
(Negosiasi)
"Selamat datang kembali nona Kamori!"
Clara melepaskan pelukannya dari Hilde, mereka berdua kebingungan melihat perilaku Seli ke Kamori.
"Kenapa kamu sangat menghormatinya? dia hanya bocah ingusan yang sama sekali tidak tau apa itu ilmu pedang."
Seli melirik Clara dengan raut wajah tidak senang, dia kembali berdiri tegak, "Dia adalah sumber armor lang- eh..., maksudku... nona Kamori adalah pelanggan yang memberikan sebuah armor langka dengan harga sangat miring! Jangan sampai kalian berdua menyakitinya!"
Seli mengintimidasi dua kawannya, Clara menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya sambil mengangguk cepat, sementara Hilde wanita berparas cantik itu sudah hilang tidak tau kemana.
"Kamu sudah mengenalnya ya... baguslah kalau begitu, aku tidak perlu memperkenalkannya lagi," Perkataan Clara diabaikan oleh Seli.
Saat Clara berbicara, Seli sudah mengajak Kamori duduk. "Kebetulan sekali kamu datang, kami ingin berbicara denganmu masalah teman kita."
Tiba - tiba Hilde datang membawa secangkir teh lengkap dengan beberapa kue kering. "Membicarakan tentang apa?" tanya Clara mencolek kue kering Hilden yang kini sudah duduk di sebelah Seli.
"Raja langit mau menyatukan dunia fan....."
Plaakkk
"Aduuhh... MAKSUDMU APA!" Bentak Hilden, dia mengeluarkan sebuah pistol yang langsung ditodongkan ke arah Seli.
Hilde sangat kesal, kue keringnya menjadi jatuh karena pukulan dari Seli. Seli mengkode Hilde untuk tidak berbicara lebih lanjut lagi sambil melirik Kamori.
Pistol Hilde hilang, dia melanjutkan meminum teh nya. Clara yang mengetahui arah pembicaraan itu, segera menjelaskan kalau Kamori berada di pihak mereka.
Seli belum percaya, dia takut kalau Kamori adalah utusan Raja langit. Clara pun menceritakan semua tentang Kamori dari Kamori hidup kembali sampai dia dilatih oleh kakek Riga. Clara menceritakan semua yang diceritakan oleh Kamori.
"Baiklah, kalau sampai dia berkhianat... aku tidak segan - segannya memenggal kepala bocah itu!" Ancam Seli dengan aura intimidasinya, Hilde pun ikut mengancan Kamori dengan mengeluarkan pistol hanya sekedar mengelapnya.
Wajah Clara kebingungan dengan sifat Seli yang sering kali berubah, tadi memuji Kamori kini mengintimidasinya. Clara harus mengerti dengan kondisi Seli yang memiliki mood berubah - ubah.
Ditambah lagi temannya Hilde yang hanya ikut - ikutan. Sifat Hilde yang membela apa yang dia anggap benar membuat Hilde dalam kubu netral.
__ADS_1
Seli pun menceritakan semua yang akan raja langit lakukan, dia mengajak Clara untuk segera bergerak dan memaki Clara karena terlalu gegabah menyerang kerajaan bawah tanah dulu.
"Bukan aku... ituuu, anak buahku! Ya, itu anak buahku yang tiba - tiba menyerang kerajaan bawah!" Clara berusaha menghindar.
Namun Kamori tidak sengaja mengatakan kalau Clara sendiri yang menyuruh anak buahnya untuk menyerang kerajaan bawah, dia juga menceritakan kalau Clara berhasil merobohkan benteng satu dan dua.
'Mampus!'
Sebuah bogem meluncur tepat di kepala Clara. Seli memarahinya terus menurus, sekarang Clara yang akan diincar oleh Raja Langit.
Clara mengingat sesuatu yang sangat penting, dia langsung memohon ke Seli untuk menghentikan omelannya.
"Tenang duluu, kita punya kartu as! Di dalam tubuh Kamori ada dewa naga! Itu bisa membantu kita untuk menyembunyikan keberadaan kita... dan melindungi kita!" Ucap Clara sambil menunjuk Kamori yang tengah duduk di sofa.
Seli dan Hilde terkejut. Seli segera memastikan apa yang di ucapkan oleh Clara. Dia bertanya langsung ke Kamori dan dijawab anggukan oleh Kamori.
"Apa Kami boleh berbicara dengannya?" tanya Seli yang di iyakan oleh Kamori.
'Apa! Aku tidak mau berbicara dengan mereka. Jangan maksa!' Kamori memaksa pergantian, pada akhirnya tetap saja Tori yang kena ampasnya.
