
(Roki Wakil Ketua)
Ruangan gelap dan kotor menjadi tempat disembunyikannya Kamori. Siang menjelang malam, tubuh Kamori yang perlahan pulih setelah menampung kekuatan dari Tori kini dapat menampung kekuatannya lagi. Tori yang tadinya menghilang dari tubuh Kamori sekarang sudah kembali, dia sedikit bingung karena jiwa dari Kamori tertidur. 'siapa orang yang melakukan ini! Sihir menidurkan jiwa adalah sihir terlarang karena bisa merenggut nyawa kalau sang pengguna tidak hati-hati!'
Terpaksa Tori mengambil alih tubuh Kamori, dia juga ingin membawa tubuh Kamori keluar dari tempat gelap ini. "Selama pemilik sihir belum menarik sihirnya, jiwa yang terkena tidak akan pernah bangun," Kata Tori sambil memperhatikan sekitar. "Huh..., padahal baru beberapa jam aku tinggal sudah seperti ini, kalau begini terus bisa-bisa dia akan mati hanya karena aku tinggal memulihkan tubuhnya."
"Saya yakin gadis itu sudah terbunuh oleh sihir api!" Terdengar suara seseorang beserta langkah kakinya, suara tersebut mulai mendekati ruangan yang ditempati oleh Kamor. Saat Tori merasakan keberadaan seseorang, dia segera berpura-pura pingsan untuk memastikan siapa yang telah membuat jiwa Kamori tertidur.
Pintu yang menyatu dengan dinding terbuka, masuklah dua orang yang salah satunya adalah Roki dan yang satunya lagi seorang laki-laki berkacamata. "Hm, mungkin sihirmu terlalu lemah baginya jadi dia bisa bertahan hidup," ejek laki-laki berkacamata ke Roki yang membuat jiwa Kamori tertidur. "HAH...!!! Apa yang kau bilang? Lemah! Bukannya itu kamu yang hanya bisa komentar! Kenapa orang bod*h sepertimu bisa menjadi penasihat ketua!" ejek Roki menatap tajam pria berkacamata itu.
"BOD*H katamu? Hei aku jadi penasihat karena aku pintar enggak seperti kamu yang hanya mengandalkan otot bukan OTAK! Lagi pula aku juga punya kekuatan!" Ucap pria berkacamata kembali menatap Roki. "Siapa peduli yang penting bisa menghancurkan kerajaan bawah tanah!" pertengkaran antara mereka terus berlanjut, pertengkaran adu mulut itu terhenti saat mereka sudah tidak punya bahan ejekan.
"Jadi yang kamu maksud dia bangkit kembali?" Tanya pria berkacamata sambil membenarkan kacamatanya yang sedikit turun. "Iya, kalau begitu aku akan membakarnya lagi!" ucap Roki sudah mulai mengeluarkan api hitam di telapak tangannya. "Begini nih, kalau berpikir menggunakan otot bukan otak," ejek pria berkacamata yang membuat Roki menatap tajam ke arahnya sambil mengarahkan api hitam itu ke arah pria berkacamata. "Apa maksudmu," kata Roki menekan setiap perkataannya.
"Katamu dia sudah mati karena kamu membakarnya dan sekarang dia datang lagi atau kata lain hidup kembali. Nah..., kita harus melapor dulu ke ketua, takutanya gadis itu adalah utusan bos besar," jelas pria berkacamata. "Bos besar? Bukannya yang mendirikan organisasi adalah ketua?" tanya Roki. "Aku juga kurang tau, ketua pernah memberitahuku kalau kita memiliki bos besar dan ketua hanya utasan saja," Roki terlihat kebingungan, dia baru tau tentang bos besar yang dimaksud oleh pria berkacamata.
"Terus, kita harus apa dengan gadis ini?" tanya Roki menunjuk Kamori yang pingsan. "Biarkan saja dulu, kita tunggu ketua datang," jawab pria berkacamata sambil berjalan keluar ruangan, Roki berlari kecil untuk menyusul pria berkacamata. "Bukannya ketua pulang dua minggu lagi?" tanya Roki yang hanya dijawab 'iya' oleh pria berkacamata.
Merasa situasi sudah aman, Tori bangun dari pura-pura pingsan dan mulai berjalan ke pintu yang menyatu dengan dinding. "Hmmm..., baiklah aku akan membangunkannya," kata Tori yang langsung duduk bersila. Tori mengumpulkan konsentrasi penuh, bukan hal mudah membangunkan jiwa seseorang apa lagi kalau yang membuat tidur bukan dia, mereka harus berhati-hati dan memperlukan sihir khusus untuk membangunkannya.
Cahaya merah tua mengelilingi tubuh Kamori namun cahaya tersebut tidak bertahan lama, seiring hilangnya cahaya jiwa Kamori juga mulai kembali bangun. "Ugh..., apa yang terjadi?" tanya Kamori merasa pusing. 'Mana saya tau, kan yang masuk kesini kamu bukan aku,' cuek Tori. Kamori mengingat dirinya melihat wakil ketua organisasi Hitaka dan setelah itu dia tidak sadarkan diri.
