
Dua bulan kemudian.
Kiran tengah membuat sarapan di dapur, tiba-tiba saja dia merasa pusing juga mual.
"Hoek." Kiran segera pergi ke kamar mandi.
Dev segera menyusul karena merasa khawatir.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Dev, dia sambil memijat tengkuk leher istrinya. "Sepertinya kau masuk angin, hari ini istirahat lah. Tidak usah mengantar Krish ke sekolah, biar hari ini aku yang mengantarnya sebelum shooting."
Hari ini Dev akan membuat vidio klip, karena dia mengeluarkan album terbaru. Lagu-lagu itu diciptakan bersama bersama sangat istri. Dan rasa mual yang dialami Kiran saat ini, Dev mengira karena masuk angin karena semalam memang habis begadang.
Dev tidak menyadari hal lain dari istrinya, tapi Kiran segera menoleh ke arah suaminya. Kiran memang tahu kenapa dia mual, dia sudah menyadari karena sudah telat datang bulan.
"Hari ini kau juga harus libur kerja, shooting di tunda saja besok. Kau harus mengantarku ke dokter," kata Kiran.
"Apa memang benar sakit?" tanya Dev khawatir.
"Tidak, tapi aku harus meyakinkannya," jawab Kiran.
"Meyakinkan apa?" Dev terdiam sesaat, lalu akhirnya dia menyadari suatu hal. "Apa kau?" Dev membungkam mulutnya sendiri, "Apa kau hamil?" tanya Dev memastikan.
"Semoga saja dugaan ku benar," sahut Kiran.
"Mommy, tapi aku mau sekolah. Aku tidak mau ikut ke rumah sakit, aku takut," oceh Krish yang tidak tahu apa-apa, bocah itu belum mengerti karena Kiran tidak memberitahunya.
"Iya, Mommy dan Daddy akan mengantarmu sekolah," kata Kiran.
Krish baru masuk sekolah, tentu dia tak ingin bolos karena lagi senang-senangnya.
__ADS_1
"Apa kau yakin kalau kau hamil, hah?!" Dev masih merasa tidak percaya bahwa dia akan memiliki anak lagi dari istrinya.
"Kenapa? Apa kau tidak mau punya anak lagi?" tanya Kiran.
"Mana mungkin aku tidak ingin, aku akan sangat bahagia jika kau hamil lagi." Penuturan nya membuat Krish menoleh, bocah itu akhirnya mengerti karena mendengar kata hamil.
"Apa aku akan punya adik? Aku tidak mau punya adik, Mommy. Nanti dia merebut kasih sayang kalian," kata Krish.
Kiran tersenyum, dan Dev menghampiri anaknya. Lalu berjongkok mensejajarkan tingginya. "Tidak ada yang akan merebut kasih sayang Daddy dan Mommy, kami akan selalu mencintaimu, juga adik nanti," jelas Dev.
"Tapi kata teman sekolahku bilang rasa sayangnya berkurang karena diberikan pada adiknya itu," oceh Krish.
"Tidak seperti itu, sayang. Itu tidak benar, Mommy dan Daddy akan menyayangimu," timpal Kiran.
"Sungguh?" kata Krish. Kiran dan Dev mengangguk.
Karena mual, Kiran kembali muntah dan itu membuat Dev kembali menghampirinya dan segera mengajak istrinya ke rumah sakit untuk diperiksa.
***
"Iya, Mommy. Aku akan menunggu kalian datang," jawab Krish dengan patuh.
Krish segera masuk ke dalam sekolah. Dan di sebrang sana ada yang memantau mereka. Orang itu sudah dia hari ini mengikuti keseharian Krish juga Kiran.
"Ayo," ajak Dev pada istrinya.
Dan tibalah, Kiran dan Dev di rumah sakit. Kiran langsung pergi ke dokter kandungan karena dia memang sudah yakin kalau dirinya tengah hamil. Karena dia sudah berpengalaman saat hamil, Krish. Dan rasanya tidak jauh beda, antara pusing dan mual.
Tiba di ruangan dokter kandungan, Kiran langsung diperiksa bahkan langsung di USG.
__ADS_1
"Gimana, Dok? Apa benar istri saya hamil?" tanya Dev.
"Iya, Tuan. Kehamilannya sudah menginjak satu bulan," jawab dokter.
Dev bahagia dan langsung mencium istrinya tanpa rasa malu terhadap dokter.
"Dev!" protes Kiran saat dia dicium oleh suaminya bertubi-tubi.
Dokter itu malah menggelengkan kepala seraya tersenyum.
"Ini kabar bahagia, sayang. Kita harus merayakannya. Hari ini kita ajak Krish jalan-jalan, biar dia tidak merasa bahwa kasih sayangnya akan terbagi," ucap Dev.
"Hem, aku setuju. Tapi jangan jauh-jauh ya, kepalaku masih pusing," kata Kiran.
***
Setelah selesai periksa kandungan, Kiran dan Dev menjemput Krish. Namun, setibanya di sana, sekolahan itu sudah nampak sepi. Tidak ada satu orang pun murid di sana.
"Pak, apa semuanya sudah bubar?" tanya Kiran pada security yang berjaga.
"Iya, Nyonya. Semua murid diajak ke taman karena ada salah satu murid di sini yang berulang tahun. Mereka semua pergi bersama guru di taman depan sana," jelas satpam.
Kiran merasa lega, tapi tetap saja dia tidak merasa tidak tenang jika belum melihat putranya.
"Kita ke sana sekarang," ajak Dev.
____
Rekomendasi hari ini. Jangan lupa beri dukungan untuk karyaku 🥰🥰
__ADS_1