Berpetualang Di Dunia Game

Berpetualang Di Dunia Game
Hewan Kuno


__ADS_3

(Bertarung Melawan Monster)


"Kenapa bisa ada monster di pedasaan?" heran Aka, tubuhnya gemetar melihat monster level 65 tepat di depan matanya.


'Aku harus bagaimana?' perlahan Aka mundur, terlintas dipikirannya untuk ikut kabur dari sana, namun dia hentikan saat melihat Barel serta anak-anak yang lain masih belum mundur.


Ingatan tentang pengorbanan Kamori demi melindungi dirinya muncul tiba-tiba. 'Kenapa aku jadi pengecut seperti ini? cih! bisa-bisa aku kalah saing sama tante Kamori kalau begini,' Aka menarik kakinya, dia berdiri tegak di hadapan sang monster seperti menantangnya.


"Yosh..., mari kita kalahkan raksasa jelek ini dengan satu serangan saja!" aura semangat muncul dipunggung Aka, Aka memasukkan dua pisaunya dan mengeluarkan dua buah pedang pendek berwarna silver kehitaman.


"SEMUANYA! PERGILAH! PERINGATKAN YANG LAIN!" perintah Aka ke warga desa. "Tapi bagaimana dengan dirimu dan anak-anak itu?" tanya kakek-kakek. "Tenang saja..., aku ini kuat, mereka aman denganku! 'Mungkin.'


Warga saling menatap lalu mereka memutuskan untuk mempercayai Aka, dengan segera mereka meninggalkan hutan dan kembali ke desa untuk memperingati yang lainnya.


Aka tersenyum kecil, pupil matanya berubah menjadi merah bersamaan dengan pedangnya yang mengeluarkan sebuah aura berwarna ungu, Aka menyadari satu hal. "Kau pasti utusan dari dia untuk membunuhku."


"Apa kau kira aku tidak tau! tidak memberi kabar situasi terkini, memberi keringan terhadap player, tiga kali kabur dari tugas, menggunakan barang sistem seeanaknya, itu semua sudah cukup menjadi alasan hukuman mati!"


"Arrggg...," monster kuda beruang itu berlari menuju Aka. Aka menyeringai melihat percakapannya direspon oleh hewan tidak berotak tersebut. "Jadi benar ya...," Aka berlari menaiki pohon didekatnya.


Monster tersebut mulai mendekat, Aka dengan segera melompat dari atas pohon dan mulai memainkan dua pedang pendeknya di udara, seperti sudah ahli dalam menggunakan pedang, Aka menyayat kulit leher atas kuda beruang.


"rrggg," amarah kuda beruang semakin besar, dia menatap Aka penuh kebenciaan tanpa menunggu lebih lama lagi, kuda beruang menyerang Aka lagi.


"Masih belum menyerah...?" Aka menyalurkan energinya ke dua pedang pendek itu membuat aura berwarna ungu tadi semakin tebal. Anak-anak yang tadi terjebak berhasil kabur saat monster itu menyerang Aka.


"Sudah kukatakan, aku akan menghabisimu dalam satu serangan!" monster semakin mendekat, Aka berlari menuju monster tersebut saat sudah beberapa langkah untuk mereka saling membunuh, Aka terlebih dahulu menyerang.


Aka menusukkan kedua pedang tepat bagian dada tubuh beruang tersebut lalu dengan sengaja dia merobek kulit monster sampai bagian perut. "AARRGGGG."


BRUKK...


Monster kuda Beruang yang tingginya hampir menyemai pohon itu tumbang, menimbulkan suara cukup keras saat dia tumbang. "Apa segini saja kemampuanmu," ejek Aka. "Aka! apa kau baik-baik saja?" para warga desa kembali dengan membawa pedang dan peledak guna untuk membantunya.


Melihat monster yang sudah tumbang, membuat para warga bersorak bahagia dan bangga terhadap Aka. "Semuanya..., mari kita merayakan kehebatan Aka yang sudang menumbangkan monster ini!" teriak pria paruh baya dan mereka pun mengiyakan.

__ADS_1


Melihat para warga senang terhadap apa yang dia lakakun, Aka ikut senang. 'Apa kamu melihatnya Kamori, bukan kau saja yang bisa melakukannya.'


Tiba-tiba Aka merasa pusing, dia perlahan duduk, suara warga yang masih membicarakannya mulai memudar, penglihatannya pun juga sama. 'Ah..., mungkin aku sudah terlalu berlebihan menggunakannya.'


