Berpetualang Di Dunia Game

Berpetualang Di Dunia Game
Latihan


__ADS_3

(Rahasia Desa Yosan)


Tiga sahabat terdiam setelah mendengarkan cerita tentang raja langit yang membunuh salah satu dewa.


Suatu kemustahilan bagi mereka saat mengetahui kalau kekuatan dari raja langit setara dengan para dewa, bagaimana nasib mereka yang hanya manusia biasa.


Tori merasakan aura putus asa dari Clara dan Seli sementara Hilde terlihat tidak peduli dengan cerita dari Tori.


"Cih lemah..., hanya dia bisa membunuh dewa saja kalian sudah putus asa begini! Raja langit itu seperti kalian, dia hanya manusia biasa yang overpower," Ucap Tori memandang rendah Clara dan Seli.


"Ucap dewa naga yang membantai semua hewan kuno sendirian," Sindir Hilde.


Tori hanya melirik Hilde. Hilde memang benar, kekuatan Tori hampir bisa dibilang setara dengan raja langit sementara kekuatan manusia biasa dengan raja langit bisa dibilang bagaikan bumi dan langit.


"Baiklah... Aku akan membantu kalian, namun harus memenuhi syarat yang aku berikan tadi, Dan jagalah anak ini selama aku masih di dalam tubuhnya."


Persyaratan yang diberikan oleh Tori disetujui oleh tiga sahabat itu. Mereka bertiga memutuskan melatih Kamori terlebih dahulu sebelum menyelamatkan Erwin.


Setelah berbincang tentang porsi latihan untuk Kamori, tiga sahabat itu membagi tugas. Seli mencari obat - obatan untuk memperlancar perkembangan tubuh. Hilde bertugas untuk mengawasi Clara dan Kamori selama Seli mencari obat - obatan, dan Clara bertugas menyempurnakan latihan Kamori.


Clara ingin melatih Kamori secara perlahan, latihan sebelumnya dipercepat sehingga ada beberapa teknik yang tidak dipelajari.


Kini Clara merencanakan dua bulan latihan fisik dan satu bulan untuk teknik dasar dua pedang, walaupun ada beberapa yang sudah dipelajari oleh Kamori, Clara ingin Kamori memahaminya lebih dalam dari pada sebelumnya.


Keesokan harinya, hari pertama latihan. "Yoshh... mari kita lari mengelilingi kota Chalor!" Teriak Clara membuat heboh pagi - pagi buta.


Braakk!


Pintu toko dibuka paksa oleh Seli, dia segera pergi ke lantai atas yaitu tempat tidur untuk tamu. Tanpa mengetuk pintu, Seli membuka pintu kamar. "GAWAT! SELAMA INI AKU DIAWASI!"


...................ʕ•ﻌ•ʔ...................


'Padahal baru tiga bulan lebih aku meninggalkan desa Yosan, tau - tau sudah kesini lagi.'

__ADS_1


Aka dan Arlo sampai di pintu gerbang desa Yosan, terdapat tiga penjaga yang sedang mengobrol.


Merasakan ada seseorang yang datang, salah satu penjaga menoleh ke arah Aka dan dalam sekejap dia mengetahui siapa laki - laki berkulit putih tersebut.


"AKA KEMBALI!!" Teriak penjaga berbaju cokelat membuat kedua temannya ikut heboh juga.


Kedatangan mereka berdua disambut baik oleh warga kampung, bahkan berita tentang Aka kembali sampai ke telinga keluarga Mika dan keluarga Barel.


"KAK AKAA," Aka turun dari kudanya lalu berlutut untuk menyamakan tinggi badannya dengan Mika.


Mika segera memeluk erat Aka, sementara Arlo turun dari kudanya. Menyadari keberadaan Arlo, dia segera melepaskan pelukan erat dari Mika dan memperkenalkan Arlo.


"Mika, perkenalkan... dia adalah tuan Arlo ayah dari kak Kamori," Arlo tersenyum saat Mika menatap dirinya.


Sementara warga yang mendengar nama Kamori memasang raut sedih. "Perkenalkan nama saya Mika... saya turut-" Aka menggenggam tangan Mika erat sambil menggeleng pelan.


"Ah, mari masuk, tidak baik berdiri di depan gerbang masuk," ucap Nato ayah Barel yang paham akan situasinya.


