Berakhirnya Bahtera Kehidupan

Berakhirnya Bahtera Kehidupan
Liminal Space


__ADS_3

Meow.. meow.. meow..


"Eh... kamu beneran lapar pus?"


Saat aku melihat kucing ini agak lama aku melihat tatapan mata mengemaskan yang mana membuatku iba dan merasa gemas di satu kondisi.


Aku pun menghela nafas panjang lalu mengeluarkannya, bersiap untuk segala kondisi kedepannya. Kini diriku berusaha untuk memberanikan diri keluar dari ruangan aneh ini.


Memulai langkah menginjakkan kaki pada ruangan asing yang secara tak terduga aku jumpai.


Temperatur didalam tempat ini ternyata begitu mirip dengan tempat tempat perbelanjaan elit, dingin sekaligus menyejukkan.


Bahkan aroma menyegarkan membuatku tenang dan fresh kembali.


Benar benar ruang ini dibangun dengan alasan yang kompleks. Cuma yang jadi pertanyaan kenapa ruangan ini di sembunyikan?


"Umh... aku jadi penasaran sekali. Haa.. sebaiknya aku mencari tahunya sendiri, selagi aku masih berada di tempat ini. Mana mungkin kan, aku terjebak disini hingga hingga dalam waktu yang tidak dapat dipastikan!"


Kucing oranye tersebut terlihat mengikuti ku saat aku beranjak menuju lorong rak berisi cemilan. Entah kenapa saat aku melihat wadah kemasan dengan tampilan yang terlihat menggoda aku jadi tergerak menuju kesana. Di satu sisi aku sangat tertarik untuk mencobanya.


Untuk saat ini, pertama pertama aku harus mengecek ruangan besar berisi produk produk dalam jumlah yang banyak ini secara keseluruhan.


Aku tahu, pasti akan membutuhkan waktu yang lama. Tapi setidaknya aku harus berjuang sebelum diriku memutuskan untuk menyerah.


Lagian jika aku terjebak disini sampai beberapa hari, itu tak menjadi masalah. Bahkan aku sama sekali tak merasa khawatir. Sebab, segala yang aku perlukan sudah tersedia disini.


"Kuakui, keadaan tak biasa ini malah membuatku senang, di satu sisi aku merasa cemas kepada ayah dan ibu. Mereka pasti sedang mencariku sekarang. Ku harap mereka segera menemukan ku," gumam ku sembari melihat lihat produk jajanan pada rak.


Di setiap langkah aku melihat ke kiri dan ke kanan.


Sek.. sek..


Aku menggoyangkan satu produk yang aku raih dari rak paling atas lantaran wadah jajanan tersebut berukuran jumbo. Dengan bantuan alat seperti tongkat yang dapat memanjang.


Setiap rak sepertinya memiliki tinggi sekitar 14 kaki.


Dari gambarnya ternyata jajanan ini adalah keripik yang dibuat sedemikian rupa menjadi cemilan pendamping. Cocok buat ngemil pas nonton film sih.


Tak lama aku membukanya dalam sekali sobek dan melahap satu demi satu cemilan ini. Melihat pus yang berjinjit aku pun memberikannya beberapa keripik


Meoww...

__ADS_1


"Puss suka cemilan ini ya, aku tambah lagi."


Lanjut lagi aku mengeksplor tempat ini. Setelah memakan cemilan dan menyisakan sembari membawanya.


Sayangnya aku tidak mendapati apa apa selain kumpulan produk di tempat ini, walaupun ada beberapa barang yang masih terlihat bagus. Namun tak ku temukan suatu petunjuk.


Dan jika aku gambarkan diriku saat ini, aku seperti berada di tengah-tengah lautan dengan kapal yang hendak mencari daratan.


Bahkan sinyal ponsel hilang saat aku berada disini, yang padahal saat aku masih di ruang sempit tadi aku berniat untuk menghubungi Devan kembali.


Kala itu sinyal ponsel masih normal normal saja.


Pada akhirnya aku tetap berusaha untuk mencari jalan keluar alternatif dan bila perlu kembali ke ruang tadi.