Aka pingsan di tempat, dia sudah tidak bisa menahannya lagi, Aka sudah mengeluarkan energi terlalu banyak jika saja dia melakukannya diluar kemampuan maka kemungkin terbesar adalah dia mati.


Warga yang melihat Aka pingsan segera membawanya ke desa tentu saja mereka semua panik akan tumbangnya pahlawan desa.


ʕ•ﻌ•ʔ


"Huh..., ternyata lantai 7 untuk level diatas 200, untungnya aku bisa kabur dari sana," Kamori bersandar di dinding tanah depan gerbang lantai 7 bawah tanah, tidak lama kakek Riga datang dengan sebuah cangkul.


"Bagaimana? ada kemajuan tentang level mu?" tanya kakek menatap Kamori yang dipenuhi keringat. "Sepertinya ti...," ucapan Kamori terhenti saat melihat layar biru di depannya.


[Nama : Kamori Lin


Anak dari pedagang keliling


Guild : Tidak ada


Koin emas: 3.170


Koin perak: 1.582


Koin perunggu: 6.903


Level: 56


HP  : 150.000/200.000


MP : 0/0


STR: 135.000/135.000


AGI: 121.500/121.500

__ADS_1


INT: 12.000


DEX: 127.000/127.000


Skill:


Katana, level 96


Langkah Gesit, level 4


Item: - ]


Dia tidak bisa berkata-kata saat melihat layar statusnya. "Kenapa jadi seperti ini? bagaimana bisa level ku turun sangat jauh? apa mungkin karena aku masuk ke ruang 7?" Kamori panik,bingung, terkejut, sedih semua itu yang tampak di wajahnya sekarang.


Melihat ekspresi dari Kamori membuat kakek Riga penasaran dan mengintip layar status yang dimiliki Kamori, kakek Riga ikut terkejut, melihat turunnya level Kamori hanya satu penyebabnya dan itupun kalau dibiarkan akan menjadi masalah besar bagi umat manusia.


"Tidak mungkin! segelnya mulai terbuka!" kakek Riga segera menyeret Kamori untuk ikut dengannya. "Kek, kita mau kemana?" tanya Kamori dengan keadaan ia masih diseret. "Ke ruangan paling bawah yang dimana hewan kuno berada."


Ruangan paling bawah, lantai 10. Kamori dan kakek Riga berdiri tepat di depan pintu besar berwarna emas dilengkapi sebuah segel kuno. 'Ugh..., apa ini? auranya sangat kuat, kalau aku masuk lebih dalam bisa bahaya.'


Kamori mundur beberapa langkah untuk mengatasi aura yang membuatnya tertekan setengah mati. "Kenapa kamu pergi?" tanya kakek Riga sedikit curiga dengannya. "Maaf kek, aura disini terlalu berbahay bagiku," ucap Kamori seadanya.


"Ahh..., aku hampir lupa, minumlah ini, cairannya dapat memblokir aura dari hewan kuno jenis apapun," kakek Riga melemparkan botol kaca ke Kamori, Kamori segera meminum cairan tersebut dan ajaib dia sudah tidak merasakan tekanan dari aura hewan kuno.


"Apa kau sudah siap?" angguk Kamori dengan muka serius, melihat anggukkan dari Kamori, Riga pun mulai merapal sesuatu yang tidak Kamori ketahui.


Segel pintu perlahan menghilang dan pintu emas itu terbuka lebar. "Mar kita masuk," Riga memasuki ruangan dulu disusul oleh Kamori, pintu tertutup kembali setelah mereka berdua sudah masuk.


Sebuah cahaya tiba-tiba menerangi ruangan tersebut, Kaori sangat terkejut, pertama kali da melihat hewan kuno terakhir kali dia melihat di internet. "Woah..., apa ini hewan kunonya?" tanya Kamori.


"Hm, ini adalah salah satu binatang kuno yang bertahan selama ribuan tahun, dulu hewan-hewan inilah yang membantu para ksatria dulu menyatukan ras-ras di dunia ini," jelas kakek Riga sambil menatap hewan tersebut lekat-lekat.


Kamori takjub terhadap apa yang dia lihat saat ini, seekor naga besar berwarna hijau orange yang tengah tertidur, naga tersebut sangat indah dilihat dari sisi manapun tetap indah dan besar naga itu hampir memenuhi ruangan luas ini.


"Kenapa naga ini bisa berada di bawah pulau?"

__ADS_1


(Tujuan Selanjutnya, Naga Pemangsa!!!)


__ADS_2