
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Sunil menyanggupi apa perintah Dev. Dia membawa pendeta untuk menikahkan Dev dengan Kiran. Tak hanya itu, persiapan cukup matang karena Sunil mengerahkan orang-orang nya untuk bekerja. Dia menyewa orang untuk melancarkan pernikahan mereka.
Bahkan dia menyewa bodyguard untuk berjaga-jaga. Dia takut hal yang tak diinginkan terjadi.
Kiran sudah sangat cantik dengan baju yang dikenakannya. Sari termahal dirancang khusus untuk pengantin. Dev juga tak kalah tampan dengan balutan busana yang senada dengan Kiran. Kalung suci pernikahan pun telah disiapkan oleh Sunil. Meski lelaki itu belum berpengalaman, tapi dia sangat jeli dalam hal ini.
Sebelum ritual dimulai, Kiran terdiam. Banyak hal yang tak dilakukan saat akan menikah, karena adanya pertentangan dari keluarga, dia hanya menikah untuk mensakral kan hubungan mereka agar terjauh dari marabahaya. Yang akan dilakukannya saat ini adalah mengitari api sebanyak 7 kali disertai doa-doa yang akan dipanjatkan. Dan diakhiri oleh pemakaian sindur di keningnya, karena pernikahan ini sangat sederhana akibat tanpa adanya restu dari pengantin wanita.
Seharusnya ada banyak upacara yang harus dilaksanakan, tapi Kiran tidak melakukan itu. Bahkan upacara mahendi pun tidak dilakukan. Kiran menitikkan air mata saat melihat api sudah berkobar. Itu menandakan bahwa pernikahan akan segera dimulai.
Dev menghampiri, dan Sunil pun ikut serta. Dia akan membantu mengikatkan ujung sari yang dikenakan Kiran juga dengan Dev. Langkah pertama telah dilakukan, sambil pendeta terus membacakan doa-doa nya. Sampai tak terasa, langkah terakhir pun tiba, yang di mana pernikahan itu diakhiri dengan pemakaian sindur di kening mempelai wanita.
Kalung suci pun sudah melingkar di leher jenjang sang pengantin, resmi sudah pernikahan yang dilakukan. Sederhana tapi penuh makna bagi keduanya.
__ADS_1
Sunil tersenyum, bahkan Krish pun tak kalah bahagia. Bocah itu sangat senang karena orang tuanya telah bersatu.
***
Setelah acara pemberkatan itu selesai, Dev langsung mengajak berfoto bertiga. Akan dia jadikan sebagai kenangan. Sunil pun ikut serta karena dia kini menjadi bagian dalam keluarga kecil itu.
"Ayo senyum," kata Sunil saat akan mengambil foto pengantin itu.
Kabar pernikahan yang dijaga ketat itu akhirnya menyebar juga. Pernikahan sangat lancar karena tak ada yang berani membuat kekacauan, bahkan para wartawan pun tidak bisa mengambil gambar.
Setelah menjumpai para wartawan, Dev benar-benar mengajak Kiran masuk dan mengunci pintu rapat-rapat.
"Sunil, terima kasih atas kerja kerasmu. Aku akan memberimu bonus," kata Dev.
__ADS_1
"Aku tidak perlu bonus, aku hanya ingin berlibur satu minggu saja. Aku rindu keluarga, Dev," kata Sunil.
Mendengar itu, Kiran bersedih. Dia juga merindukan orang tuanya, apa lagi kini dia sudah menikah. Dia sudah memiliki keluarga kecil yang bahagia.
"Baiklah, karena aku juga akan liburan. Kau tutup jadwal ku untuk beberapa hari ke depan. Aku serahkan semuanya padamu, jika kau sudah siap kembali maka aku pun akan kembali bekerja, apa itu adil?" tanya Dev.
Sunil nampak menimbang-nimbang. "Baiklah, aku rasa itu cukup adil. Sore ini aku ambil cuti, dan besok jadwal sudah aku kosongkan, kau bisa berlibur dengan keluarga kecilmu," tutur Sunil.
"Horeee, liburan." Krish jingkrak-jingkrak saat mendengar akan berlibur.
Kiran melihat kebahagiaan di wajah putranya, dia pun ikut senang dengan ini.
____
__ADS_1
Rekomendasi hari ini, silahkan mampir ya teman-teman