Berpetualang Di Dunia Game

Berpetualang Di Dunia Game
Pergi


__ADS_3

(Orang misterius)


Bel toko berbunyi, seseorang dengan jubah hitam masuk. "Selamat datang di toko kami!! Apa yang bisa saya bantu," ucap ramah Seli dengan senyum manis.


Orang tersebut melepas jubah yang dia pakai lalu menyampirkan ke sofa didekatnya. Melihat sosok wanita berparas cantik membuat Seli senyum simpul.


"Hee…, Ada bencana apa barusan sampai - sampai ketua Ookami datang menghampiri rakyat jelata sepertiku?" Ejek Seli menaik turunkan alisnya.


Wanita yang dipanggil sebagai ketua itu duduk di sofa. "Aku hanya ingin mengetahui kabar teman - teman ku," Ucap wanita tersebut sambil memandangi pergerakan Seli yang berjalan menuju dirinya.


"Hmm…, apa benar begitu? Bukannya kamu ingin menagih uang yang aku pinjam?"


"Pffttt…, percuma aku tagih, kalau orangnya seperti kamu…!" Kata - kata dari wanita itu sukses membuat Seli tertawa lepas.


Tawa Seli terhenti saat melihat wajah temannya yang serius.


"Kita harus segera mengalahkan 'dia' kalau tidak ingin hidup abadi di dunia busuk ini."


Ucapan yang dilontarkan oleh temannya Seli berhasil membuat suasana toko menjadi gelap, sangat jarang temannya itu datang untuk membicarakan tentang raja langit.


"Ada apa? Kenapa kamu berbicara seperti itu?"


"Beberapa hari yang lalu aku bertemu dengan salah satu anak buah Erwan. Dia memberitahuku kalau raja langit berusaha menyatukan dunianya dengan dunia nyata!"


"Jika dunia fantasi dan dunia nyata disatukan dan dipimpin oleh raja sialan itu, bukan hanya kita namun semua umat manusia akan tersiksa dengan kekuasaan raja langit," Jelas teman Seli


Seli terkejut, bahkan dia yang memiliki hubungan dekat dengan para bangsawan tidak mengetahui rencana yang dibuat raja langit.


"Apa rencana tersebut belum disebarkan ke raja - raja?"


Teman Seli menggeleng. "Tampaknya raja langit tidak akan memberitahukannya ke raja yang lain. Dia hanya memberitahukan ke Erwan lalu Erwan menyampaikannya ke kita lewat anak buahnya."


Seli hampir tidak percaya dengan apa yang dikatakan temannya, walaupun raja langit memiliki kekuatan yang melebihi para dewa, namun menyatukan dunia fantasi dan dunia nyata adalah suatu kemustahilan, bagi Seli semua itu hanya ada di cerita anime.


"Tapi kalau kita bersatu dan mulai bergerak, raja langit akan mengetahui keberadaan kita. Sihir yang diberikan oleh si tua Riga akan hilang kalau kita berempat bersatu!"


"Apalagi anak buah si bodoh Clara itu dengan terang - terangnya menyerang kerajaan bawah tanah, cepat atau lambat keberadaan Clara akan diketahui oleh raja langit."


Teman Seli menepuk jidatnya, dia terlihat sudah menyerah saat mendengar Clara berulah lagi.


"Huh..., kalau sudah begini hanya ada satu cara. Kita akan mulai bergerak!" Kata teman Seli tegas, sorot mata teman Seli mulai serius.


"Tapi bagaimana kalau raja langit tahu?"

__ADS_1


"Biarkan dia tahu sekalian supaya semakin menarik, lagian kita tidak akan diketahui kalau Erwan belum dibebaskan."


Seli terdiam, mau bagaimana pun juga apa yang dikatakan oleh temannya itu benar. "Baiklah, aku akan menghubungi Clara."


......…ʕ•ﻌ•ʔ…......


Sesuai target yang ditentukan. Selama satu minggu, Kamori berlatih sampai malam membuat jam tidurnya hanya dua jam saja namun kerja kerasnya terbayar dengan keberhasilannya dalam menguasai beberapa teknik ilmu pedang.


Sementara Tori juga mulai memenuhi syarat agar dia bisa menjadi wujud aslinya, namun seperti biasa tubuh Kamori tidak kuat kalo Tori melakukan pemulihan lebih dari ini.


"Yoshh... sudah semuanya, tinggal meningkatkan lagi," ucap Clara sambil menikmati teh yang sudah disiapkan oleh pelayannya.


"Jadi, kita akan menemui Seli besok pagi," lanjutnya. Kamori duduk di sebelah Clara dan meminum teh yang disodorkan oleh Clara.