Semangatku masih membara dan belum hilang sekarang.


Kali ini aku pastikan tidak akan tersesat lagi, karena aku menandai jalan yang baru saja aku lewati dengan remahan jajanan dari keripik ini.


Istirahat sebentar, aku pun duduk di sofa yang masih terbungkus plastik sembari menunggu kucing ini selesai menghabiskan makanan kucing yang aku beri.


"Hmm, aku bosan lama-lama disini. Padahal ada banyak makanan yang pingin aku coba, tapi... aku rindu makan malam bersama ibu dan ayah.. Dan sekarang sudah jam 16.45."


Memperlihatkan jajanan maupun minuman yang barusan aku lihat. Nampak begitu lain dari yang lain, kemasannya elegan dan sangat menarik.


Ada satu foto memperlihatkan mesin minuman yang menurutku luar biasa. Bukan dari Tampilannya, bukan pula dari desainnya mengenai cara keluar minuman dalam mesin tersebut.


Melainkan detail kecil yang aku temukan tentang tahun yang tertera pada mesin minuman itu. Berasal dari tahun yang cukup lama dari sekarang.


Saat akan memfoto saat itu aku sempat shock namun rasa penasaran membuatku bersemangat ingin menyusun puzzle misteri misteri tentang tempat ini.


Ya, aku hubungan saja sesuatu yang baru aku lihat di ruangan ini adalah suatu misteri, seakan aku sedang menjalani operasi penyelidikan.


Menjadi seorang detektif kecil yang pintar dalam memecahkan kasus.


Hingga pada akhirnya aku memilih untuk kembali ke ruang yang menghubungkan aku dengan tempat ini.


Di kala perjalanan kembali aku mendapati rak rak berisi mainan yang membuatku tertarik sekedar untuk melihat lihat. Tidak ada niatan untuk membawanya sama sekali.


Hanya saja aku merasa berbeda setelah mengetahui lorong dalam rak, yang terlihat gelap di depan sana.


Ada perasaan takut dengan sosok yang bisa saja muncul dalam kegelapan itu.

__ADS_1



Meow.. meow.. meow..


Suara penuh penekanan seperti memperingati ada seseorang berasal dari kucing itu kini membuatku waspada.


Jantungku mulai berdegup kencang selagi mencari arah untuk kabur dari posisiku sekarang ini.



Berharap seseorang tidak menangkapku dari arah belakang.


Keberadaan pus sebenarnya tidak aku ketahui, mungkin aku terpisah tanpa disadari. Tapi mendengar suaranya aku bisa memastikan keberadaan kucing itu. Tak jauh dariku.


Itu artinya aku dalam keadaan rentan dan harus berhati-hati terhadap suara yang menimbulkan diriku diketahui oleh seseorang itu.


Aku putuskan saja suara penekanan kucing itu menandakan dia melihat maupun merasakan keberadaan seseorang.


"Di depan sana aman, aku bisa lari kecil dengan langkah tak terdengar sekarang," ucapku dalam hati memastikan setiap lorong rak.


......


"Berhasil, akan tetapi aku berhenti terlebih dahulu sekarang. Feeling ku merasa tak enak jika dilanjutkan. Lebih baik aku bersembunyi di antara celah rak!"


Meow!!!


"Puss!?"


Akibat suara kucing itu aku pun menjadi takut terhadap seseorang yang melakukan hal itu. Entah apa yang dilakukannya, tergambar dari suara kucing itu barusan.


Menengok kanan dan kiri sembari melihat sekitaran yang tak lepas dari pandang ku. Aku pun mulai bergerak kembali.


Lebih membuatku khawatir sekarang adalah keberadaan seseorang itu yang mana mirip sepertiku.


Langkahnya tak terdengar saat melangkah. Bagaikan hantu dengan kaki yang melayang saat bergerak.


Sebenarnya aku belajar jalan dengan langkah tanpa suara ini dari ayah. Tak ku sangka ada seseorang yang mempelajarinya.


"Tunggu. Apa seseorang itu adalah...??"


"Emh...?!"

__ADS_1


__ADS_2