Berpetualang Di Dunia Game

Berpetualang Di Dunia Game
Naik Level


__ADS_3

(Pulau Bawah Air)


Setelah berbincang-bincang cukup lama. kakek Riga mengajaknya ke pulau yang tadi dia sebutkan, kalau tidak salah dibawah pulau ini.


Pertama kali mendengarnya Kamori tidak percaya meski ini berada di dunia fantasi tapi pulau dibawah pulau adalah satu hal yang baru baginya.


Kakek Riga berjalan mendahului Kamori yang mengikutinya dari belakang sambil melihat-lihat sekitar. Kamori tidak menyangka bahwa kakek Riga bisa tinggal disini sendiri tanpa ada tetangga atau NPC di pulau ini.


"Apa kamu masih bersama sistem?" tanya Riga tiba-tiba, "Aku sudah tidak bersamanya," ada rasa sedih diperasaan Kamori dan juga ada rasa lega karena sudah dipisahkan dengan beban yang bernama sistem.


"Baguslah kalau gitu. Kalau boleh tau..., siapa nama sistem yang bersamamu?" Riga memasuki salah satu rumah paling ujung dekat laut, dia membuka pintu usang itu perlahan dan terdengarlah suara engsel pintu yang sudah mulai berkarat.


"Aka," jawab Kamori ragu, dia menatap punggung kakek Riga yang berjalan menuju ruang tamu berdebu disana.


"Aka?" pergerakkan kakek Riga berhenti dan berpaling menatap Kamori gadis berusia sekitar 16 tahun.


Kamori menunjukkan ekspresi bingung. "Aka ya...," ucapan itu membuat Kamori penasaran kenapa kakek bilang seperti itu. "kenapa kek?"


"Tidak..., hanya saja dulu aku pernah mendapat misi yang berisikan pencarian anak kecil bernama Aka, jadi nostalgia," entah apa yang membuat kakek ini tersenyum, apa mungkin dia memiliki kenangan atau apa Kamori tidak tau.


Kakek Riga memindahkan meja lecil di ruangan tersebut lalu menggulung karepet besar berwarna hijau muda. Kamori terkejut, dia dapat melihat sebuah ukiran pintu di balik karpet tabal hijau itu.


Kakek Riga membuka pintu dibawah lantai yang tampak kalau pintu itu sangat berat. "Ayo!" ajak kakek Ragi sambil memberi kode untuk masuk ke dalam dengan matanya.


Kakek Riga masuk duluan, sebelum masuk ke dalamnya, Kamori mengintip kedalam, hanya lubang hitam tidak berujung. 'Apa ini aman?' ragu Kamori.


Bagaimanapun juga dia harus masuk ke ruang gelap tak berujung itu. Kamori mengatur nafasnya dan dia pun masuk kedalam dengan mata tertutup, dia jatuh di kegelapan.


Sudah lama Kamori jatuh, dia merasa tubuhnya melayang dari tadi sampai ada suara yang membuat matanya terbuka. "Mau sampai kapan kamu diam disitu?" ucap suara tersebut.


Kamori perlahan membuka matanya, dia sungguh melayang, dilahatnya dia melayang diatas sebuah lingkaran berwarna biru yang seukuran dengan pintu masuk.


Kamori perlahan keluar dari lingkaran biru, kakek Riga menunggunya dengan sabar. Kamori terpaku dengan suasana bawah pulau tersebut.


Tanah yang di injaknya berwarna biru kehitaman cerah, tidak ada makhluk hidup disini hanya ada monster-monster aneh dan pulau ini berada dibawah laut.


"Kita dibawah laut?" tanya Kamori yang dari tadi mengamati berbagai macam ikan mengelilingi pulau ini.


"Iya, santai saja kau masih bisa bernafas disini, kau tau selama masih ada senjata, armor dan hewan kuno, tempat ini aman untuk manusia. 'Selama kau tidak mati karena monster'," kakek Riga melirihkan suaranya diakhir.


Kamori hanya mengangguk paham. "Boss yang anda maksud tidak ada batas levelnya..., bagaimana anda tau tentang levelnya?" Kamori bertanya sambil mereka melanjutkan perjalanan.


"Hmm..., apa kamu tidak tau? kamu juga bisa melihatnya lo! coba kamu fokus pada salah satu monster disini," Kamori menuruti perkataan kakek.


Sambil mereka jalan, Kamori fokus pada salah satu monster yang mirip dengan burung elang namun berkepala dua serta mempunyai tanduk hitam di masing-masing kepala mereka.

__ADS_1


Tak lama dia fokus pada monster itu, muncul sebuah layar yang menunjukkan nama, level serta nyawa si monster tersebut.


