Berakhirnya Bahtera Kehidupan

Berakhirnya Bahtera Kehidupan
Di Cegat


__ADS_3

Dua orang yang tadinya saling tatap menatap dengan tatapan mengintimidasi satu sama lain akhirnya mau berjabat tangan.


Namun aku masih melihat aura permusuhan diantara keduanya di balik senyuman bersahabat itu.


Devan kemudian menyuruh kami berdua untuk duduk guna membicarakan maksud dirinya berniat tidak baik padaku.


Katanya lebih baik dibicarakan dengan kepala dingin. Dan aku pun setuju.


Sementara guncangan tadi lenyap dengan sendirinya, meninggalkan tanda tanya buatku, ku ingat saat pertemuan itu dengan Cristan. Dia bilang bahtera ini memiliki lawan eksternal berasal dari serangan di luar bahtera, lebih tepatnya dilakukan oleh hewan air.


Yang membuatku merinding saat membayangkannya adalah ukuran dari hewan air itu, seukuran bahtera ini.


"Sebenarnya aku berbuat nekat dalam rangka menyelamatkan dirimu Xia, kulakukan hal itu hanya untuk menipu anggota penyelidikan. Ya. Aku bekerja di sebuah organisasi penjaga ketentraman setiap lantai!"


Jadi ketua dari organisasi ini memiliki pengaruh besar yang mana mendedikasikan dirinya untuk melindungi tempat ini dari berbagai ancaman.


Dalam arti hanya sedikit orang yang tahu tempat ini adalah bahtera berumur ratusan tahun.


"Tunggu, tunggu.. setahuku manusia hidup dalam bahtera ini tidak sampai ratusan tahun?" tanyaku didukung oleh Cristan.


"Ya. Kebanyakan menyebutnya begitu."


Devan menatap kami berdua sembari menghela nafas panjang lalu menghembuskan nya secara perlahan. Sepertinya ada fakta baru lagi.


Kemudian dia membuka mulut dan berkata "Kalian telah terpengaruh oleh informasi palsu yang menyesatkan!" ungkapnya terlihat serius.


"Ceritanya seperti ini, dahulu ada seorang profesor bernama Filsafah mengemukakan pendapat jika suatu hari nanti bumi akan berisi air tanpa adanya daratan, seperti halnya planet tiruannya. Berjarak jutaan tahun cahaya dari bumi.


Lalu apa maksud dari pendapatnya itu, dia bilang manusia dalam bahtera ini akan kacau jika mengetahui sesuatu yang berhubungan dengan bumi dan merujuk awal mereka semua pertama kali memasuki bahtera ini.


Artinya pada saat prof itu berpendapat, manusia dalam bahtera ini sudah melewati 500 tahun kehidupan berkasta sampai sekarang.


Yang artinya kita adalah cucu dari manusia pertama yang hidup dalam bahtera ini lebih dulu, dan akan merasakan dampak dari kehancuran pasti.


Kini aku merenung setelah mendengar perkataan Devan.


Sekarang aku mengerti kenapa krisis besar-besaran dan masalah internal di setiap lantai terjadi, itu karena bahtera ini sedang dalam fase akan fana.


Misalnya saja pengaruh dari obat tanaman guna mempercepat proses tumbuhnya. Dan berlangsung secara terus-menerus, sehingga berakibat fatal di kemudian hari.

__ADS_1


Seperti tanah yang kehilangan unsur hara dan kecocokan tertentu untuk ditanami benih.


Siapa sangka perwujudan itu memang benar adanya.


"Hmm, seperti kata pepatah di buku itu, kau menuai apa yang kau tanam," gumam ku dengan nada kecil dan pelan.


"Informasi palsu itu adalah kebohongan bahwa kita hanya beberapa tahun atau puluhan tahun hidup di bahtera ini, dan itupun bagi yang tahu. Semua informasi penting lainnya memang sengaja di tutup-tutupi!" sambung Devan lagi. Ekspresinya begitu bersemangat saat membicarakan hal ini.


Cristan masih diam belum menanggapi ucapan Devan, dia hanya terlihat memainkan jari. Mungkin dia masih kesal karena kejadian sebelumnya.


Dan aku tak ingin kecanggungan nanti menyelimuti kami bertiga setelah perkataan panjang Devan tidak ada yang merespon, mau tak mau aku harus bertanya atau menyahutnya.


Walaupun pernyataan tak berhubungan dengan arah pembicaraan, asalkan ada hubungannya sedikit.


"Ah... aku mau bertanya."


"Silahkan Xia," sahut Devan antusias, sepertinya ingin sekali mendengar pendapatku.


