Benih Yang Kau Titipkan

Benih Yang Kau Titipkan
Bab 44


__ADS_3

Jika malam ini malam kebahagiaan bagi Kiran tapi tidak dengan adiknya. Wanita itu harus menghadapi sikap suaminya yang ternyata menginginkan sesuatu dari keluarga mertuanya. Sebelum Kiran kembali, Mohan sangat membanggakan Sanju, anak dari Syiha. Tapi nyatanya, saat Kiran diketahui memiliki anak laki-laki, Mohan menginginkan cucu lelakinya yang menjadi ahli waris.


Disitulah suami Syiha yang bernama Smith itu kecewa karena anak yang dilahirkan istrinya tak membuatnya menjadi penguasa dalam usaha mertuanya itu. Dengan alasan dan tuduhan kepada Syiha memperkuat nya untuk menggugat cerai.


Dan tuduhan itu membuat Syiha merasa hatinya sangat sakit sampai dia akan melawan untuk saat ini. Dia akan mengabulkan apa yang diinginkan suaminya itu, yaitu untuk bercerai.


Tapi, Smith memiliki pikiran lain. Dia pikir Syiha akan mempertahankan rumah tangganya dan akan membujuk ayahnya untuk tetap menjatuhkan gak waris pada cucu perempuannya.


"Sudah ku bilang kau tidak akan bisa pergi lama-lama dari rumah ini, kau mencintaiku kan? Kau akan mengabulkan keinginanku untuk membujuk ayahmu agar Sanju yang menjadi ahli waris," ucap Smith saat Syiha tiba di rumah.


"Untuk apa kau masih mengharapkan kalau aku akan membujuk ayah untuk mendapatkan gak waris? Bukan kah kau tidak mengakui kalau Sanju itu anakmu? Bahkan kau akan melakukan tes DNA. Kau tidak usah melakukan itu karena jawabannya memang benar, Sanju bukan anakmu. Kau tidak perlu repot-repot menggugat ku karena aku akan pergi dari sini," kata Syiha.


"Kau!" sentak Smith.


"Apa? Kau mau memukul ku lagi? Belum puas kau melakukan itu kemarin, hah?! Kalau bukan karena make up ini semua orang tau bahwa kau menganiaya ku."


"Sejak kapan kau berani padaku, hah?!"

__ADS_1


"Sejak hari ini, aku sadar ternyata kebaikanmu itu palsu. Setelah kak Kiran memiliki anak laki-laki dan ayah mengalihkan ahli warisnya kau langsung berubah, kau hanya menginginkan harta keluarga ku. Kurang apa aku selama ini? Aku selalu membuat ayah merasa bangga karena memiliki menantu sepertimu, tapi nyatanya aku salah. Kau itu pengurangan, Smith. Kalau kau ingin kita berpisah, aku siap berhadapan mu di pengadilan nanti," tantang Syiha.


Smith langsung menampar istrinya itu karena telah berani melawannya. Wanita itu langsung tersungkur dan bibirnya berdarah. Tak hanya disitu, Syiha diseret dengan cara dijambak rambutnya.


Syiha menjerit dan kesakitan. Dia menahan tangan suaminya yang tengah menyeret nya, bahkan memukulnya tanpa henti.


"Smith, lepaskan! Itu sakit," jerit Syiha.


Smith menyeretnya ke kamar sehingga terlihat siluet mereka dari balik jendela. Terlihat seperti orang yang tengah menampar dan menyiksa dari luar sana.


Yang ternyata, di depan rumah mereka terdapat seseorang. Yaitu, Sunil. Diam-diam, dia mengikuti Syiha selepas dari restoran. Dia tidak bisa tenang saat melihat mata sembab wanita itu kemarin. Dan ternyata terbukti, wanita itu dianiaya suaminya sendiri. Tidak bisa melihat seperti itu, Sunil langsung saja memanjat gerbang bahkan dinding melewati jendela untuk mencapai ke lantai dua.


Syiha dan Smith langsung menoleh.


"Siapa kau?" tanya Smith.


"Kau tidak perlu tau siapa aku, yang jelas aku tidak akan membiarkan kau menyiksa istrimu sendiri." Sunil langsung saja memukul rahang Smith sampai lelaki itu tersungkur.

__ADS_1


Smith menyentuh wajahnya dan tersenyum sengit. "Apa tuduhan ku itu benar? Apa kau selingkuhan istriku, hah?! Dan anak yang dilahirkan istriku memang benar anakmu?" tuduh Smith.


"Jangan gila kamu, Smith! Dia bukan selingkuhan ku," kata Syiha.


"Diam kau pengkhianat! Dia datang untuk menyelamatkan mu, dia kekasihmu." Smith tertawa terbahak-bahak.


"Kau benar-benar sudah gila!" sentak Syiha.


"Apa kau bilang?" Smith mengapit leher istrinya sampai wanita itu tercekik.


Sunil langsung beraksi dan memukul lelaki itu dari belakang. Syiha terlepas dan Sunil segera membawanya keluar dari rumah terkutuk itu. Tapi sayang, Syiha jatuh pingsan akibat tekanan di leher cukup kuat.


Tak ingin Smith kembali berulah, Sunil membopong Syiha seperti membawa satu karung beras. Dan dia segera ke mobil dan segera pergi. Smith tak mampu mengejar karena Sunil sudah menghilang dari pandangan.


___


Rekomendasi hari ini, jangan lupa mampir ya🤗🤗

__ADS_1



__ADS_2