Berpetualang Di Dunia Game

Berpetualang Di Dunia Game
Ketua Organisasi Hitaka


__ADS_3

(Ingatan yang Kembali Pulih)


"Hmm..., kota fitto ya..., entah kenapa aku sepertinya sudah pernah kesini," Kata Aka. Setelah lama berbincang dengan penjaga, Aka mulai mengingat sedikit tentang gadis yang dia lupakan.


'Gadis dengan mata putih dan rambut bewarna coklat, Kamori Lin adalah tuanku selebihnya aku tidak ingat,' Ucap Aka.


Aka mendatangi sebuah kafe yang dulu tempat Kamori pertama kali bertemu dengan Mika. "Mbak..., Dua porsi pasta daging dan es kopi satu!" Mbak penjual mengancungkan jempolnya.


"Kalau tidak salah kafe ini tempat pertama kali aku dan Kamori bertemu dengan Mika," Perkataan tersebut tanpa sengaja Aka ucapkan. 'Hah..., apa yang aku katakan tadi? tempat pertama kali aku dan kamori bertemu Mika?' Sepotong ingatan kembali melintas dalam pikiran Aka.


Ingatan tersebut tentang perjalanan bersama Kamori saat awal bertemu Mika. Sepotong ingatan yang sangat berarti bagi Aka, walaupun hanya tentang pertama kali dia bertemu Kamori di padang pasir sudah sangat berarti baginya.


"Kenapa harus dia yang aku lupakan! Kenapa tidak yang lainnya? Apa semua ini karena raja langit? Tapi kenapa? Bukannya Kamori hanya player biasa?" semua pertanyaan itu membuat Aka semakin ingin mengingat semua tentang tuannya dulu.


Pesanan Aka tiba. 'Mungkin aku perlu datang ke tempatnya Seli.'


keesokan harinya, setelah Aka menyiapkan bekal perjalanannya, dia sempat mampir ke desa tanpa nama yaitu rumahnya Kamori dulu. "Aku akan mencarimu!" Ucap Aka setelah meninggalkan desa tanpa nama.


'Kalau tidak salah, sekarang Seli berada di kota Charol,'


......ʕ•ﻌ•ʔ......


"Apa benar kamu hidup kembali setelah dibunuh oleh Roki?" Tanya ketua organisasi Hitaka yang diketahui bernama Clara.


"Iya," Jawab Kamori memberi tatapan permusuhan.


"Apa kamu bertemu dengan dewi reinkarnasi?" Pertanyaan dari Clara membuat Kamori sedikit terkejut dan menunjukkan ekspresi penuh tanya.


"Iya! Kenapa kamu bisa tau? Apa kamu pernah meninggal sebelumnya?" tanya Kamori penuh curiga.


Clara ketua organisasi Hitaka turun dari tahtanya berjalan menghampiri gadis yang menurut dia cantik. "Apa yang dia ucapkan!" aura yang menekan Kamori kembali Clara keluarkan sebagai bentuk mengintimidasi.

__ADS_1


"Di...dia hanya mengatan kalau aku akan terlahir di tempat yang dia inginkan dan meriset status-ku," Kamori berusaha menahan aura menekan dari Clara.


"Lalu, kamu dibangkitkannya dimana?" Clara masih bertanya.


Kamori diam sejenak, dia teringat kalau desa Mea adalah desa incaran para organisasi gelap karena terdapat zirah emas dewa dan hewan kuno. 'Lebih tepatnya hewan kuno yang merepotkan,' Sindir Kamori yang dapat didengar oleh Tori. 'Kamu yang merepotkan!' Bantah Tori.


'Sudahlah, bukan waktunya bertengkar. Bagaimana ini? Apa aku memberitahunya demi kesalamatan nyawa atau tidak memberitahunya untuk menjaga zirah emas dewa?' Tanya Kamori ke Tori.


'Beritahu saja, lagi pula tua bangka itu kuat untuk menghadapi bocil ini,' Remeh Tori sambil memberi saran ke Kamori.


"JAWAB!!!" Bentak Clara karena sudah dari tadi Kamori diam hanya menatap kosong ke Clara. "Ah..., anu..., di desa Mea di sana bertemu dengan kakek yang bernama Riga!" Ucap Kamori keceplosan gara - gara terkejut dengan bentakkan Clara.


"Riga? Apa yang dikatakan dia?" Tanya Clara seperti sedang mencari sebuah informasi.


"Banyak yang dia katakan, tapi yang aku ingat kalau tidak salah..., aku disuruh mencari empat orang! Clara, Erwan, Hilde dan Seli!" Ucap Kamori sedikit bersemangat.


"Clara? Kenapa dia menyuruhmu untuk mencariku?" Kamori semakin penasaran dengan kata - kata yang dikatakan oleh ketua organisasi itu.


Sebelum Clara bertanya lagi, Kamori segera bertanya kepadanya. "Kenapa kamu menyebut kakek Riga dengan 'dia'? Apa kamu sudah kenal dengan kakek Riga? Dan apa benar Clara yang di maksud itu adalah kamu?" tanya Kamori beruntun, dia sedikit dendam dengan wanita yang berdiri di depannya karena terlalu banyak bertanya.


