Berakhirnya Bahtera Kehidupan

Berakhirnya Bahtera Kehidupan
Sebuah Tempat Di Ujung Bahtera


__ADS_3

Dalam keadaan panik aku menyuruh Cristan untuk mundur kebelakang, karena orang-orang itu sepertinya memiliki niat tak baik.


Dari kelihatan saja mereka bukanlah orang baik-baik. Mereka membawa senjata berupa pemukul baseball dan besi yang dikenakan di jari serta satu robot petarung, aku nyakin sekali.


"Tenang saja serahkan hal ini padaku, akan ku urus mereka dengan mudah," sahut Cristan yang kelihatannya tak mempermasalahkan keadaan ini, membuatku tak habis pikir.


Mobil ini pun melaju mobil ketika orang-orang bersenjata itu mulai bergerak duluan.


Sebuah robot yang tadinya bergeming kini diprogram lalu melayang menuju kemari dengan tangannya terdapat sinar laser.


Entah apa tujuannya mereka beraksi langsung berbahaya ini aku tidak tahu, namun hal itu membuatku berpikir jika target mereka bisa saja bukan kami. Tapi Devan.


Sreet...


Breem.


Setelahnya Cristan melakukan aksi manuver menggunakan mobil yang dikendarainya. Sehingga mobil ini bisa langsung melaju kencang meninggalkan mereka.


Tentu saja mereka tidak semudah itu melepaskan kami, serangan dari robot petarung rupanya menjadi garda terdepan mereka.


Sedangkan kedua mobil yang seolah menghadang lantaran ada di tengah jalan kini sudah meraka kendarai.


Serangan barusan mengincar ban mobil menggunakan senapan mesin dari tangan robot itu, tapi Cristan entah bagaimana bisa dia menggunakan mobil yang sudah dimodifikasi.


"Hahaha roda mobil ini kebal terhadap senjata seperti itu."


"Jadi kamu sudah memperkirakan hal ini bakal terjadi huh?" tanyaku masih dengan perasaan khawatir. Sebab kecelakaan bisa saja terjadi.


Sebelumnya Cristan mengendarai mobil ini dengan kecepatan tinggi. Dan jika saja ban mobil ini adalah ban biasa hingga pada saat di tembak, hal tak diinginkan itu akan terjadi dengan sangat fatal. Itulah simulasi hal buruk yang bisa saja terjadi di kepalaku.


Dorr.


"Sebagai orang yang ditugaskan untuk membawamu aku ini mempersiapkan segala dari awal. Dari berbagai simulasi kejadian, kemungkinan untuk mengatasinya, dan perlengkapan khusus!" ujar Cristan sembari fokus menyetir.


Sepertinya dia juga memodifikasi bagian atap mobilnya, atau mungkin seluruhnya. Karena tembakan demi tembakan yang terlontar dari robot itu tak mampu menembus mobil ini.


Di bagian kaca depan mobil ini, tepatnya yang berada di dalam terdapat layar menampilkan sorot di berbagai sisi luar mobil, jadi aku bisa melihat keadaan dibelakang tanpa harus menengok lewat kaca.


Dan sekarang robot itu mulai melepaskan satu persatu bagian tubuhnya, masih dalam keadaan melayang dan mengejar. Kemudian beberapa bagian itu bergantung menjadi objek seperti peluru berukuran besar.

__ADS_1


Woosh...


"Ah ... gawat. Mobil ini tak bisa kebal terhadap ledakan!" ujar Cristan yang mana perkataannya itu membuatku gelisah.


"Ga, ga mungkin. Cepet lakuin apa aja supaya tidak terkena objek itu," pintaku dengan ekspresi khawatir sembari memegang tangan Cristan di kemudi. Menatapnya penuh harap kepadanya.


"Hu... kita akan mati. Sebab objek untuk mengunci setiap target. Jadi kemanapun kita bergerak akan selalu diikuti sampai boom... ledakan terjadi."


"Mmm aku gak mau mati, aku masih ingin hidup lebih lama lagi!!!" ucapku meracau sembari memukul-mukul bahu Cristan.


"Haha aku hanya bercanda."


"Eh??"


"Kamu...!"


Darr.


Saat aku hendak melakukan pembalasan kepada Cristan karena telah menipuku dengan bercandanya di tingkat sudah keterlaluan, suara ledakan terdengar.


