Berpetualang Di Dunia Game

Berpetualang Di Dunia Game
Desa Mea


__ADS_3

(Dewi Reinkarnasi)


[Anda telah kalah dari penyihir level S]


"Apa ini kekuatan level S? sangat kuat bahkan aku tidak bisa bergerak untuk melawannya, apa aku masih belum kuat?"


"Apa aku sudah mati? tubuhku terasa sangat ringan dari pada tadi, apa mungkin aku akan masuk surga?"


Kamori terbangun dengan gaun serba putih, dia mengamati sekitar hanya ada warna putih seperti awan dan lantainya sangat lembut bagaikan bulu angsa.


"Apa aku di surga?" Kamori bingung melihat sekelilingnya hanya ada warna putih.


"Bukan, kamu masih berada di antara hidup dan mati," seorang wanita dengan gaun inda serta dua sayap putih yang membentang memiliki kesan indah.


"Siapa?" Kamori berbalik badan dan melihat wanita anggun sedang menatap Kamori lembut, 'malaikat' pertama yang ada dibenak Kamori.


"Perkenalkan, aku adalah Dewi Reinkarnasi, semua makhluk akan dihitung kebaikannya, apa mereka pantas di hidupkan kembali atau tidak," jelasnya.


"Lalu, kalau aku meninggal, apa aku akan kembali ke duniaku?" tanya Kamori, dia mulai duduk bersila didepan seorang Dewi.


"Duniamu? kamu bukan dari dunia ini?" tanya Dewi Reinkarnasi sambil perlahan turun untuk melihat Kamori lebih dekat.


"Iya, aku adalah manusia dari dunia lain dan tiba-tiba pindah ke tubuh anak perempuan ini," Kamori mengingat kembali dia dipanggil di dunia ini.


"Jadi 'Dia' berulah lagi," lirih Dewi tersebut, dia memegang keningnya, entah apa yang membuat dia seperti itu.


"Jadi, apa aku pantas dihidupkan? dan apa aku bisa bertemu dengan si sistem lagi?" tanya Kamori menatap bola mata Dewi.


"Ya..., terakhir sebelum kamu meninggal, kamu menyembuhkan Aka dan memindahkannya bersama warga desa agar tidak terkena serangan mematikan itu."


"Bisa dibilang poin kebangkitan bertambah dan sepertinya kamu akan dibangkitkan kembali," ucap Dewi Reinkarnasi sambil terus menimbang nimbang tentang kembangkitannya.


"Sepertinya? bukannya kamu itu Dewi kenapa bilang sepertinya? apa Dewi tidak yakin? atau tidak rela aku dibangkitkan kembali?" Kamori berdiri dan menatap tajam ke arah Dewi, membuat Dewi sedikit merinding.


"Siapa bilang! kalau gitu aku akan membangkitkanmu, tapi ada tiga syarat! apa kau mau?" Dewi tersebut kembali menantang Kamori.


"Hah..., ketahuan kalau kau tidak niat membangkitkanku! lebih baik aku meninggal saja!" bentak Kamori memalingkan mukanya dari Dewi Reinkarnasi.


'Bukanya aku Dewi ya? kenapa aku dibentak sama manusia?' Dewi sedikit bingung akan posisinya sekarang.


"Berisik!" bentak balik Dewi, seketika tempat yang tadinya dipenuhi oleh warna putih berganti menjadi hitam.


"Aku akan membangkitkanmu, tapi aku mencabut semua kekuatanmu serta skillmu! bangkitmu akan di tempat yang aku ingin. Job, status semua akan aku hapus! dan kamu hanya akan ditemani oleh status tanpa adanya sistem."


"Mulai sekarang belajarlah mandiri! itulah keputusan dari Dewi Reinkarnasi!" belum sempat Kamori berbicara, awan hitam mengepungnya dan perlahan tubuhnya hilang.


'Lalu bagaimana dengan Aka?'


ʕ•ﻌ•ʔ


Brukk...

__ADS_1


Kamori jatuh di tempat yang tidak dia ketahui bahkan tidak tau dimana lokasinya, "Tanpa sistem? jahat banget Dewi Reinkarnasi! apa aku harus mencari Aka?"


Kamori melihat kedepan, terdapat sebuah desa kecil tanpa adanya penjagaan ataupun gerbang, desa yang dikelilingi oleh padang rumput serta laut.


"Apa aku dipulau terpencil?" ucapnya sambil membersihkan bajunya dari debu, pakaiannyapun berubah, dia memakai baju biasa.


Kamori memakai rok dibawah lutut berwarna kuning dan baju kaos berwarna putih polos, "Dewi itu benar-benar menetapi ucapannya, kalau begitu..."


"Status!"


[Nama : Kamori Lin


Anak dari pedagang keliling yang menyukai harta serta sering menggoda banyak pria, dan menjadi sampah karena tidak kebergunaannya.


Guild. : Tidak ada.


