
(Pedagang Keliling)
"Iyaa..., ada dewa naga di dalam tubuhku, aku mendapatkannya di desa Mea. Kakek Riga tidak mengetahuinya, namanya adalah Tori," Setelah mengatakan hal tersebut, Tori hanya bisa pasrah.
"HAH... Yang benar!!! Hewan kuno itu ada di dalam tubuhmu?" Kamori manganggukkan kepalanya.
"Iya, terkadang tubuhku diambil alih olehnya pada saat - saat yang berbahaya, bisa dibilang kalau dia sudah seperti penjagaku," Raut muka Clara sedikit terkejut namun beberapa saat kembali ke datar.
'Tori..., bukannya itu hewan kuno yang membantu dewa reinkarnasi dulu? Kenapa bisa di tubuh bocah ini? Apa mungkin segelnya rusak?' Clara hanya diam dan berpura - pura tidak tau apa - apa.
"Lalu yang satunya siapa? Tori, kamu dan satunya?" Tanya Clara.
"Satunya adalah sistem! Dia bernama Aka, tapi aku belum yakin dia mau membantu atau tidak, takutnya dia berada di pihak sang raja," Ucap Kamori yang memasang ekspresi sedih, sudah satu tahun lebih mereka berpisah.
"Aka? Dia sistem? Bukannya semua sistem berada di bawah kendali sang raja?" Pertanyaan dari Clara tidak dijawab oleh Kamori, Kamori sebenarnya tidak menerima kalau Aka bekerja sama dengan sang raja.
"Bagaimana kalau kita mulai dari Seli yang sering kamu hubungi?" Kamori mengganti pembicaraan guna menenangkan hatinya.
'Dia menghindari pertanyaanku?' Karena tidak mau memicu konflik di antara mereka, Clara memilih tidak bertanya tentang Aka lagi.
"Seli? Baiklah. Jadi rencanamu apa?" pertanyaan yang diajukan oleh Clara membuat Kamori terdiam dan berpikir.
"Seperti yang aku bilang, kita akan mengajak Seli untuk mencari satu teman kalian, setelah itu kita akan menyelamatkan temanmu yang di kurung lalu menghancurkan kerajaan langit!" Ucap Kamori dengan semangat yang membara.
"Baiklah, tapi sebelum itu kita akan melatih kekuatan fisikmu! Aku sudah mendeteksi kekuatanmu. Dari yang aku amati tubuhmu sedang berusaha menapung suatu kekuatan yang sangat besar!"
"Jika kamu memaksakan tubuhmu dan tetap menampung kekuatan besar itu dengan tubuh yang lemah, tubuhmu akan hancur seiring bertambahnya kekuatan tersebut."
Setelah mendengar penjelasan dari Clara, Kamori menjadi khawatir dengan kondisi tubuhnya mengingat kekuatan dewa naga sangat besar bahkan melebihi kekuatan kostum kucingnya dulu.
'Benar apa yang dikatakan wanita itu, kamu harus melatih fisikmu agar aku bisa menggunakan kekuatanku secara leluasa,' Tori yang dari tadi diam akhirnya angkat bicara.
"Tapi aku tidak tau caranya, karena statusku yang selalu terkena riset membuatku menjadi malas untuk menaikkannya lagi," Perkataan Kamori dapat dimaklumi oleh Clara.
"Kamu tidak perlu peduli lagi dengan statistik status, sekarang kamu hanya latihan seperti di dunia sebelumnya. Fokus pada peningkatan diri tanpa peduli status, itu akan membantumu untuk berlatih secara maksimal!"
__ADS_1
Kamori mendapat satu lagi pencerahan. "Siap! Aku akan mencobanya!"
Pembicaraan antara ketua organisasi dan Kamori berakhir. Kamori sangat dilayani dengan baik oleh organisasi Hitaka walaupun penyambutannya tidak.
Keesokkan harinya, Kamori mulai berlatih dari fisik. Berlari sejauh sepuluh kilometer, push up, angkat beban, mengayunkan pedang besi dengan berat yang sudah ditentukan oleh Clara, semua itu Kamori lakukan.
Setiap hari latihan Kamori akan ditambah dan latihannya semakin berat, namun sangat berdampak baik bagi fisik serta mental Kamori. Tori juga merasa senang, seiring kuatnya fisik Kamori, Tori dapat menggunakan kekuatannya sedikit lebih leluasa.
"Setelah fisikmu sudah cukup kuat, aku akan mengajarimu menggunakan pedang!"
...ʕ•ﻌ•ʔ...
"Kota Charol, bukannya aku kembali lagi ke desa Yasai?" Aka kebingungan, dia menjadi linglung saat mengetahui beberapa informasi tentang tuannya.
Padang pasir yang dilalui Aka, terlihat ada seorang pria paruh baya dengan menenteng tas berukuran cukup besar sedang bersusah payah jalan di atas panasnya padang pasir.
