Benih Yang Kau Titipkan

Benih Yang Kau Titipkan
Bab 27


__ADS_3

Kiran berhenti mencuci, dia tidak langsung menoleh. Dia kenal betul suara itu, tapi di menit berikutnya dia kembali melanjutkan pekerjaannya. Kiran mencuci baju tidak seperti biasanya, dia seperti tengah melampiaskan amarahnya. Dengan kasar dia mencuci baju-baju itu.


Dia bekerja sambil menangis. Dia harus kuat, dia tidak boleh menyerah dengan keadaan. Selama ini dia bisa melewati hidupnya yang pahit dan pelik. Dia fokus mencuci.


Lalu, Dev menghampiri. Dia menghentikan Kiran mencuci, lengannya di cekal dan Kiran pun berontak. Tapi dia kembali menangis, dia bukan menangisi keadaanya. Itu adalah tangisan kekesalan, dan Dev menyadari itu.


Tubuh Kiran bergetar, dan saat itu juga Dev memeluknya erat. Kiran terus menangis meski sudah berada dalam pelukan lelaki itu.


"Maafkan aku, Kiran." Tidak terpikirkan hidupnya akan seperti ini. Karena yang dia tahu kekasihnya adalah anak orang kaya, tak terpikirkan bahwa orang tuanya akan mengusirnya bahkan mengeluarkannya dari daftar keluarga. Dan semua ini karenanya, dengan mudah dia percaya surat palsu itu. Harusnya dia sadar bahwa tulisan itu bukan tulisan kekasihnya. Memang dasarnya sudah tersulut emosi sampai dia percaya begitu saja, karena dia pun sama mengharapkan kekasihnya datang menemuinya.


"Mommy," panggil Krish.


Tangisan Kiran berhenti, dia pun melepaskan diri dari pelukan lelaki itu. Lalu Kiran beranjak menghampiri Krish yang tengah membawakan makanan. Kiran berjongkok mensejajarkan tingginya dengan putranya.

__ADS_1


"Mommy belum makan, Daddy. Bolehkah Mommy makan ini?" izin Krish.


"Tentu, itu buat kalian. Makanlah dan suapi, Mommy," pinta Dev.


Bocah berusia lima tahun itu menyuapi ibunya makan roti isi daging. Pemandangan itu membuat Dev terluka, dia sering memakan makanan itu, sedangkan mereka? Makan enak harus menunggu satu bulan, dan itu pun tidak menentu.


"Ini enak 'kan, Mommy. Mommy harus makan yang banyak biar punya tenaga. Kerjaan Mommy harus selesai hari ini karena Daddy akan mengajak kita jalan-jalan, Mommy sudah baikan kan dengan, Daddy? Aku lihat kalian pelukan, kata bibi Neha orang baikan itu akan saling berpelukan seperti Mommy dan Daddy barusan," terang Krish panjang lebar.


Tanpa disuruh, Dev melanjutkan pekerja Kiran. Pekerjaan ini sering dia lakukan semasa dulu, baginya itu tidak terlalu sulit. Meski Kiran belum memaafkannya, tapi setidaknya wanita itu sudah menerima kehadirannya meski belum ada kejelasan bagi hubungannya.


Lalu, Dev pun tak kalah menghentikan aksi Kiran. Sampai dia menyentuh tangan wanita itu. Dilihatnya, telapak tangan itu nampak kasar. Itu sebagai pembuktian bahwa selama ini Kiran bekerja keras. Dev mengusap telapak tangan kasar itu, lalu Kiran menarik tangannya dengan cepat. Dia sangat malu dengan kondisinya sekarang.


"Maafkan aku." Lagi-lagi Dev merasa bersalah, sudah dibilang, tidak mudah memaafkan kesalahannya selama beberapa tahun ini.

__ADS_1


"Nanti bajumu basah, jadi biarkan aku menyelesaikan pekerjaanku," kata Kiran.


"Kau ratu ku, dan aku tidak akan membiarkan kau bekerja seperti ini. Ini hari terakhir kau membuka jasa cucian, besok-besok aku tidak mengizinkannya," sahut Dev.


"Asyik, Mommy sama Daddy sudah baikan." Krish sangat bahagia.


Kiran melakukan ini demi putranya, urusannya dengan Dev belum selesai karena dia belum tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kiran cukup lelah untuk berdebat, akhirnya dia membiarkan Dev menyelesaikan pekerjaannya.


***


Hari ini, Dev mengajak Krish bermain ke tempat permainan di pusat kota. Tentu Kiran pun ikut. Tidak ada yang ditutupi oleh Dev, apa lagi setelah mengadakan acara klarifikasi kemarin. Ada yang menatap tidak suka pada Kiran, ada juga yang melihatnya dengan bangga. Dev tidak pernah melihat siapa yang menjadi kekasihnya. Karena yang mereka tahu Kiran hanyalah gadis biasa.


Krish bahagia karena saat ini dia tengah bermain tembak-tembakan. Dev ikut mendampingi, sedangkan Kiran hanya menyaksikan dari kejauhan. Sesekali dia tersenyum melihat ayah dan anak itu. Dev pun berbuat demikian, sesekali dia menoleh kearah Kiran yang tidak ingin saling berdekatan.

__ADS_1


Namun, tiba-tiba saja. Krish menghilang dari pandangan Kiran. Dan wanita itu menjadi panik.


__ADS_2