Namun sepertinya suara memekikkan tadi terendam dalam sekejap hingga tidak ada suara lagi.


Hanya saja aku masih memiliki dendam kepada Cristan, kenapa timbul niatan untuk mengerjai ku?


Belum usai aku bernafas lega bagian dari robot tadi kini berubah menjadi wujud lempengan dan langsung saja melesat menuju mobil ini. Pada sorot tak terjangkau.


"Tch, gawat."


"Ada apa?" tanyaku bingung kenapa Cristan berdecak barusan.


Wug.


"Aaa!!!" Aku pun berteriak saat mobil yang ku tumpangi ini melayang beberapa meter di udara.


Bahkan kini sudah di posisi terbaik. Aku beruntung karena menggunakan sabuk pengaman. Jika tidak akan beda cerita.


"Eh??"


Secara mengejutkan kedua mobil dibelakang meledak tanpa sebab, jadi apa yang sebenarnya terjadi?

__ADS_1


Entah dengan cara apa mobil yang ku tumpangi ini mendarat dengan baik dari sebelumnya terbalik di udara.


"Saat mobil ini terbalik karena pelontar dari alat bagian dari robot tadi, aku menggunakan bom khusus. Sehingga saat fokus kedua orang do mobil itu teralihkan, hal itu adalah awal kematian mereka!"


"Bom khusus, kematian, apa maksudnya?" seruku tak paham dengan penjelasan Cristan barusan.


Dia pada akhirnya tidak menjawab, namun raut wajahnya kelihatan senang entah kenapa.


Kami berdua lalu berganti lajur kembali ke arah sebelumnya. Dan saat melewati dua mobil yang meledak tadi aku jadi mengerti.


Bom yang Cristan bilang adalah bom khusus sepertinya adalah tipe bom tempel, dalam penggunaannya Cristan menjatuhkan bom itu kejalan. Lalu saat berpapasan dengan kedua mobil itu bom ini bereaksi hingga menempel di bagian bawah mobil. Dan terjadi ledakan, namun ada jeda.


Berhubungan dengan ucapan Cristan yang mengatakan mereka lengah, jadi di waktu itu mereka tidak menyadari bom yang dijatuhkan oleh musuh.


"Hehe.. aku akhirnya tahu apa terjadi barusan," gumam ku pelan terkekeh dalam diam.


Sudah jelas karena kedua mobil tadi salah satunya terbalik hingga memperlihatkan Bagian bawah sudah berlubang, karena ledakan tadi.


•••


Di tempat tersembunyi masih di lantai masyarakat kelas atas Cristan berhenti di sebuah garasi mobil dari rumah yang nampak biasa-biasa saja.


Memang tampilannya seperti rumah mewah pada umumnya dan berukuran besar, tapi Cristan bilang dia akan membawaku ke suatu tempat sama sekali belum pernah semua orang lihat. Kecuali dirinya, ayahnya, aku, dan ayahku.


Menengok keluar jendela tadi ternyata aku baru menyadari, jika bagian belakang rumah ini hingga ke atas adalah dinding.


Itu artinya rumah ini bertempat atau berdekatan dengan ujung sebagian wilayah dari bahtera ini.


Anehnya garasi mobil rumah ini begitu dalam sampai-sampai bisa ku katakan menembus rumah dan bagian ujung dari dinding bahtera.


Jujur saat memasuki garasi aku bingung setelah mobil ini berhenti dan bagian garasi sebagai pintu keluar mulai tertutup. Bukan itu saja, sekitaran yang sebelumnya menampilkan keadaan biasa kini menghilang sudah.


Rupanya saat aku perhatikan dengan seksama aku seperti halnya sedang naik keatas di dalam mobil yang aku tumpangi.


Dengan kata lain lantai ini seperti lift sedang menuju lantai ke atas.


Tak lama lantai ini berhenti. Mobil kembali melaju. Dan alangkah terkejutnya diriku saat melihat ruangan berisi objek-objek mirip dengan kendaraan di dalam air dalam buku pengetahuan tentang bumi yang pernah aku baca.


Yang membuatku shock ternyata kendaraan itu benar-benar ada dan sekarang menggantung di langit-langit ruangan super besar dan luas ini.

__ADS_1


__ADS_2