Berpetualang Di Dunia Game

Berpetualang Di Dunia Game
Empat Petualang


__ADS_3

(Skill Baru)


Sringg...


Sudah hampir setengah hari, Kamori berada di lantai enam hanya untuk menunggu kakek Riga membuka pintunya. "Jangan tegang dan fokus," dengan sikap siap Kamori menarik nafasnya dalam-dalam lalu hembuskan.


Tatapan Kamori lebih tajam dari sebelumnya, dia perlahan mengangkat katananya ke atas serta tetap fokus ke musuh di depannya.


Srrrr...


Hanya dalam kedipan mata, Kamori dapat membunuh tiga monster sekaligus tanpa menghabiskan tenaga banyak. "Woaahhh... kereennn...," ucap Kamori terkejut tidak percaya bahwa dia bisa melakukannya.


Dia masih tidak yakin apa itu ulahnya atau hanya kebetulan semata dia belum tau, pada akhirnya dengan mengulangi jurus yang tadi secara terus menerus tanpa ada kegagalan sedikitpun, Kamori jadi percaya bahkan dia bisa membunuh 6 monster sekaligus.


[Selamat! anda telah membuka Skill baru!]


"Eh..., skill baru?" Kamori segera mengecek pemberitahuan tadi.


[Nama : Kamori Lin


Anak dari pedagang keliling.


Guild. : Tidak ada.


Job. : Samurai


Koin emas: 3.162


Koin perak: 6.981


Koin perunggu: 8.790


Level: 112


HP : 400.000/400.000


MP: 0/0


STR: 270.000/270.000


AGI: 243.000/243.000


INT: 24.000/24.000


DEX: 254.000/254.000


Skill: Katana: level 96


Langkah Gesit: level 4


Item: 2.346 gulungan benang, 2.797 gulungan benang emas, 2.794 inti small Spider , 1.798 inti Big Spider, 2.464 cakar small Bear, 2.798 pecahan batu tembaga, 2.708 paruh Eagle, 86.798 daging mentah, 996 senjata rusak]

__ADS_1


"Langkah gesit?" Kamori memandang kedua kakinya lekat-lekat setelah itu dia menggidikkan bahunya. Dia mengeluarkan pedangnya sambil mengambil ancang-ancang untuk berlari. "Kalau belum dicoba mana bisa tau."


Seperti kilat menyambar, kecepatan larinya begitu cepat hingga hanya terlihat bayangannya saja, dia juga membunuh monster ditengah larinya itu.


Tidak ada yang tersisa, monster-monster tersebut tidak sempat hidup kembali karena Kamori yang sangat cepat dalam membunuh mereka. "Hah... hah... hah..., dengan begini aku bi.. sa istirahat sebentar," ucap Kamori mengelap kringat ditubuh putihnya, dia pingsan dalam keadaan nafas yang masih terengah-engah.


Pada saat itulah pintu besar yang mengurung Kamori secara otomatis terbuka dan memperlihatkan punggung kakek Riga tengah duduk disana ditemani sebuah air minum lengkap cemilan khasnya yaitu kue.


Kakek berdiri sambil membawa dua benda itu. "Ternyata cepat juga kamu mendapatkan skill baru itu, harusnya butuh satu tahun untuk mendapatkannya," ujar kakek mendekati Kamori yang pingsan ditanah tertutup oleh rerumputan.


"Jika saja kamu bisa mengalahkan boss terakhir itu, kamu bisa menyelamatkan semua orang dan menjadi pahlawan bagi kami semua," air mata mulai menetes dari mata kakek, dia menatap Kamori penuh harapan bagaikan seorang ayah yang memberikan impiannya kepada sang anak.


"Clara, Erwan, Hilde dan Seli, jadikanlah mereka rekanmu dalam melawan boss akhir, mereka semua adalah anak yang pernah datang berkunjung disini," kakek mengusap air matanya lalu membuka status.


"Status asli!"


[Nama : Riga Rud


Tidak Diketahui


Guild. : Tidak ada.


Job. : Swordsman, Support


Level: 1.165.449/SSS+


HP : 2M/2M


STR: 2M/2M


AGI: 1,5M /1,5M


INT: 1,2M/1,2M


DEX: 2M/2M


Skill: Swordsman: level SS


Support: level S]


"Bahkan dengan kekuatan 2M saja tidak bisa melawan penjaganya bagaimana aku bisa melawan bossnya, hanya mereka lah harapan bagi kami semua."


