
Kami berdua pun melanjutkan perjalanan memasuki pabrik besar yang dikatakan oleh Cristan adalah lab rahasia. Aku begitu penasaran.
Segala aktivitas di tempat ini menggambarkan runitinitas para pekerja dari bangunan besar yang beroperasi sebagai pengelolaan bahan baku pangan jangka panjang, makanan kaleng.
Disini aku masih belum menemukan tanda-tanda kami berdua akan memasuki lab. Cristan terlihat berjalan santai sembari menyapa beberapa para pekerja yang dilaluinya.
Beda denganku yang hanya tersenyum simpul dan merasa canggung lantaran tempat ini tak ada satupun perempuan yang ku lihat, sepertinya hanya diriku lah perempuan satu satunya disini.
Terkadang beberapa pekerja melirikku dengan pandangan mata terkejut.
Beberapa menit berlalu, kakiku mulai terasa pegal lantaran perjalanan ini begitu panjang. Maksudnya jarak tempuh lab rahasia lumayan jauh dari ruang lingkup pabrik ini beroperasi semestinya.
Aku heran, kenapa lab seluar biasa ini dirahasiakan oleh Cristan. Apa ada suatu alasan?
"Hey.. jangan melamun."
"Huh.."
"Ya biarkan saja."
•••
"Jadi kamu rahasiakan karena menduga krisis itu akan terjadi dalam waktu dekat?!" tanyaku setelah mendengar alasan lab ini dirahasiakan dari publik.
"Begitulah, aku hanya mempersiapkan segalanya dari awal. Apa aku keliru?"
"Bukan begitu, hanya saja sampai saat ini, ku yakin pemerintah sedang berusaha semaksimal mungkin supaya krisis ini tak lama terjadi!"
"Kau salah. Ayahku adalah seorang pengamat handal yang bekerja lebih dari sepuluh tahun, beliau mengetahui kemungkinan krisis itu akan datang dalam waktu dekat. Dan akan semakin parah kedepannya. Karena di lapangan maupun melalui pengalamannya, ayahku menemukan berbagai bukti logis!"
Bukti yang dijelaskan oleh Cristan kepadaku adalah habisnya suplai obat-obatan di rumah sakit yang dipengaruhi oleh faktor produksi ekspor dari pabrik.
Dan yah, menurutku bukti ini bisa menjadi awal dari krisis berkepanjangan yang mungkin berdampak besar di sisi negatif bagi kehidupan.
Dikarenakan tempat produksi obat-obatan legal yang biasanya di kirim ke rumah sakit berbagai kasta sedang mengalami kekurangan bahan obat.
Parahnya lagi semua pabrik mengalami hal serupa. Dan berimbas pada orang-orang yang tengah di rawat di rumah sakit.
Bukti lain berhubungan dengan bahan pangan sehari-hari yang kini terjadi kemerosotan seiring waktu.
Masyarakat diketahui mengikis bahan pangan maupun produk produk tertentu dengan uang yang dimilikinya.
Cristan menggarisbawahi bahwa ada banyak orang-orang yang membeli banyak produk makanan maupun minuman yang dibeli dalam jumlah banyak sekaligus, hanya bermodalkan uang dalam jumlah banyak.
__ADS_1
Kurasa penjual tertipu ataupun terpedaya tanpa mereka sadari. Sebab, tak mengetahui kondisi yang terjadi di kacamata mereka tentang publik seperti apa.
Bukti lain yang dikatakan oleh Cristan kali ini membuatku termenung saat dia menjelaskannya.
Yaitu kehidupan manusia di dalam bahtera ini akan punah pada akhirnya. Karena di bagian lain bahtera dari Kapal selam berukuran raksasa ini akan mengalami error.
Disebabkan oleh makhluk kedalam yang kini sudah mencapai ruang lingkup di mana lautan pada umumnya belum diinvasi.
Saat ini pun aku masih termangu lantaran Cristan menjabarkan ukuran makhluk kedalam itu yang ukurannya setengah dari kapal selam yang memuat ribuan kehidupan manusia didalamnya.
"Dan yang tak dapat dihindari adalah serangan monster kedalam dengan ukuran melebihi bahtera ini!" lanjutnya berkata.
Bruk.
•••
"Emm...."
Tidak ku sangka diriku pingsan sebelumnya. Kini aku terbangun di sebuah kasur empuk di di dalam kamar bersih dan rapi.
"Dari pajangan dan barang-barang disini kurasa... aku berada di kamar pria!" ucapku dalam hati menerka dan waspada.
"Huh!?"
Dia sepertinya menunggu ku terlalu lama sejak diriku pingsan, tapi apa dia sampai segitunya?
