
Di sebuah apartemen, lebih tepatnya di dalam sebuah kamar. Seorang wanita tergeletak tak sadarkan diri. Lalu, seorang pria dengan setia menunggu wanita itu sadar setelah insiden yang tak sama sekali terpikirkan. Bagaimana tidak? Siapa yang akan menyangka kejadian itu terjadi karena suaminya menyangka wanita pingsan itu berselingkuh, bahkan melahirkan seorang anak dari laki-laki lain.
Ya, Syiha dibawa oleh Sunil ke tempat tinggalnya. Dia tak ingin kejadian ini membuat kegelisahan seorang wanita yang tak lain adalah kakaknya, yaitu Kiran. Wanita yang baru saja menemukan kebahagiaan nya.
Sunil menatap wajah cantik wanita itu, sungguh malang nasibnya. Entah kenapa, ada dorongan sehingga dia menyentuh wajah wanita itu. Ada luka lebam akibat tamparan, bahkan sudut bibirnya masih menyisakan darah kering. Sunil inginnya memanggil dokter, tapi dia harus mendapatkan izin terlebih dulu dari wanita itu.
Tidak bisa tinggal diam, Sunil pun akhirnya beranjak. Dia mengambil minyak angin untuk membantu wanita itu agar cepat sadar. Sunil kembali duduk di sisi tempat tidur, dia minyak angin itu di dekat hidung. Tak berselang lama, Syiha akhirnya sadar.
Saat membuka mata, Syiha menangis. Dia teringat atas perlakuan lelaki yang menjadi suaminya. Lelaki itu begitu tega menuduh dan memfitnah tanpa bukti. Yang lebih sakit lagi, Smith tidak menganggap Sanju sebagai putrinya hanya karena gadis kecil itu bukan ahli waris yang sesungguhnya.
"Hey, kau jangan menangis. Kau aman di sini," ujar Sunil.
Syiha langsung menghapus air matanya, tak seharusnya dia menangis. Semua ini sudah takdir, mau tak mau dia harus menerima ini semua.
"Terima kasih sudah menolongku, tapi aku harus pulang." Syiha beranjak dari tempat tidur. Namun, dia merasa kepalanya pusing dan menjadi oleng.
Sunil, dengan cepat berdiri dan menangkap tubuh wanita itu sehingga tatapan mereka saling beradu beberapa detik.
"Maaf, aku tidak bermaksud-"
__ADS_1
"Tidak apa-apa, maaf sudah merepotkan mu." Syiha benar ingin pergi. Namun, langkahnya terhenti kala Sunil bersuara.
"Apa kau yakin akan pulang dalam keadaan seperti itu? wajahmu lebam dan sudut bibirmu berdarah, orang tua mana pun akan sakit jika melihat putrinya seperti itu."
Syiha membalikkan tubuh, lalu melihat ke arah Sunil. Benar apa kata lelaki itu, ini akan menjadi pertanyaan besar dari keluarganya. Apa lagi, mereka tengah bahagia-bahagianya. Dia juga tidak mungkin mengecewakan sang ayah dengan sikap Smith yang selalu dia puja di hadapan orang tuanya.
Nyatanya, sikap dan perilaku Smith jauh lebih buruk dari lelaki breng-sek sekali pun.
"Tidurlah di sini malam ini, apa perlu aku panggilkan dokter untuk mengobati lukamu?" tawar Sunil.
"Tidak usah, kalau tidak merepotkan apa aku boleh minta air hangat untuk mengompres luka ku?" pinta Syiha.
***
Sunil kembali sambil membawa nampan yang berisi air hangat dan handuk kecil. Dilihatnya, Syiha tengah termenung menatap ke arah luar jadi jendela. Lalu, wanita itu berbalik saat menyadari bahwa Sunil telah kembali.
Syiha menghampiri Sunil yang duduk di sofa. Dan pria itu berinisiatif untuk membantu membersihkan luka di sudut bibirnya. Namun, Syiha beringsut mundur. Dia menolak pertolongan lelaki itu karena bagaimana pun statusnya adalah seorang istri.
"Maaf, aku tidak bermaksud-"
__ADS_1
"Ya, tidak apa-apa. Aku tau niatmu baik."
Sunil membiarkan wanita itu membersihkan darah keringnya, dan Sunil menyiapkan kapas yang diberi obat untuk mengobati luka wanita itu.
"Terima kasih." Syiha menerima kapas yang sudah diberi obat oleh Sunil. "Apa kau tinggal di sini sendiri?" tanya Syiha kemudian.
"Ya, aku sendirian di sini. Sendiri jauh lebih baik," jawab Sunil.
Syiha mengerutkan keningnya setelah mendengar penuturan lelaki itu.
"Kenapa? Apa ada yang salah dengan ucapanku?" tanya Sunil karena Syiha menatap wajahnya tanpa berkedip.
"Kau itu aneh, semua orang ingin memiliki pasangan. Tapi tidak dengan kau, makanya aku bilang kau itu aneh." Syiha menertawakannya dan Sunil pun ikut tertawa.
Tanpa sadar, Sunil tersenyum melihat wanita itu tertawa lepas.
___
****Hai, aku kembali nih. Maaf baru up lagi. Aku bawa karya teman juga sambil nunggu ya****.
__ADS_1