Job. : -


Koin emas: 10


Koin perak: 10


Koin perunggu: 10


Level: 0


HP : 150/150


STR: 10/10


AGI: 5/5


INT: 5/5


DEX: 2/2


Skill: -


Item: -]


"Woaahhh..., beneran dihapus semua! termasuk koin emasku! apa lagi ini? ada tambahan?" Kamori terkejut juga bingung, di layar statusnya terdapat tambahan DEX dan MP, dan yang hilang adalah VIT.


"Kenapa dia menghapus VIT, dan apa lagi ini? MP? bukannya untuk penyihir atau mage ya? dan DEX apa lagi ini?" herannya sambil menggaruk kepalanya.


"Sudah lah, sekarang yang paling terpenting adalah mencari tau lokasiku kali ini! kalau aku mati lagi, aku akan menagihnya!" ucap Kamori.


Kamori berjalan menuju desa yang ada didekatnya, hanya enam rumah disana dilengkapi ladang tani, di dekat laut juga ada sebuah perahu dengan sebuah jala.


Kamori berjalan menuju sebuah rumah yang menarik perhatiannya, pasalnya rumah tersebut hampir mirip dengan rumah Kamori yang ada di desa tanpa nama itu.


Tok... tok... tok...

__ADS_1


"Permisi..., apa ada orang...?" tak berselang lama keluar lah kakek-kakek tua yang membuka pintu pelan.


"Siapa?" tanya kakek itu. Kurus, berambut putih dan lebih tinggi kakek dari pada Kamori itulah wujud dari sang kakek.


"Nama saya Kamori, saya sedang tersesat disini," ucap Kamori.


"Kamu tersesat? apa kamu seorang petualang?" tanya kakek setelah melihat Kamori dari kaki ke kepala, entah dari mana terlihat seperti petualang.


"Eh..., bukan, saya hanya anak tersesat," ucap Kamori sedikit canggung.


'Entah kenapa aku merasakan bahaya dari kakek ini, aku harus berhati-hati!'


"Bukan ya..., silahkan masuk!" perintah kakek tersebut, Kamori menuruti perkataan kakek, benar-benar mirip rumah Kamori.


Kamori dan kakek duduk di kursi kayu, "Perkenalkan nama kakek Riga, kalau nama desa ini adalah Mea, desa ini jarang didatangi."


"Kalau nak Kamori dari mana?" tanya kakek Riga, Kamori sedikit lupa dengan nama tempat dia tinggal kalau tidak salah sih Fitto.


"Saya tinggal di kota utama daerah Zato, kalau tidak salah namanya itu Zato kek," jawab Kamori mulai terbiasa berbicara dengan kakek itu.


"Zato? bukannya itu berada di kerajaan utara? bagaimana bisa kamu tersesat disini, di kerajaan barat?" tanya kakek memasang wajah curiga bahkan waspada.


'Kerajaan barat? jauh sekali aku nyasar, bagaimana ini? ahkk... dasar Dewi sialan!' umpat Kamori dalam hati.


"A-"


"Kau harus jujur! kenapa kau bisa tersesat sampai disini!" ucapan Kamori terpotong, entah kenapa auranya sangat menekan Kamori bahkan nafas Kamori tersendat.


"Se... sebenarnya... sa...ya... sudah... meni... nggal," mendengar kata itu, aura yang tadi menekan Kamori sekarang tidak ada dan Kamori bisa bernafas kembali.


"Lanjutkan."


"Saya sebenarnya sudah meninggal kerena melawan penyihiri level S, tapi saya bangkit kembali, karena saya membuat marah Dewi Reinkarnasi saya kena hukuman dengan menghapus semua kekuatan saya dan memindahkan saya di sembarang tempat."


"Pada akhirnya saya berada disini jauh dari kampung halaman," Kamori mengintip ekspresi sang kakek, tampak wajah kakek Riga berpikir.


"Apa job yang kau miliki terakhir kali?" tanyanya selepas berpikir.


"Em..., pem... pembunuh amatir," ucap Kamori sedikit ragu karena profesi pembunuh tidak seindah yang dibayangkan.


"Jadi kau tidak ada sangkut pautnya dengan kerajaan bahkan pemerintah ya...," Kamori hanya mengangguk.


"Huh..., maaf sudah mencurigaimu."


"Memangnya ada apa kek?" tanya Kamori yang penasaran kenapa kakek Riga sampai repot mengeluarkan aura yang menyeramkan seperti tadi.


"Warga kerajaan, pemerintah bahkan organisasi hitam mengincar tempat ini, karena terdapat binatang kuno serta zirah emas para dewa di tempat ini," ucap kakek menampakkan muka letih.


'Zirah emas para dewa?' Kamori pernah mendengar kata-kata itu sebelumnya, tapi dia juga lupa.


"Bukankah zirah itu yang dicari oleh organisasi Hitaka!"

__ADS_1


(Tujuan Selanjutnya, Kenyataan!!!)


__ADS_2