Ketiga sahabat itu dapat merasakan aura yang berbeda dari Kamori, mata Kamori berubah manjadi kuning kemerahan dengan pupil memanjang seperti mata ular.
"Woahhhh... dewa naga!" Sebagai manusia maniak senjata dan armor, sebuah keberuntungan yang sangat besar dapat berbicara dengan dewa naga.
"Aaapa dewa naga mau bernegosiasi dengan kami?" tanya Clara yang mengambil alih pembicaraan karena Seli masih terpaku dengan dewa naga yang ada dalam tubuh Kamori.
"Kalau tidak menguntungkan aku tidak mau!" Jawab Tori mengambil secangkir teh yang tadi diminum oleh Hilde.
"Itu teh ku!" Tatapan tajam membuat Hilde diam kembali dan merelakan tehnya.
"Ahh... anu... apa dewa naga mau membantu kami mengalahkan raja langit? Kami akan menerima semua permintaan dewa kalau anda bersedia!" Ucap Clara sehati - hati mungkin agar tidak menyinggung Tori.
"Kalau aku ingin nyawa kalian bagaimana?" Tanya Tori dengan senyum miringnya, meremehkan tiga manusia di depannya.
"Tidak apa - apa, kami bersedia mempertaruhkan nyawa kami demi keselamatan penduduk bumi!" Jawab mantap dari Clara mengingat nyawa mereka tidak ada artinya dengan nyawa ratusan orang yang terjebak di dunia busuk ini.
__ADS_1
"Cih! membosankan," Raut kecewa Tori terpampang jelas di wajahnya.
"Aku hanya bercanda. Aku akan membantu kalian, namun syaratnya adalah kalian harus membantuku kembali ke wujud asli dengan membantu bocah tengil ini menjadi sekuat mungkin dan siapkan sumber daya yang ku butuhkan untuk mempercepat pertumbuhan anak ini!"
Clara melirik Hilde yang dari tadi hanya memperhatikan pembicaraan mereka berdua. Hilde yang mengetahui maksud Clara segera mengangguk setuju bagaimanapun juga mereka membutuhkan kekuatan dari dewa naga.
"Baiklah, kami setuju!"
Seli sadar dari kekagumannya, dia segera mengajukan pertanyaan.
"Apa kamu pernah melawan raja langit? Bagaimana kekuatan penuhnya? Tolong ceritakan!"
...................ʕ•ﻌ•ʔ...................
'Aura ini..., apa dewa naga sudah bebas? Namun tidak mungkin, bukannya kekuatan naga itu tersegel! Kecuali dia memiliki wadah yang pas! Apa jangan - jangan dewi reinkarnasi merekrut anggota lagi? Harus melapor ke raja langit!'
Bola cahaya yang tadi singgah di teras toko kini menghilang.
...................ʕ•ﻌ•ʔ...................
"Lapor kepada yang mulia! Tiga sahabat telah berkumpul, Seli, Hilde, Clara dan ada juga wanita yang saya tidak kenal. Saat mengawasi mereka, saya merasakan sebuah aura naga dari dalam toko Seli!" Ucap bola cahaya.
Seorang gadis berdiri dari tahtanya, dia sedikit terkejut dengan apa yang dikatan oleh utusannya. "Tidak mungkin! Naga itu sudah disegel ribuan tahun! Bisa gawat kalau dia bangkit lagi!"
Gadis cantik itu terlihat murka membuat bola cahaya mundur menjauh. "Ma maaf... yang mulia, karena naga itu sudah disegel untuk waktu yang lama, maka pasti kekuatannya melemah dan akan membutuhkan sebuah wadah untuk mengembalikan kekuatannya..."
Bola cahaya menjeda perkataannya dan melihat reaksi dari gadis cantik itu, gadis tersebut bermuka datar dengan suara dingin dia menyuruh bola cahaya untuk meneruskannya.
"Jadii, sebelum naga tersebut mendapatkan kekuatannya kembali, kita bisa membunuh wadah tempat dia hinggap! Sehingga kita bisa menyingkirkan naga itu selamanya!"
Gadis berparas cantik itu menyetujui apa yang dikatan oleh bola cahaya tersebut. Gadis itu segera menyuruh bola cahaya untuk memimpin pasukan hitam membunuh orang yang menjadi wadah sang naga.
Dua hari, sang gadis memberikan waktu dua hari untuk menemukan dan membunuh wadah naga tersebut, kalau melewati batas waktu, bola cahaya akan dihancurkan oleh gadis tadi. Dengan rasa takut terhadap rajanya, bola cahaya menghilang.
"Aku tidak akan membiarkan naga itu membongkar semua rahasiaku!"
__ADS_1
(Tujuan Selanjutnya, Latihan!!!)