"Beliau belum tau tentang kejadian itu, Aku tidak berani mengatakannya karena beliau sudah lama tidak bertemu dengan Kamori, itu membuatku berpikir dua kali," ucap Aka lirih kepada mereka bertiga.


"Kenapa kamu tidak memberitahunya? Lebih baik diberitahu segera dari pada nanti tuan Arlo terlalu berharap. Lebih baik menerima kenyataan pahit dari pada kebohongan yang manis," nasihat Nato, Lily mengangguk setuju.


"Tuan Nato memang benar, tapi aku mohon kepada kalian, jangan ada yang bilang kalau Kamori telah tiada. Bukannya aku ingin merahasiakannya, namun aku merasa kalau Kamori masih hidup, aku ingin memastikannya dulu."


Lily menghela nafas. "Bukannya kamu sudah melihat sendiri apa yang terjadi pada dia?" Aka merenung tetapi di dalam hatinya tetap teguh mengatakan kalau Kamori itu masih hidup.


"Berikan aku waktu satu sampai dua bulan. Kalau aku tidak bisa membuktikannya, kalian boleh memberitahu beliau dan selama aku mencari Kamori, aku akan titip tuan Arlo."


Melihat kegigihan dari remaja bermata cokelat terang tersebut membuat Lily dan Nato tidak bisa menolaknya.


Pada akhirnya Aka menyewa sebuah rumah selama dua bulan untuk tempat tinggal Arlo, setelah itu dia beralasan kepada Arlo kalau Kamori sedang berada dalam perjalanan berdagang menemani salah satu warga sini.


"Maaf tuan Arlo, aku akan menjemputnya dulu... mungkin butuh waktu sekitaran satu bulan lebih karena dia sedang berada di kerajaan selatan."

__ADS_1


Arlo ingin ikut bersama Aka dengan alasan agar tidak membuat warga desa kerepotan dengannya, namun Aka melarang karena perjalanan yang jauh akan membuat Arlo lelah apalagi Arlo lanjut usia.


Walaupun Aka sudah membujuk, Arlo tetap ingin ikut dengannya. Aka meminta tolong kepada Nato, Nato pun membantunya dengan memberi sedikit bumbu pahit diatasnya.


"Perjalanan dari kerajaan utara sampai kerajaan selatan sangat jauh, takutnya tuan Arlo akan menjadi beban bagi nak Aka. Biar perjalanannya lebih cepat, lebih baik tuan disini saja bersama nak Barel."


Aka sediki terkejut dengan adanya kata 'Beban' di dalam kalimat Nato. Arlo mau mendengarkan apa yang dikatakan oleh Nato.


Nato menatap Aka dengan senyum lebarnya serta ancungan jempol, Aka tersenyum kecil sambil geleng - geleng.


"Aku izin untuk menjemput Kamori, aku titip tuan Arlo," pamit Aka.


Tiba - tiba Mika menarik baju Aka. "Apa kakak akan pergi lagi?"


Aka tersenyum, dia memegang kepala Mika. "Kakak akan kembali lagi... dan membawa kak Kamori juga."


Mika sedih mendengar nama Kamori. Mika percaya akan ucapan dari Aka, walaupun mustahil Kamori masih hidup.


"Kak Aka harus berjanji akan kembali ke sini!" Ucap Mika sambil menyodorkan jari kelingkingnya.


Aka menautkan jari kelingkingnya ke jari Mika. "Aku berjanji akan kembali lagi bersama kak Kamori!"


Senyum kecil dari Mika membuat hati Aka sedikit tenang, dia berjanji akan membuktikan kalau Kamori itu masih hidup.


Aka pun meninggalkan desa, dia belum memiliki tujuan untuk memulai pencariannya. Dalam pikirannya hanya ada satu tempat agar dia bisa menemukan Kamori sedikit lebih cepat.


Tentu saja kembali ke tempat Seli sang ketua organisasi rahasia yang menyatu dengan para bangsawan kerajaan, apa lagi dia memiliki mata - mata di setiap kerajaan.


Seli adalah satu - satunya orang yang dipercaya Aka dalam menjaga semua rahasianya.


"Semangat!! Aku harus segera menemukan Kamori!! Aku tidak ingin dimanfaatkan oleh bocah itu lagi!"


(Tujuan Selanjutnya, Raja Langit Bergerak!!!)

__ADS_1


__ADS_2