ʕ•ﻌ•ʔ


Kamori termenung di teras rumah kakek Riga. Sudah tiga hari dia pingsan saat bungun Kamori segera pergi ke dapur dan dia pun mencari makanan. "Aku ingin menaikkan level," ujar Kamori sambil memandang langit biru.


"Ini," kakek Riga menyodorkan sebuah katana lengkap dengan sarungnya, di sarung katana terdapat lukisan dua naga yang sedang bertarung.


Kamori mengambil katana tersebut lalu menatap sang kakek penuh tanya. "Buat aku kek?" tanyanya. "Iyalah buat siapa lagi kalau bukan buat kamu."


"Karena kamu sudah naik level, pastikan senjata yang kau gunakan bisa menandingi kekuatanmu kalau tidak senjata itu akan rusak, ingat itu baik-baik," kakek Riga mengusap kepala Kamori setelah itu pergi masuk ke rumah.

__ADS_1


Senyum mengembang di wajah Kamori, baru pertama kali kepalanya diusap oleh seseorang terakhir yang melakukan hal tersebut adalah orang tuanya. "Aku ingin pulang."


Semangat kembali menyertainya, dia seketika sangat ingin melatih skill yang baru dia dapatkan, Kalau dia berhasil menguasai langkah gesit kemungkinan dia dapat mempercepat larinya dan sangat berguna dalam hal kabur.


"Oke..., mari kita pergi menaikkan level...," saat akan pergi dari duduknya, tiba-tiba kakek Riga datang kembali dengan wajah seriusnya.


"Aku ingin membicarakan sesuatu, duduklah dulu!" ujar kakek Riga sambil duduk diikuti Kamori yang duduk kembali. "Ada apa kek?" tanyanya bingung melihat wajah serius sang kakek.


"Aku ingin kamu untuk mengumpulkan empat orang dan jadikan mereka tim untuk mengalahkan bossnya, sangat mustahil bagimu melawannya sendiri. Mungkin kamu sudah menemukkan salah satu dari keempatnya."


"Siapa? dimana? kenapa?" tanya Kamori bingung, empat orang? apa maksud kakek ini. "Saat kamu ingin pergi dari pulau, aku akan mengatakan nama empat anak ini serta tempat tinggal mereka."


"Sekarang yang lebih penting, kamu harus mencari Aka kembali! dia berbeda dengan sistem lain, ingat itu," ucap kakek Riga sambil berjalan ke depan rumah menuju rumah lain.


"Aka berbeda?" seketika terlintas kenangan bersama Aka dikepala Kamori. "Apanya yang berbeda hah! dia sama-sama bikin kesel si pemiliknya! bahkan perpanjangan misi aja bayar! apa bedanya."


Dengan keadaan marah, Kamori pergi ke pulau bawah laut sambil terus mengumpat tidak jelas. Kakek Riga yang dari tadi memperhatikkan tingkahnya dari balik jendela rumah, hanya tersenyum.


ʕ•ﻌ•ʔ


"Hasyuhhh...., kenapa hari ini dingin sekali?" tanya Aka sambil terus menggosok kedua tangannya guna menghangatkkan.


"Mungkin mau musim dingin," jawab salah satu warga yang sedang menebang pohon bersamanya. "Mungkin" tinggal sedikit lagi pagar desa Yosan akan jadi.


Saat mereka sedang sibuk menebang pohon, Aka merasakan hawa kehadiran sosok aneh bukan manusia dan hewan buas, ini lebih aneh dari hawa keberadaan mereka, segera Aka mengeluarkan dua pisaunya membuat warga yang melihatnya terkejut.


"Apa yang kau lakukan?" tanya salah seorang warga. "Semuanya! mundur, ada sesuatu yang datang!" teriak Aka membuat semua warga segera bersiaga di tempat mereka dengan senjata apa adanya.


Grrrr....


Yang benar saja, betul kata Aka. Tidak berlangsung lama setelah Aka mengatakan itu, sebuah raksasa menyerupai beruang tapi dia memiliki ekor dan tubuh kuda datang dari kedalaman hutan.


"Apa itu...!"


"Monster..., apa itu monster?"


"Gawat..., kita dalam bahaya!"


Teriakan demi teriakan dikeluarkan oleh orang-orang, mereka panik dan gemetar selain Aka, dia dengan gagah menatap langsung mata sang monster dan melihat levelnya.


[Nama: kuda beruang


Level : 65


HP: 62.000


STR: 36.000]


"Kenapa monster sekuat ini ada disini?"


(Tujuan Selanjutnya, Bertarung Melawan Monster!!!)

__ADS_1


__ADS_2