Clara menghela nafas, dia tampak kelelahan. 'Ternyata anak ini suruhan dari bos besar dan kak Riga,' Kata Clara dalam hati.


"Kakak Riga adalah orang yang telah merawat kami berempat dan kamu juga termasuk. Dia telah membimbing kami menjadi prajurit yang tangguh dan memberitahu tentang cara mengalahkan raja langit!"


"Berempat? Lalu kenapa kalian berpencar? Bukannya kalau kalian bersatu bisa mengalahkan raja langit?" Tanya Kamori, pembicaraan tersebut berlanjut dan mereka berdua duduk bersila di lantai.


"Itu karena rencana kami ketahuan dan salah satu teman kami yang paling kuat bahkan kekuatannya hampir menyamai kekuatan raja langit telah di tangkap dan di tahan di kerajaan bawah, kekuatannya di segel oleh raja langit!"


"Itulah kenapa kami berpencar, bukannya takut dengan raja itu tapi kami bertiga telah di incar oleh raja, seandainya kami bertiga di tangkap lalu siapa yang akan menyelamatkan kami? Sampai sekarang persoalan itu terus menjadi alasan kita untuk bersembunyi dulu dan menunggu waktu yang tepat untuk membebaskan teman kami!" Jelas Clara tanpa ada yang ditutupi sama sekali.


"Tapi..., aku tadi mendengarkan kalau wakil ketua atau kalau tidak salaah namanya Roki itu telah menghancurkan kerajaan bawah tanah? Harusnya temanmu sudah diselamatkan," Kata Kamori yang mulai tenggelam dalam pembicaraan sampai melupakan status orang yang diajak bicara.

__ADS_1


"Roki? Dia hanya menghancur benteng pertahanan satu dan dua, sementara kerajaan bawah tanah memiliki enam benteng yang kuat. Kerajaan bawah tanah sangat sulit ditembus karena pertahanan mereka yang sangat kuat! Dan ditambah dibantu oleh raja langit, itu bagaikan kemustahilan untuk menembusnya!"


"Lalu kenapa kalian tidak bersatu lagi untuk menyelamatkan temanmu setelah itu baru mengalahkan raja bersama - sama?" tanya Kamori.


"HAHAHA..., tidak semudah itu anak muda! Setelah kami berpisah, kami tidak pernah memberi kabar, aku saja mendapatkan kabar mereka dari surat kabar kalau tidak dari anak buahku. Semua temanku adalah ketua organisasi jadi dulu saat masih bersama, kami berempat saling membantu dalam mendirikan organisasi."


"Tujuan kami mendirikan organisasi per orang yaitu untuk menggali informasi tentang raja langit dan tujuan paling utama yaitu menambah kekuatan! Hanya satu orang yang masih menghubungiku sampai sekarang, dia adalah Seli maniak armor dan senjata."


Kamori lupa - lupa ingat, dia merasa seperti pernah bertemu dengan orang bernama Seli namun lupa di mana dan saat apa mereka bertemu.


"Yasudah, ajak Seli untuk mencari yang lain, lalu kita membuat rencana untuk mengalahkan sang raja!" saran Kamori, dia tidak ingin kehilangan kesempatan atas bertemunya satu orang yang dia harus cari.


"Tidak mau! Bagaimana kalau raja langit mengetahui rencana kita lalu menangkap kami bertiga?" tanya Clara yang ragu menyetujui saran dari Kamori.


"Kalau kalian berempat terus memikirkan hal seperti itu, kapan kalian maju untuk melawan satu manusia merepotkan? Menunggu kalian tua dan kekuatan kalian menurun? Lagi pula kalian mempunyai tiga member tambahan!" ucap Kamori menyakinkan Clara.


Clara terlihat merenung, 'benar apa yang dikatan gadis ini, kalau kita terus menunggu waktu yang tepat, kita tidak akan bisa mengalahkan sang raja bahkan teman kita akan terus di kurung untuk selama - lamanya.'


"Baiklah! Aku akan mengikuti rencanamu. Tapi..., siapa tiga member yang kamu sebutkan tadi?"


Senyum jahat mengembang di bibir Kamori membuat Clara semakin penasaran. 'Perasaanku tidak enak,' ucap Tori yang dari tadi hanya mendengarkan pembicaraan dua wanita.


"Tiga member ini sangat kuat...! Bahkan salah satunya adalah dewa para naga...," ucap Kamori. 'HEY!!! Apa maksudmu!!!' Tori terus meronta - ronta di dalam pikiran Kamori, entah kenapa dia tidak dapat mengambil alih tubuh Kamori.


Clara yang semakin penasaran karena Kamori memberhentikan kalimatnya, langsung bertanya kepadanya.


"Dewa para naga?"


Senyuman Kamori semakin dilebarkan saat Clara mulai penasaran.


(Tujuan Selanjutnya, Tori!!!)

__ADS_1


__ADS_2