"Merepotkan saja. Aku sudah lama menunggumu bangun agar diriku bisa melakukan aktivitas yang lain!" ucapnya sembari menghela nafas, ekspresinya itu membuatnya merasa tak enak.
Aku pun memutuskan untuk pergi setelah beranjak bangun, namun Cristan menahan tanganku. Dia berkata bahwa dirinya sedang menggodaku saja demi kepentingannya sendiri.
Dan aku tak tahu kenapa, aku memilih untuk tidak bertanya tentang itu.
Ternyata aku pingsan selama dua puluh menit, dan sebelumnya Cristan sengaja membawaku ke kamarnya agar diriku lekas siuman.
Jujur saja, mendengar penjelasan tadi aku menemukan hal yang sekiranya dirahasiakan. Bahwa tempat tinggal Cristan ternyata di dalam pabrik yang sedemikian rupa disamarkan.
Lab itu pun berisi banyak jejak dari kehidupan bumi, dimana setiap sesuatu yang ditujukan ada penjelasannya.
Lalu mengingat lagi ruangan lab luas itu benar-benar membuatku semakin penasaran, siapa sebenarnya Cristan itu?
Masih ada beberapa menit lagi bagiku untuk menghabiskan waktu bersama dengan Cristan sekarang ini.
Sebelumnya Devan memberiku syarat agar diriku tidak terlalu berlama-lama pergi dengan orang yang tidak aku kenali begitu dekat.
__ADS_1
Satu jam, katanya. Tidak boleh lebih. Aku harus ada di penginapan itu. Devan mengatakan dengan tatapan serius dan nada tegas kala itu.
Seperti orang tua yang mengkhawatirkan anaknya. Tapi aku artikan bahwa dia sedang mengkhawatirkan diriku sebagai orang yang spesial baginya.
"Teehee.."
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Cristan yang mana membuyarkan lamunanku.
"Ya, aku baik-baik saja. Kalau begitu mari kita pelajari sesuatu tentang bumi lagi!" ajak ku antusias sekali.
"Hmm, ide bagus. Karena itulah aku mengajakmu bertemu denganku."
Baru tiga menit aku membaca buku catatan kuno yang berisikan pengetahuan tentang bumi, yang tidak diketahui oleh masyarakat umum dalam bahtera ini.
Aku teringat kembali pada flashback sebelum diriku pingsan. Hal itu membuatku tak mod lagi untuk membaca buku.
"Cris, aku mau tanya. Apa.. sekarang ini gangguan dari makhluk yang seukuran bahtera ini masih menyerang, atau... sudah lolos darinya?"
"Sudah. Hanya saja hal itu memberikan kerusakan parah pada bagian luar kapal, dan kurasa kita akan menghadapi masa-masa menjengkelkan!" ucap Cristan nampak kesal disaat menekankan kata "menjengkelkan"
Ada dari kalimatnya yang membuatku terkejut di penggalan informasi saat ini merujuk pada bahtera yang kami tempati. Dia seperti halnya tahu segala aktivitas yang tidak diketahui oleh masyarakat luas.
"Kalau begitu kita tidak ada waktu lagi untuk membaca sekarang, masyarakat yang tidak mengetahuinya harus kita diberi tahu!" sambung ku setelah beberapa saat terdiam. Sembari mengajak Cristan untuk ikut bersamaku memberitahu.
Bahwa tempat yang mereka huni ini tidaklah aman sama sekali kedepannya. Di mulai dari sekarang, hal-hal kecil.
"Tidak usah. Ada seseorang yang pantas untuk menyampaikan hal itu kepada mereka, tak lain adalah pemimpin bahtera ini sendiri! Dialah yang merancang segalanya terhadap tempat ini."
•••
Kabarnya pemimpin dari semua kelas masyarakat di tempat ini menghilang.
Hal itu pula yang membuatku bertanya-tanya, apakah segala informasi dari Cristan dapat dipercaya.
Soalnya informasi tadi sudah cukup membuat jantungku berdegup kencang hingga terasa sesak.
"Huh..."
Yang ada didalam pikiranku saat dalam perjalanan pulang menuju ke rumah saat ini adalah dampak dari menghilangnya pemimpin tinggi tempat ini.
Karena bisa saja keadaan dalam bahtera ini akan kacau jika beliau tidak segera ditemukan.
Dan benar saja. Berita membicarakan topik pencarian pemimpin tertinggi yang masih belum ditemukan.
__ADS_1
"Kamu akhir-akhir ini.. aku ketahui sering streaming dan membaca berita, apa itu bisa dikatakan minatmu yang berhubungan dengan cita-cita?" ujar Devan disaat mengendarai mobilnya dengan laju tak terlalu cepat.