"Umm aku mau tanya seberapa parah kondisi di luar sekarang, misalnya kalau ditentukan oleh parameter?" tanyaku seraya memperhatikan gestur tubuh Devan.


"Sepertinya masih dalam fase sedang, namun perlahan menuju tingkat darurat. Sebut saja ada tiga fase."


"Eh, aku... jadi takut mengetahuinya."


"Apa untungnya dirimu memberitahukan tentang organisasi itu kepada kami, sedangkan kau sendiri masih menjadi anggota?"


Pertanyaan Cristan terdengar berbobot menurutku, di satu sisi dia seperti halnya mewakilkan diriku tanpa harus aku yang bertanya.


Bahkan pertanyaannya itu tidak sampai aku pikiran sebelumnya.


Tapi menurutku Devan bermaksud baik karena dia mau jujur mengenai perbuatannya, bahkan mau mengakui dirinya memang memiliki niatan tak baik padaku, sisi yang ku sukai karena hal itu demi keselamatan orang lain.


Meskipun aku sendiri masih belum tahu masalah yang dimaksud oleh Devan jika dia tidak membantuku.


Sayangnya pembicaraan kami harus berakhir disaat aku mulai mempersiapkan diri untuk to the point berhubungan dengan pertanyaan-pertanyaan mengganjal di hatiku.


Hal itu karena Devan ijin pergi karena ada urusan mendadak.


Kini aku hanya bisa menatap kepergiannya, terlihat punggungnya yang begitu proporsional dari belakang yang perlahan menghilang.

__ADS_1


Cristan lalu mengajakku untuk segera pergi dari sini, karena dirinya sangat terlambat sekarang. Membuang-buang waktu katanya dengan ekspresi jutek.


Aku pun mengiyakan, karena Devan memang mengijinkan diriku pergi dari tempat ini atau memilih menetap tanpa paksaan.


Bahkan untuk membuatku percaya dia sampai mematikan kendali robot-robot penjaga tadi.


"Huh ... aku masih penasaran dengan jawaban apa yang akan Devan katakan apabila tadi dia tidak mendapatkan panggilan," gumam ku sambil bersandar di kursi depan mobil, bersebelahan dengan Cristan dalam perjalanan menuju tempat kediaman rahasia.


"Menurutku alasan orang itu memberitahukan tentang organisasi yang dia diikuti karena dirinya berniat untuk keluar!"


"Huh, kok bisa?" sahutku ingin tahu alasan Cristan bilang begitu, menurutnya bagaimananya.


Aku fokus menatapnya dari samping sekarang.


"Hei ... jangan menatapku begitu, aku ini seorang pria. Kau tahu, perempuan yang lemot sepertimu dengan ekspresi itu kelihatan menggemaskan!"


"Haa..."


Ya, karena perkataan Cristan barusan membuatku salting sendiri sembari membuang muka.


"Apa sih... cepetan jawab kenapa kamu berpikiran begitu...?"


"Ya, ya aku jawab. Sebab, dari awal melakukan rencana saat aku memantaunya, dia banyak melonggarkan tugasnya. Tugasnya itu tak lain menyelidiki tentang ayahmu, harusnya jika dia bersungguh-sungguh dia akan berhasil menyelesaikan tugasnya dengan cepat!"


"Dan kemungkinannya, akibat dia melonggarkan tugasnya karena menyukai mu, intinya begitu."


"Sebenarnya aku masih ngga ngerti. Tapi apa boleh buat, aku ini kadang lemot kadang turbo pemikiran ku," ucapku bermonolog dalam hati.


Aku bahkan sampai lupa jika Devan mengakui sendiri jika dirinya menyukai ku, sayangnya di momen itu Cristan malah mengungkap bahwa itu adalah alasan Devan untuk berbuat tidak baik kepadaku


Alhasil aku tidak sempat mengkonfirmasi kebenaran dari ucapan orang yang aku kagumi.


Sepertinya area hijau ini lumayan luas berisi pepohonan serta tumbuhan-tumbuhan eksotis di balut oleh rerumputan liar.


Seperti di bumi, sama persis. Aku pernah melihat foto sebuah pemandangan alam luar biasa.


Dimana sejauh mata memandang sekitaran tampak luas.


Sret...

__ADS_1


"Aduh, kenapa kamu mengerem mendadak?" tanyaku setelah dikejutkan oleh aksi rem mendadak.


"Kita sedang diincar!" jelasnya, dan benar saja. Di depan sana ada segerombolan orang dengan mobil mereka berada di tengah jalan hingga menutupi, jalan itu pun satu-satunya yang bisa kami lewati.


__ADS_2