Suasana ruang latihan yang sepi, bau keringat yang samar - samar membuat Kamori sedikit rileks.


"Kenapa tidak nanti malam saja?" Tanya kamori


"Jangan, takutnya kamu terlalu lelah!!!" Tolak Clara cepat.


"Kan kita teleportasi," Jawab Kamori mengingat wakil Clara penyihir level S.


Clara berpikir sejenak. "Baiklah, lagi pula teleportasinya maksimal tiga orang."


Clara menyuruh salah seorang pelayan untuk memanggil Roki. Tak lama kemudian Roki datang dengan mulut yang masih dipenuhi makanan.


Bawa kami ke kota Charol! Sekarang!"


Mendengar perintah tersebut, Roki segera menelan makanannya lalu menganggukkan kepala.


"Mori... ketua...! Pegang lah tanganku," Roki mengulurkan kedua tangannya ke dua wanita di depannya.


'Mori?' Batin Tori, baginya panggilan tersebut terasa aneh didengar olehnya.


'Kenapa dia manggil kau Mori?' Tanya Tori.


'Siapa peduli, yang penting aku ingin segera meninggalkan dunia ini!' Jawab Kamori sambil memegang tangan Roki.


Saat Kamori dan Clara sudah memegang tangan Roki, sebuah cahaya biru menyelimuti mereka hanya beberapa detik saja mereka bertiga sudah menghilang.


......ʕ•ﻌ•ʔ......


Dua jam telah berlalu, akhirnya dua penjaga gerbang itu kembali dengan raut muka bahagia berbeda dengan orang yang dimintai tolong mereka.

__ADS_1


"Kenapa kalian lama? Apa kalian mau lari dari tanggung jawab?" Tanya Aka sedikit membentak karena rasa kesalnya.


"A... maaf..., tadi kami dipanggil oleh salah seorang bangsawan untuk membantunya membawa barang belanjaan," Jelas salah satu penjaga gerbang.


Aka tidak membalas permintaan maaf mereka, dia melenggang pergi dari lokasi diikuti oleh Arlo.


"TERIMA KASIH BANYAK TUAN... MAAF MEREPOTKANMU...," Teriak dua penjaga tersebut saat melihat Aka dan Arlo pergi begitu saja.


"Kamu sih... buang air besarnya kelamaan..."


"Maaf, tadi perutku benar - benar sakit. Ini semua karena makanan pedas pemberianmu."


"Huh, jadi marah kan mereka berdua."


Desa Yasai tidak terlalu jauh dari kota Charol, desa itu berada di sebelah kota Charol dengan kurang lebih berjarak lima kilometer.


.........ʕ•ﻌ•ʔ.........


Di depan gerbang kota Charol, terlihat cahaya biru terang, membuat dua penjaga gerbang menutup mata mereka.


Tak berlangsung lama cahaya biru tersebut hilang dan memunculkan tiga manusia.


Kamori, Roki, dan Clara mulai memasuki gerbang, mereka melewati gerbang tanpa pemeriksaan dari para penjaga.


"Hah..., kenapa tidak ada pemeriksaan? Apa mereka tidak takut kalau kita seorang penjahat?" Tanya Kamori setelah berjalan melewati gerbang.


"Tidak usah dipikirkan. Para penjaga disini memang seperti itu, kalau ingin masuk tinggal bayar dan kau tidak akan diperiksa," timpal Clara sambil terus berjalan.


Sebuah toko senjata di sudut kota menjadi incaran mereka bertiga.


Saat mereka bertiga sudah berada tepat di depan toko milik Seli, Clara segera menerobos masuk ke dalam toko.


'Bukannya ini toko yang dulu?' Kamori mengamati setiap sudut toko untuk memastikan lagi.


"Selamat datang di toko seli... Bisa saya bantu?" Ucap Seli.


Dia terlihat sedikit terkejut melihat ada pelanggan yang datang. Perempuan cantik yang berdiri menghadap Seli kini melirik sinis ke pelanggan yang baru datang.


"HILDE!" Wanita paras cantik yang melirik tadi tiba - tiba raut wajahnya berubah.


Clara berlari menuju wanita paras cantik yang dipanggilnya Hilde, lalu dia memeluk erat tubuh Hilde.


Kamori bengong menatap kedua manusia yang sedang berpelukan, sementara itu Seli yang menyadari bahkan mengenal sosok Kamori segera membungkukkan badan dan berkata.

__ADS_1


"Selamat datang kembali nona Kamori!"


(Tujuan Selanjutnya, Pertemuan Tiga Sahabat!!!)


__ADS_2