[Nama: Eagle


Level : 5


HP. : 580/580


STR. : 250/250]


"Woaahh..., bisa!" senang Kamori membuat kakek Riga tersenyum. "Itulah caranya melihat status, sementara untuk sang boss tidak berlaku."


"Saat aku memeriksanya, layar itu buram tidak jelas, tapi entah kenapa aku merasakan kekuatan yang amat besar tersimpan di dirinya."


Kamori mengangguk paham, pada saat itu juga kakek Riga berhenti di pojok pulau dengan beberapa monster kecil berwujud laba-laba.


"Sekarang kamu lawan mereka, naikkan levelmu disini dan ini buat kamu," kakek Riga melempar sebuah katana yang diambilnya dari balik batu besar.


"Aku hanya punya itu, entah masih bisa digunakkan atau tidak, itu katana aku temukan disalah satu kotak penyimpanan salah satu warga, jadi bersenang-senanglah."


Kakek Riga pergi meninggalkan Kamori sendiri bersam hewan-hewan aneh. Ya ini saatnya dia untuk menjadi kuat dan membalas dendam kepada orang yang membunuhnya.


[Nama: small spider


Level : 1


MP. : 95/95]


"Pengguna sihir ya...," Kamori menarik katana dari sarungnya, itu masih baru dan tampak sangat tajam sampai-sampai katana tersebut dapat memantulkkan cahaya.


"Apa dia bercanda?" tidak peduli kakek tua itu sengaja atau tidak memberi dia senjata sebagus ini.


Kamori mengangkat katananya dan menebasnya ke tubuh laba-laba. Sekali tebas laba-laba tersebut mati, ini sangat mudah batin Kamori dia pun mulai membunuh monster sebanyak banyaknya.


[Level Naik!]


ʕ•ﻌ•ʔ


"Sudah hampir gelap, apa dia sudah selesai," ucap kakek Riga menghentikan kegiatan mencangkul, dia sedang berkebun.


Kakek Riga memutuskan untuk menjenguk newbie tersebut sambil membawakan beberapa camilan.


Diam, itu yang dilakukan kakek setelah melihat pulau bawah laut sepi tanpa ada keramaian para monster, dia pun melihat Kamori yang terbaring di tengah-tengah pulau.


[Nama : Kamori Lin

__ADS_1


Anak dari pedagang keliling.


Guild. : Tidak ada.


Job. : Samurai


Koin emas: 10


Koin perak: 1.876


Koin perunggu: 2.364


Level: 42


HP : 6.300/6.300


MP: 0/0


STR: 1.500/1.500


AGI: 750/750


INT: 210/210


DEX: 300/300


Skill: Katana: level 12


Item: 125 gulungan benang, 50 gulungan benang emas, 36 inti small Spider , 10 inti Big Spider, 231 cakar small Bear, 465 pecahan batu tembaga, 236 paruh Eagle, 1.235 daging mentah]


"Keren..., hanya beberapa jam kau bisa mencapai level 42, dengan begini kau bisa menuju ruangan selanjutnya," kakek Riga menaruh camilan yang tadi dibawanya di samping Kamori.


"Kakek saja yang kasih aku senjata yang dapat membunuh monster level 40 hanya dengan sekali tebas," ucap Kamori, dia duduk dan memakan camilan yang dibawa kakek.


"Ternyata masih tajam ya...," cengir kakek Riga sambil tertawa.


"Kek! apa kamu tau seperti apa wujud dari Boss terakhir itu?" tanya Kamori, dia sangat ingin menggali informasi tentang Boss terakhir meski levelnya baru saja memasuki 40.


"Aku juga tidak tau, dia memakai penutup wajah dilengkapi jubah besar berwarna merah darah, saat itu aku meninggal hanya sekali serang, padahal levelku sudah mencapai 560 pada saat itu."


"560? kuat dong..., kalau ingin mencapai level S kita harus mencapai level angka berapa?" kakek Riga tampak berpikir, sambil memandang ikan-ikan yang mondar-mandir.


"1.000, kau harus mencapi level 999 saat naik satu level lagi, kau sudah mencapai level S, memang sulit tapi kalau kamu niat pasti gampang kok," ucap kakek menyemangati Kamori.


Kamori mengangguk penuh semangat sambil memasukkan biskuit ke mulutnya. "Di dunia ini hanya sedikit yang sudah mencapai level S namun untuk ke atasnya masih belum ada. Jadi perjalananmu masih panjang."

__ADS_1


"Kalau begitu aku akan melanjutkannya esok hari!"


(Tujuan Selanjutnya, Kehidupan Aka!!!)


__ADS_2