar Kiran.


"Tidak apa-apa, Kiran. Biarkan dia memilih makanan yang dia suka, aku senang," sahut Dev.


Tapi Kiran tidak menjawab, dia hanya fokus pada putranya. Dan Dev juga mengerti, dia hanya butuh bersabar untuk menaklukkan hati kekasihnya itu.


Makanan pun datang, dan yang datang ternyata seorang pelayan wanita. Jelas keberadaan Dev membuatnya senang, bahkan minta berfoto.


"Ini Devgan penyanyi itu 'kan?" tanya pelayan setelah meletakkan pesanan di atas meja.


Dev tersenyum lalu mengangguk mengiyakan.

__ADS_1


"Foto bareng dong, sekalian tanda tangan di baju seragamku," pinta pelayan.


Saat mereka berfoto, ada yang melihatnya tidak suka. Kiran cemberut melihat itu, dan wajahnya berubah bad mood. Dev melirik ke arah wanita itu, lalu tersenyum. Dia tahu kalau Kiran pasti cemburu.


"Tidak usah cemburu, wanitaku hanya satu," bisik Dev.


Kiran tidak merespons, dia malah menyuruh anaknya untuk segera makan karena hari sudah mulai sore.


"Krish, ayo cepat makan," kata Kiran.


"Mommy juga makan ya, Daddy sudah memesan makanan kesukaan, Mommy," kata Krish.


Betapa bahagianya bocah itu, dia melihat orang tuanya secara bergantian. Kiran pun tahu dengan lirikan anaknya, apa lagi anaknya itu senyum-senyum tidak jelas.


"Fokus makan, Krish!" kata Kiran.


"Iya, Mommy." Krish patuh pada ibunya.


"Apa sikapmu memang seperti ini pada, Krish?" tanya Dev.


"Tegas, ajaranmu pada Krish," jawab Dev.


"Iya, karena aku mengajarkan anakku selalu disiplin. Biar dia tidak--"


"Tidak sepertiku yang lupa kacang akan kulitnya?" pungkas Dev.


Lelaki itu langsung menyentuh tangan Kiran dan menggenggamnya, Kiran langsung menoleh, dan mencoba menarik lengannya. Tapi sayang, Dev tidak melepaskannya.


"Aku ingin kamu tahu kalau aku tidak seperti itu, aku akan menjelaskannya nanti." Setelah itu, dia melepaskan tangan Kiran.


***


Seusai makan, mereka pun akhirnya pulang. Untuk malam ini, Dev tidak mengantar Kiran ke rumahnya yang lama. Untuk sementara, Dev membawa Kiran ke apartemen miliknya.

__ADS_1


"Daddy, ini bukan jalan ke rumah, Mommy," kata Krish. Dia tidak mengenali jalan yang dilalui.


"Mulai sekarang, Krish dan Mommy akan tinggal bersama Daddy," kata Dev.


"Apa Mommy mau?" tanya Krish pada Dev.


"Krish bujuk Mommy biar mau tinggal bersama Daddy."


Krish langsung bicara pada Kiran. "Mommy, mulai saat ini aku mau tinggal bersama kalian, kita jangan terpisah lagi ya," pinta Krish.


Kiran mengangguk, demi kebahagiaan putranya. "Krish senang?" tanyanya kemudian.


"Iya, Mommy. Krish senang dan bahagia sekali. Akhirnya aku punya Daddy, jadi mulai saat ini tidak akan ada lagi orang yang mengatakan kalau aku ini anak haram."


Kiran langsung menoleh, betapa sakitnya dia mendengar penuturan itu. Apa dia memang harus bersama dengan Dev agar tidak lagi ada orang yang berkata seperti itu pada putranya?


"Siapa yang selalu bilang seperti itu?" tanya Kiran.


"Bibi Puja, dia selalu bilang kalau aku anak haram. Tapi nyatanya aku punya Daddy." Krish langsung duduk dipangkuan Dev karena posisi mereka duduk bertiga di kursi tengah.


"Krish punya Daddy, dan Daddy Dev lah Daddy mu." Dev langsung memeluk dan mencium putranya dengan sayang.


***


Tibalah mereka di apartemen.


Krish lebih senang karena apartemen itu sangat bagus. Dia langsung loncat-loncat di tempat tidur yang empuk.


"Mommy, ini empuk sekali. Aku pasti betah tinggal bersama, Daddy."


__


Sambil nunggu mampir di sini yuk.

__ADS_1



__ADS_2