Melihat ada seseorang, Aka segera menghampirinya lalu turun dari kuda hitam yang dia tunggungi.
"Permisi..., apa tuan butuh bantuan?" Ucap Aka berusaha sopan terhadap pria paruh baya tersebut.
Aka segera mengeluarkan bekal yang dia bawa. Aka dan pria tersebut pun mulai duduk di bawah pohon untuk sedikit berteduh dari sinar matahari.
"Terima kasih banyak atas keramahan tuan," Ucap pria tadi sambil malahap bekal yang dikeluarkan oleh Aka.
"Tidak apa - apa, kita juga harus saling membantu. Kalau boleh tau nama tuan siapa?" tanya Aka sembari meminum air.
"Arlo Lin, bisa kamu panggil Arlo," Jawab pria yang bernama Arlo itu.
Aka mengangguk paham, namun dalam hatinya dia seperti pernah mendengar nama Arlo bahkan Arlo ini bermarga "Lin".'Lin? Bukannya itu sama dengan marganya Kamori ya?'
Aka ingin bertanya sesuatu ke tuan Arlo karena mengajak orang makan berbicara itu tidak diperbolehkan, akhirnya Aka menunggu tuan Arlo menghabiskan makanannya.
"Ah..., akhirnya aku bisa makan setelah tiga hari tidak makan..., terima kasih banyak anak muda, kamu sudah menyelamatkan hidupku," Ucap tuan Arlo sambil menepuk pundak Aka berkali - kali.
"Iya..., sama - sama tuan...," Jawab Aka tersenyum ramah.
__ADS_1
"Kenapa tuan Arlo bisa ada di sini?" tanya Aka yang dari tadi memendam pertanyaan tersebut.
"Aku dari kota Charol untuk berdagang, sudah hampir dua tahun lebih aku tidak pulang, aku sangat merindukan putriku di kota Fitto," Jelas tuan Arlo sambil memandang langit.
Aka mengangguk paham, dia sedikit penasaran siapa anak yang di maksud oleh tuan Arlo. "Kalau boleh tau, anaknya bernama siapa?" tanya Aka.
Tuan Arlo melirik ke Aka lalu kembali menatap langit. "Dia bernama Kamori Lin, aku sebagai ayahnya merasa kasian dengannya karena sudah ditinggal ibunya meninggal dan sekarang aku tinggal untuk berdagang."
Terlihat ekspresi sedih dari tuan Arlo sedangkan Aka terkejut dengan nama anaknya tuan Arlo. "Kamori Lin?" Tanpa sadar Aka mengulang nama anak tuan Arlo.
"Apa kamu mengenalnya?" tanya Arlo
"Ah..., tidak, hanya saja saat aku datang ke kota Fitto para penjaga membicarakan tentang gadis bernama Kamori Lin," Arlo segera menatap Aka, terlihat wajah cerah Arlo saat mendengar nama anaknya.
"Apa yang dikatakan para penjaga?" Aka tidak enak mau menceritakan tentang anaknya yang hilang.
"Emm... Itu..., me...mereka bilang kalau... Kamori Lin sudah tidak pulang selama satu tahun, terakhir kali para penjaga melihat saat dia pergi meninggalkan kota dengan anak kecil," Jelas Aka tidak berani menutup nutupi.
Arlo terdiam, wajahnya mulai muram. "Apakah kamu tau terakhir kali dia berkunjung di mana?" tanya Arlo dengan pandangan kosong. Aka yang melihat reaksi tuan Arlo merasa bersalah telah menceritakan kejadian yang sebenarnya.
Tapi kalau dia berbohong dan memilih untuk membiarkan tuan Arlo mengetahuinya sendiri, itu bahkan akan membuatnya seperti penjahat.
Aka tidak tau di mana terakhir Kamori berada atau lebih tepatnya lupa akan semua hal tentang dia. Tiba - tiba Aka mengingat sesuatu tentang Mika yang menyebutkan Kamori sebelum dia pergi meninggalkan desa.
"Saya tidak tau terakhir kali Kamori berada, namun saya pernah mendengar tentang nama Kamori Lin di desa Yasai!" Jawab Aka.
Suatu harapan bagi Arlo untuk menemui anaknya. "Kalau tuan Arlo ingin mencari Kamori ke desa Yasai, saya akan menemani anda, kebetulan di desa Yasai ada saudara saya dan kalau boleh nanti kita akan mampir ke kota Charol sebentar," Lanjut Aka.
"Baiklah, terma kasih banyak telah memberitau tentang Kamori, saya berhutang budi kepada anda!" Ucap Arlo. "Aku belum mengetahui namamu, siapa namamu nak?" Tanya Arlo
"Oh..., maaf! Saya lupa memperkenalkan diri! Saya Aka seorang petualang," Ucap Aka sambil menjabat tangan Arlo.
"Mulai sekarang mohon kerja samanya!" Lanjut Aka.
(Tujuan Selanjutnya, Peningkatan!!!)
__ADS_1