"Gawat!! Kita sepertinya berada di markas organisasi Hitaka!!!" Ucap Kamori panik. 'Markas? Apa kamu sudah memastikan? Bukannya kamu hanya melihat wakilnya saja?' tanya Tori yang tidak percaya kalau tempat ini adalah markas organsasi hitam terkuat ke dua. "Belum! Tapi kenapa wakil ketuanya bisa akrab dengan para penjaga pintu? Dan kalau ini bukan markasnya seharusnya para penjaga yang melihat kekuatannya berlari ketakutan!" Kamori bertambah panik karena dia dulu pernah dibunuh oleh wakil ketua hanya dengan satu sihir.
__ADS_1
"Bagaimana ini..., kita harus apa..., disini juga tidak ada pintu keluar..., arrrgghh," Tori sangat bingung dengan gadis ini, bisa-bisanya dia begitu panik hanya gara-gara memasuki markas organisasi hitam.'HEY!!! KAU BISA TENANG SEDIKIT TIDAK!' Bentak Tori, membuat Kamori sakit kepala hebat. 'Maaf. Kamu kenapa sangat panik hanya karena berada di markas Hitaka? Kan masih ada aku dewa naga. Selama ada aku, kamu tidak mungkin terluka!' Kata Tori berusaha menenangkan.
"Aku juga tidak tau, mungkin karena aku masih trauma dengan apa yang terjadi," raut wajah Kamori mulai sedih saat mengingat dirinya dan Aka terpisah. 'Tenang saja, kita akan keluar dari sini serta meninggalkan pulau, tetapi setelah kita mendapatkan perbekalan dan beberapa kayu untuk jaga-jaga,' Kamori mengangguk paham. Setelah pikiran Kamori tenang, tiba-tiba dia teringat tentang status player yang membuat dia penasaran. "Status!"
[Nama : Kamori Lin
Anak dari pedagang keliling
Guild : Tidak ada
Job : Tidak ada
Koin emas: 100.170
Koin perunggu: 100.000
Level: -
HP : -
MP : -
STR: -
__ADS_1
AGI: -
INT: -
DEX: -
Skill: -
Item: - ]
Kamori melamun melihat statusnya sekarang, dia tidak tau mau berkata apa, semua usahanya selama ini ternyata sia-sia, semua dari level, kekuatan, job, bahkan skill hilang tidak ada tanda-tanda peningkatan. 'Apa yang kamu harapkan? Statusmu hilang bukan karena kamu lemah, tapi karena kamu kuat,' Ucap Tori berusaha menyemangati, tidak ada respon dari Kamori. 'Huh..., itu hilang karena aku menempati tubuhmu untuk sementara, karena kekuatanku yang tidak terbatas atau tidak terdeteksi membuat statusmu hilang,' jelas Tori.
"Dasar naga ngerepoti," ucap Kamori lirih tapi tetap bisa didengar Tori. 'Kamu yang ngerepoti! Dahlah, sekarang kita harus segera keluar dari sini. Walaupun aku sangat kuat, aku akan tetap kalah karena tubuhmu ini masih sangat lemah untuk aku buat menampung kekuatanku,' Kamori mengagguk, Tori pun mulai menunjukkan jalan keluar.
Sebuah lorong dengan percabangan jalan menjadi mimpi buruk bagi dua makhluk yang buta arah. "Bagaimana ini?" tanya Kamori sambil melihat setiap percabangan jalan. 'Aku juga tidak tau. Bagaimana kalau kita menggunakan jalan kanan!' Saran Tori, tanpa berpikir panjang, Kamori berlari ke lorong kanan. Terlihat sebuah cahaya di ujung lorong. 'Jalan keluar!' Ucap Tori, Kamori pun menambah kecepatannya.
'Deg!'
Kamori diam ditempat karena terkejut. Tepat di hadapannya terdapat seorang wanita cantik yang dikawal oleh Roki dan pria berkacamata, Roki sangat terkejut saat melihat Kamori. "KENAPA KAMU BISA BANGUN!!!" Teriak Roki yang langsung ditatap tajam oleh pria berkacamata. "Maaf karena kami lalai. Dia lah gadis yang hidup kembali setelah Roki membunuhnya," kata pria berkacamata ke wanita cantik. Wanita cantik itu menatap Kamori, aura yang dikeluarkan oleh wanita cantik itu sangat mengerikan bagi Kamori.
"Bawa dia ke ruangan ku!" perintah wanita cantik tersebut lalu meninggalkan kedua laki-laki yang mengawalnya. "Baik!" ucap Roki dan pria berkacamata. "Huh..., kenapa ketua pulang cepat? Lalu, kenapa kamu bisa bangun! Bukannya aku sudah menidurkan jiwamu!" Kamori hanya terdiam, tubuhnya kini membeku hanya karena aura yang dikeluarkan wanita cantik itu. "Kan sudah aku bilang, kalau kamu itu lemah!" Jawab pria berkacamata. Roki memukul tengkuk Kamori samapi pingsan. "Tutup mulutmu!" bentak Roki sambil membawa tubuh Kamori pergi dari ruang bawah tanah.
(Tujuan Selanjutnya, Ketua Organisasi Hitaka!!!)
__ADS_1