Benih Yang Kau Titipkan

Benih Yang Kau Titipkan
Bab 33


__ADS_3

Satu minggu kemudian.


Benar apa kata Sunil, konser Dev di percepat. Satu minggu kemarin Dev sibuk bahkan tidak sempat bertemu dengan Kiran juga putranya. Namun, meski begitu mereka tetap berkomunikasi melalui ponsel.


Saat ini, Dev tengah bersiap-siap. Dan dia juga menyuruh supir untuk menjemput orang yang paling berarti dalam hidupnya. Yaitu, Kiran dan Krish. Kali ini, Dev akan mengadakan konser yang tidak biasanya. Rencananya, dia akan melamar Kiran di atas panggung. Tentu itu kejutan untuk wanita itu, dia ingin membuktikan pada semua orang terutama pada orang tua kekasihnya, bahwa kini dia layak menjadi pendamping wanita itu.


"Dev, apa kau sudah siap?" tanya Sunil.


Dev mengangguk mantap. "Apa Kiran sudah dijemput?" tanya Dev.


"Ya, mereka dalam perjalanan. Kau tenanglah, mereka dijaga ketat," jelas Sunil.


"Bagus! Aku percaya padamu, kau bisa diandalkan."


***


"Mommy, apa tempatnya masih jauh?" tanya Krish yang dalam perjalanan menuju tempat konser ayahnya.


"Sebentar lagi, Krish," jawab Kiran.


Namun, nyatanya perjalanan mereka malah tersendat karena kemacetan. Kiran nampak cemas, kalau macet seperti ini dia akan telat. Kemungkinan Dev akan kecewa.


"Mommy, kenapa mobilnya berhenti?" tanya Krish.

__ADS_1


"Macet, sayang," jawab Kiran. "Pak supir, apa tidak ada jalan lain?" tanya Kiran kemudian.


"Kita sudah terjebak, tidak bisa mundur lagi, Nyonya," jawab supir itu.


Lalu, pengawal yang diutus Sunil untuk menjaga Kiran dan Krish mengajak mereka keluar. Dia akan mencari jalan lain agar bisa sampai tepat waktu.


Sementara di tempat lain.


Dev masih menunggu kedatangan kekasihnya juga putranya. Pasalnya, dia sudah menyanyikan dia lagu tapi mereka masih belum muncul. Dev bertanya dengan kode pada Sunil, lelaki itu berada di belakang panggung. Sunil pun sibuk dengan ponselnya, dia terus menghubungi orang suruhannya yang bersama Kiran, tapi tak panggilan itu tak kunjung terhubung.


Sunil menggelengkan kepalanya, dia benar-benar tidak tahu keberadaan mereka. Lalu, dia pun menghubungi supir yang membawa Kiran juga Krish.


"Halo, masih di mana? Kenapa belum sampai?" tanya Sunil pada supir yang akhirnya bisa dihubungi.


"Nyonya dan tuan muda sudah berangkat, Tuan. Tadi pergi sama pengawal karena mobil kena macet," jelas sang supir.


"Saya tidak tau, Tuan. Mereka turun di tengah jalan," jawab supir.


"Sial," rutuk Sunil, pasalnya pengawal itu orang baru. Dia mempercayakan perjalanan itu pada supir, dan pengawal hanya berjaga-jaga. Tapi kenyataannya Kiran dan Krish malah dibawa pergi. Sunil menoleh ke arah Dev, lelaki itu tidak boleh tahu apa yang terjadi. Dengan kode, Sunil menyuruh Dev melanjutkan aktivitasnya. Dan dia akan segera kembali.


Sunil langsung turun dari panggung, dan dia akan bertanggung jawab mengenai hal ini.


***

__ADS_1


"Mommy, kita mau kemana? Kenapa jalannya gelap seperti ini?" Bukan hanya Krish yang takut, Kiran pun merasa curiga. Tapi untuk sementara dia hanya nurut sebelum mendapati jalan yang sedikit terang.


Kiran mencekal lengan putranya, dia harap tidak terjadi apa-apa. Tapi rasa takut itu lebih dominan. Karena orang yang membawanya sama sekali tidak bersuara. Tubuh tinggi tegap itu menuntunnya.


"Apa kita masih jauh?" tanya Kiran memberanikan diri.


"Sebentar lagi sampai," jawab orang itu.


Kiran tak melihat jalan keramaian, jalan itu nampak sunyi dan lembab. Dia yakin kalau orang ini tidak beres, tempat yang dituju jauh dari kota.


Sampai akhirnya, Kiran bersuara.


"Aku kebelet, apa kita tidak mencari toilet dulu?" Sebisa mungkin Kiran mencari alasan, padahal dia ingin melepaskan diri dari orang itu.


"Mommy, aku takut," lirih Krish. "Daddy tolong," ucapnya kemudian.


Orang yang tidak dikenal Kiran itu akhirnya berhenti, tapi detik itu juga dia menyeret Kiran juga Krish. Dia sudah curiga bahwa Kiran dan bocah itu merasakan sesuatu.


"Ayo ikut!" sentak orang itu.


____


Rekomendasi hari ini, jangan lupa mampir ya🤗

__ADS_1


Jangan lupa juga beri dukungan untuk karyaku 🥰🥰



__ADS_2