
Kiran terdiam saat mendengar Dev akan menikahinya. Lalu, dia melepaskan tangan Dev yang masih melingkar di tubuhnya. Dan Dev pun berdiri, menangkup wajah wanitanya.
"Aku merindukanmu." Dev menarik tubuh kekasihnya dengan erat.
Akhirnya, setelah tahu apa yang sebenarnya terjadi, Kiran pun membalas pelukan Dev. Dan keduanya pun akhirnya saling tatap, ada rasa rindu yang tertahan selama beberapa tahun. Dan hari ini, Dev begitu bahagia. Hatinya merasa lega karena Kiran memaafkannya karena perpisahan yang sama sekali tidak diinginkan.
Saat keduanya saling tatap, dorongan ingin mencium pun dirasakan oleh Dev. Paras cantik kekasihnya tidak berubah, Kiran semakin terlihat dewasa. Dan Dev semakin mencintainya. Dia menarik dagu kekasihnya. Namun, tiba-tiba.
"Mommy," panggil Krish.
Kiran dan Dev langsung menjauh.
"Ya, sayang," jawab Kiran merasa kikuk.
"Aku mau tidur bersama kalian," tutur bocah itu.
Dev dan Kiran saling tatap. Lalu, keduanya naik ke ranjang. Krish tidur di tengah orang tuanya. Dev menarik selimut untuk menutup tubuh mereka, dan akhirnya mereka tidur bertiga dalam satu ranjang. Rasanya tidak mungkin mereka melepas rindunya saat ini.
***
Keesokan paginya.
Suasana di apartemen, cukup sepi. Karena hanya ada mereka bertiga. Kiran terbangun lebih awal, dan dia segera ke dapur untuk membuat makanan. Dia memasak yang tersedia di kulkas.
Pada saat Kiran di dapur tengah mengiris bahan makanan yang akan dimasaknya, Dev pun menemuinya. Tiba-tiba saja pria itu memeluk Kiran dari belakang. Rasa rindu itu memang tidak bisa ditahan, apa lagi dulu mereka menjalin hubungan cukup lama.
__ADS_1
"Mau masak apa?" tanya Dev.
"Kau membuatku terkejut," kata Kiran. "Aku masak yang ada saja di kulkas, apa kamu tinggal sendiri di sini? Apa tidak ada pembantu?" tanya Kiran.
"Ya, aku sendiri di sini, kadang-kadang aku menyuruh Sunil menemaniku," jawab Dev jujur.
"Bohong, aku tidak percaya. Bukannya selama ini kamu punya kekasih? Aku tidak yakin kamu tidak melakukan apa-apa dengan kekasihmu itu," sindir Kiran.
"Kenapa beranggapan seperti itu? Aku tidak pernah mengkhianatimu."
"Tapi aku tidak percaya," sahut Kiran.
Karena kekasihnya tidak mempercayainya, Dev pun menggelitik Kiran sampai wanita itu meminta ampun.
"Ampun-ampun, iya-iya aku percaya," kata Kiran.
Hembusan napas Dev terhembus di wajah Kiran. Lalu, Dev menyibak rambut yang hampir menutupi wajah kekasihnya itu, menyelipkan nya di daun telinganya. Dekat, dan semakin dekat. Dev hendak menempelkan bibirnya di bibir kekasihnya itu.
Namun.....
"Dev, aku bawa kab...bar-" Ucapan Sunil terhenti saat dia tak sengaja melihat kedua insan yang tengah berciuman. Sunil langsung membalikkan tubuhnya, dia jadi salah tingkah sendiri.
Dev dan Kiran langsung menjauh satu sama lain. Kiran semakin tidak karuan karena sudah terciduk oleh asisten sekaligus manager kekasihnya itu.
Dev pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu dengan cepat dia menghampiri Sunil dan mengajaknya pergi dari dapur.
__ADS_1
"Kenapa tidak bilang mau ke sini, hah? Kau membuatnya malu," kata Dev.
"Kau sendiri tidak malu, hah? Pagi-pagi udah mau bercinta saja, tidak kenal tempat pula," sindir Sunil.
"Kau ganggu saja, ada apa pagi-pagi kesini? Awas saja kalau tidak ada kabar gembira untukku!"
"Ini kabar gembira, Dev. Konser mu di percepat," kata Sunil.
"Oh ya?" Dev sangat senang karena konser yang diadakan cukup besar dan ditayangkan di berbagai chanel tv.
Saat mereka berbincang, Kiran datang dan menyuguhkan secangkir kopi untuk kedua lelaki itu.
"Terima kasih, Kiran," kata Sunil. Bahkan Kiran saja belum mempersilahkannya untuk minum kopi tersebut.
Kiran hanya tersenyum, karena menurutnya Sunil cukup baik. Bahkan dia sudah mulai dekat dengan Krish waktu semalam.
"Mommy," panggil Krish yang baru saja terbangun dari tidurnya.
"Jagoan Daddy sudah bangun rupanya." Dev segera menghampiri dan menggendong bocah menggemaskan itu.
Kiran bahagia melihat putranya begitu dekat dengan Dev. Bahkan, sebelum mereka tahu satu sama lain, Krish selalu merindukan lelaki itu. Diam-diam putranya sering menonton di layar kaca. Kiran bukannya tidak tahu akan hal itu, dari situ pun dia sudah menyadari, cepat atau lambat ayah dan anak itu pasti tahu yang sebenarnya.
___
Aku bawa karya teman lagi nih, mampir ya
__ADS_1