Benih Yang Kau Titipkan

Benih Yang Kau Titipkan
Bab 25


__ADS_3

Deg.


Semua bayangan masa lalu terlintas dalam benaknya.


Bayang-bayang di mana, Dev berjanji akan menikahinya. Tapi nyata itu hanya bualan manis saat dia meminta kesuciannya. Berjanji akan selalu bersama sampai Dev sukses.


"Aku mencintaimu, Kiran. Kita akan selalu bersama sampai ajal memisahkan kita." Ucapan Dev kala itu begitu meyakinkan sampai Kiran percaya, bahkan demi seorang Dev dia mengorbankan keutuhan keluarganya.


Demi memperjuangkan cinta Kiran rela menentang orang tuanya. Nyatanya, dia memperjuangkan seorang pengecut. Lelaki itu hanya memikirkan dirinya sendiri, setelah sukses dan memiliki segalanya dia ditinggalkan begitu saja seperti sampah yang berbau.


Tatapan Kiran begitu tajam seperti Elang yang siap menerkam. Dia merangkul putranya, tidak ada yang berhak memisahkannya dengan Krish, meski sekali pun ayahnya.


"Mommy," ucap Krish. Tatapan bocah itu melihat kedua orang tuanya secara bergantian. Dia belum mengatakan apa-apa pada Dev.


Bahkan Dev sendiri sangat terkejut setelah dia melihat Kiran yang kini berada di hadapannya. Matanya berlinang air mata, dia merindukan sosok Kiran Sarasvati. Kekasih yang dari dulu dia cintai sampai sekarang. Rasa rindu itu tidak tertahan sampai dia melangkahkan kakinya ke depan.


Namun, justru Kiran malah mundur beberapa langkah. Dia mengakui bahwa rasa cinta masih teramat besar, tapi ingatan rasa sakit itu tidak bisa hilang begitu saja. Dia rela kehujanan hanya demi menunggu seorang Dev. Lelaki yang tadinya miskin dan tidak punya apa-apa, lalu menjelma bak seorang raja. Apa pun yang diinginkannya pasti dia dapatkan, begitu pun membuangnya dalam sekejap tanpa bekas.

__ADS_1


Kiran tak bisa menahan tangisnya, dia menangis tanpa suara. Lalu menoleh ke arah putranya yang berada dalam dekapan.


"Mommy, katakanlah sesuatu. Jangan diam saja," ucap Krish. Dia hanya ingin ibunya berkata 'lelaki itu ayahmu, peluklah dia' tapi rasanya itu hanya kepastian yang belum pasti.


Bocah itu bingung, apa yang telah terjadi antara ibu dan ayahnya? Krish hanya ingin memiliki keluarga utuh seperti teman-temannya yang lain. Salahkah jika dia berharap orang tuanya bersama? Bersatu dalam ikatan cinta.


Kiran tak mampu berucap, apa lagi mengatakan bahwa anak yang dia peluk adalah anak dari kekasihnya. Lelaki yang kini ada di hadapannya nyatanya adalah ayah biologis, Krish.


Seketika, tubuh Dev ambruk. Dia melihat kekecewaan di mata Kiran, meski dia tahu bahwa apa yang terjadi semuanya hanya rekayasa semata. Seseorang berhasil memisahkannya beberapa tahun. Dia terpisah dari orang yang begitu berarti dalam hidupnya.


"Apa Krish anakku?" Pertanyaan itu lolos begitu saja dari bibir lelaki yang tengah berlutut sambil menunduk. Dia tak berani melihat kehancuran di mata Kiran.


Perasaan yang tercabik begitu semakin merasa teriris. Wajah polos itu sangat memprihatinkan, Kiran tak tega dengan keinginan putranya yang menginginkan sosok ayah dalam hidupnya. Dengan anggukkan, Kiran mengiyakan putranya menghampiri Dev.


Setelah mendapat anggukan dari sang mommy, Krish langsung berlari meski jarak tidak begitu jauh. Dia hanya ingin langsung ada dalam pelukan lelaki bersuara merdu itu.


"Daddy," teriak Krish.

__ADS_1


Dev yang memang sejak awal merasa ada ikatan batin itu langsung merengkuh tubuh kecil itu, Dev menciumi wajah anak itu bertubi-tubi.


"Krish, putraku. Kau darah dagingku." Luruh sudah air matanya. Dev menangkup pipi bocah itu, menelisik setiap inci wajah anaknya. Wajahnya juga dengan wajah Kiran berpadu di wajah Krish yang tampan.


Hidung mancung, Alis tebal dan mata bulat. Sungguh begitu sempurna ciptaan Tuhan yang satu ini. Wajah Krish begitu tampan sampai Dev tidak merasa bosan saat melihatnya, apa lagi setelah tahu anak itu adalah putranya.


Setelah puas memandang Krish, tatapan Dev teralih pada seorang wanita yang masih berdiam diri. Wanita itu membisu. Dia tidak tahu dari mana dia menjelaskan semuanya. Dev beranjak berdiri, lalu melepaskan tangan Krish yang sejak tadi dia genggam. Dev menghampiri Kiran, dan tatapan mereka saling beradu.


Namun, di menit berikutnya Kiran langsung memalingkan wajahnya. Dia tak bisa terus menerus menatap kedua bola mata itu. Tangan Kiran melambai ke arah Neha, mengisyaratkan bahwa wanita itu harus mengajak Krish pergi dari sana. Sepertinya dia tak bisa terus berdiam diri, dia harus bicara dengan lelaki itu.


"Kau sudah tau semuanya, sekarang pergilah. Biarkan aku hidup bahagia bersama putraku," tutur Kiran pada Dev setelah Krish pergi dari hadapannya.


Setelah bertemu mana mungkin Dev melepaskannya begitu saja. Justru dia ingin berkumpul dengan mereka. Tapi ini bukan waktu yang tepat, Kiran masih emosi. Dev akan memberi waktu untuk wanita itu.


"Baik, tapi aku akan kembali. Setelah ini jangan menghindar dariku, jika itu terjadi maka aku membawa Krish!" ancam Dev. Meski sebenarnya dia tidak mungkin berbuat demikian.


Dev pun akhirnya pergi, pergi untuk kembali. Namun, langkahnya terhenti saat Krish memanggilnya.

__ADS_1


"Daddy!" teriak Krish. Bocah itu berlari, tapi Kiran langsung menghentikan langkah anaknya. "Mommy, kenapa Mommy usir, Daddy?!"


__ADS_2