
"Kiran, Kiran," panggil manager restoran.
Kiran berlari menghampiri sang manager.
"Gantikan Syalu, dia izin pulang. Ganti bajumu," titahnya.
Kiran mengangguk, dengan segera dia pergi ke ruang ganti, melepas pakaiannya dan mengganti bajunya dengan seragam pelayan. Restoran hari ini cukup ramai dengan pengunjung. Pengunjung di sana juga sambil menonton kabar berita di tv.
Ketenaran Devgan membuatnya banyak idola sampai sekarang. Apa lagi para penggemarnya ingin sekali tahu tentang kehidupan percintaannya yang misterius. Apa lagi setelah kandasnya percintaan penyanyi itu dengan model cantik bernama Madhuri.
Kiran, membawa pesanan pengunjung. Dia meletakkan beberapa piring di atas meja.
"Silakan, Tuan," kata Kiran.
"Terima kasih," balas tamu itu dengan ramah. Para pengunjung itu sambil menonton tv.
"Kenapa Dev nya belum muncul? Lihat, rumahnya seperti istana. Gosipnya rumah itu akan di tempati bersama istrinya kelak," tutur tamu pada salah satu temannya di sana.
Kiran yang mendengar langsung menoleh ke layar tv besar yang menempel di dinding. Tadinya dia tengah fokus meletakkan gelas-gelas di sana. Kiran sangat terkejut saat melihat rumah besar itu. Rumah impiannya kini menjadi milik orang lain, dia bersedih dan segera kembali ke dapur. Tidak kuat jika harus menyaksikan kebahagiaan lelaki yang masih berstatus kekasihnya itu.
Namun, dia malah di panggil pengunjung yang lain. Diminta membawakan pesanannya yang masih belum tersaji. Kiran mengangguk dan segera ke dapur. Lalu kembali ke meja dan meletakkan piring di atas meja sana.
"Kiran, nama wanita yang kucintai itu adalah, Kiran Sarasvati. Tapi kami berpisah, aku tidak tau keberadaannya sekarang. Itu kenapa aku mengadakan acara ini, aku ingin dia melihat tayangan ini dan mau menemui ku. Ada yang harus ku jelaskan padanya." Penuturan Dev membuat presenter itu terkejut.
"Wow, ini spektakuler sekali, Tuan Dev. Aku rasa wanita itu akan tau kalau kau mencarinya. Apa dia begitu istimewa?" tanya presenter.
__ADS_1
"Iya, dia sangat istimewa. Aku bersalah padanya, mungkin saja anakku juga sudah lahir ke dunia ini," kata Dev.
Bukan hanya presenter yang terkejut, semua penonton dibuat terkejut dengan penuturan artis yang satu ini. Ini kontroversi sekali. Diam-diam Dev menguak rahasia yang tidak diketahui oleh publik.
Bahkan, Kiran yang menyaksikan itu dibuat jantungan. Dia tak percaya bahwa Dev melakukan itu. Ini bisa saja menghancurkan reputasinya sebagai publik figur. Adanya anak tanpa pernikahan adalah aib, Dev berani mengakui ini semua demi keutuhan dan kembalinya kekasih juga anaknya.
"Apa boleh diperlihatkan sosok wanita itu? Mungkin dengan foto yang Anda miliki Tuan Dev," kata presenter.
Dev memang sudah menyiapkan semuanya, dia langsung memperlihatkan gambar seorang gadis yang tengah bersamanya. Dengan berpose, dia memeluk gadisnya.
"Halo pemirsa, ternyata ini sosok Kiran Sarasvati," ucap presenter. "Camera, tolong. Coba di zoom." Wajah Kiran dalam foto itu terpang-pang jelas di layar televisi.
Kiran yang masih berdiri langsung menunduk, berharap tidak ada yang menyadarinya bahwa itu adalah dirinya.
"Sepertinya aku pernah lihat," tutur pengunjung restoran.
"Bukankah itu dia?" Tunjuk salah satu wanita yang duduk di pojokan, dia menunjuk kearah Kiran si pelayanan restoran di sana.
Lalu, ada seorang wanita yang menghampiri Kiran. Dia melihat name tag yang terpasang di baju seragamnya.
"Iya, dia wanitanya, Dev. Dia Kiran Sarasvati," tuturnya setelah melihat dengan jelas nama gadis itu.
Kiran langsung berlari ke dapur, dia tak ingin jadi pusat perhatian di sana. Namun, semua orang di dapur tahu dengan kabar yang kini tengah tayang di stasiun tv terkenal.
"Kiran, aku tidak menyangka kalau kau itu kekasih, Dev. Kenapa selama ini kau diam saja? Terus kenapa Dev mencari mu dengan cara seperti ini?" tanya teman Kiran di dapur.
__ADS_1
Kiran tak menjawab, justru dengan kabar seperti ini dia menjadi takut. Takut akan keselamatan Krish, bagaimana kalau dia jadi incaran para penculik?
"Tidak! Ini tidak boleh terjadi. Aku harus segera pulang." Kiran tak mempedulikan pekerjaannya, yang ada dalam pikirannya itu adalah Krish.
***
"Bibi Neha, kenapa foto Mommy ada di sana? Kenapa di foto bersama paman Dev?" tanya Krish. "Apa kata dia itu benar? Kalau itu benar berarti di daddy ku? Tapi kenapa Mommy bilang daddy sudah meninggal?" tanya Kris lagi.
Neha tidak bisa menjawab, karena pertanyaan itu hanya bisa dijawab oleh Kiran. Dia tidak berhak ikut campur.
"Aku mau menemui mommy, dia harus menjelaskannya padaku, Bibi Neha." Krish langsung keluar dari rumah Neha.
***
Sedangkan Dev, tengah siaran langsung itu dia mendapat telepon dari seseorang melalui Sunil, sang manager. Ternyata, acara itu membuahkan hasil. Sunil mendapat kabar bahwa keberadaan Kiran sudah ditemukan.
Meski acara masih berlangsung, Dev langsung beranjak. Tidak peduli dengan acaranya.
"Ayo, kita pergi sekarang. Aku takut Kiran akan pergi lagi."
Sunil dan Dev segera pergi. Dengan cepat kendaraan yang ditumpanginya membelah jalanan ibu kota. Namun, sesuatu terjadi dan menghentikan perjalanan kita.
"Kenapa berhenti?" tanya Dev pada supir.
"Apa kau menabraknya?" tanya Sunil pada supir.
__ADS_1
"Nabrak? Siapa yang ketabrak?" sahut Dev dari belakang.
"Anak kecil yang ku tabrak," jawab sang supir dengan nada yang bergetar.