
"Krish, jangan seperti itu," kata Kiran.
"Tidak apa-apa, apartemen ini juga milik Krish, dia berhak melakukan apa pun yang dia inginkan. Kalian istirahatlah, setelah ini aku ingin bicara denganmu," ujar Dev. "Aku juga sudah menyediakan pakaian untukmu juga Krish. Jangan sungkan, karena apa yang aku punya itu adalah milikmu," tutur Dev lagi.
Setelah mengatakan itu, Dev keluar dari kamar yang akan di tempati anak dan wanitanya. Di apartemen itu terdapat dua kamar, dan dia pun akan ke kamar satunya lagi untuk membersihkan terlebih dulu. Apartemen itu rumah kedua Dev, dia akan tinggal di sana jika tengah sibuk. Karena tempat itu yang paling dekat dengan lokasi pekerjaannya.
"Krish, mandi dulu," kata Kiran.
"Iya, Mommy." Bocah comel itu begitu patuh pada ibunya.
Setelah memandikan Krish dan memakaikan baju, Kiran menyuruh anaknya tidur karena sudah waktunya untuk Krish tidur. Setelah itu dia pun membersihkan diri. Di liriknya baju yang menggantung, itu adalah baju yang harus dikenakannya malam ini.
***
Malam ini, Kiran terlebih cantik karena baju yang dikenakannya malam ini. Gaun merah dengan seutas tali di bahu dan panjangnya selutut, sungguh cantik jika siapa pun yang memandangnya.
Kiran menghela napas panjang sebelum keluar dari kamar, dia akan menemui lelaki yang sudah menunggunya sejak tadi. Balkon apartemen menjadi tempat pertemuan mereka. Kiran mulai mendekat ke arah balkon, dan saat itu juga Dev menoleh. Lelaki itu tersenyum menyambut kedatangan wanitanya.
__ADS_1
Bukan sembarang balkon biasa, Dev menyiapkan tempat itu lebih romantis. Karena dia akan meminta maaf untuk yang kesekian kalinya. Dan kali ini dia akan memberikan bukti kenapa dia tidak lagi menemui bahkan menghubungi kekasihnya.
Dev menarik kursi untuk Kiran duduk, setelahnya dia pun duduk saling berhadapan. Pertama kali yang dilakukan Dev itu adalah memberikan selembar kertas yang menjadi perpisahan hubungan mereka. Kiran menerimanya tanpa penolakan, karena dia penasaran apa di dalam surat itu.
Mulut Kiran menganga tak percaya, lalu dia menatap wajah Dev dengan dalam. Saat itu juga Kiran menangis.
"Itulah kenyataannya, itu kenapa aku tidak lagi menghubungimu. Aku kira itu benar, kamu sudah menikah dan meninggalkanku. Tidak ada yang bisa aku lakukan jika itu memang keinginanmu. Dan yang membuat aku yakin saat aku melihatmu tengah mengandung, aku kira itu hasil dari pernikahanmu," tutur Dev panjang lebar.
Dev segera beranjak dan berlutut di hadapan Kiran, dia meminta maaf atas kesalahan ini. Dia lebih percaya surat palsu itu ketimbang mencari kebenarannya.
Kiran pun menyentuh kepala Dev dengan mengusapnya lembut. Tangisnya pecah, ternyata mereka korban dari kejahatan Rohit.
"Di mana dia sekarang?" tanya Kiran.
Dev mendongak lalu menggelengkan kepalanya, dia tidak tahu di mana lelaki itu. Dia langsung memecatnya tanpa ampun. Mungkin Rohit sudah jadi gembel saat ini.
"Kamu mau kan memaafkan ku? Aku akan menebus semua kesalahan ku, dan aku juga akan menemui orang tuamu. Karena aku hidupmu menderita."
__ADS_1
***
Saat ini, Kiran dan Dev berada di kamar di mana putranya tengah tertidur. Dev menatap wajah Krish.
"Maafkan, Daddy." Dev mencium kening putranya. Dia juga mengulurkan tangan ke arah Kiran seraya menyuruh wanita itu mendekat.
Setelah berada di hadapannya, Dev langsung memeluk tubuh Kiran sehingga ia memeluk di bagian perut wanita itu.
"Aku akan menikahimu."
_____
Tinggalkan jejak ya, jangan lupa besok hari senin, waktunya kasih Voteππ. Jangan lupa hadiah juga, wkwk
Mampir lagi di sini yuk, ceritanya tak kalah seru kok ππ
__ADS_1