
(Pergi ke Desa)
Pagi menyapa penduduk kota, semua mulai melakukan kegiatan mereka masing-masing termasuk Kamori yang baru saja selesai sarapan, 16 porsi dihabiskan oleh Kamori seorang.
"Hah..., kebetulan aku kaya, jadi bisa memakan 16 jenis makanan yang berbeda beda," Kamori mengusap perutnya sambil tertawa entah apa yang lucu.
Mika yang duduk di depannya hanya bisa melihat sambil memakan sarapannya secara perlahan untuk menikmati makanan yang diasajikan untuk para pengunjung.
"Apa kau sudah selesai?" tanya Kamori melihat Mika diantara tumpukkan piring.
Mika menggeleng sambil makan ikan bakar, "Kalau kau sudah selesai makan, kita akan langsung pergi ke desa, sebelum itu aku akan memesan beberapa makanan dulu, buat bekal nanti."
Mika yang mendengar bahwa mereka akan berangkat ke desa, dia segera menghabiskan makanan dalam satu lahap.
"Total semuanya 653 koin perunggu," ucap salah satu pegawai disana, Kamori memberikan satu koin perak, 347 koin perunggu diberikan oleh pelayan tersebut.
Kamori menyimpan kembalian dan pergi menemui Mika, Mika berdiri dan mereka berdua pun meninggalkan penginapan, "Kita akan mencari bekal perjalanan dulu," ucap Kamori.
Satu jam telah berlalu, terlihat Kamori menggendong sebuah tas besar di punggungnya apa lagi kalau bukan berisi makanan.
"Apa tidak kebanyakan kak?" tanya Mika, Kamori hanya tersenyum dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan.
Karena Mika bilang kalau desa yasai dekat hanya 500 meter, Kamori memilih untuk jalan agar bisa menghemat koin emasnya.
[Apa kau benar-benar ingin pergi ke desa itu?]
'Tentu, memang aku tidak tau apa tujuan ini anak, tapi instingku mengatakan ini anak baik namun dia butuh pertolongan' ucap Kamori dalam hati, dia terus waspada terhadap serangan mendadak dari hewan atau yang lainnya.
[Kau harus hati-hati loh..., jangan sesekali menilai dari sampulnya, kalau saja anak itu ternyata menjebakmu, mampus kau!]
'Sadis...' jawab Kamori dengan wajah datar.
Setelah berjalan melewati hutan, mereka melihat sebuah gerbang dengan diatasnya bernama desa yasai, desa tujuan Kamori dan Mika.
Kamori berhenti didepan gerbang, dia melihat keadaan desa yang sepi hanya beberapa orang saja namun wajah orang tersebut tampak muram ditambah lagi, ada orang seperti penjaga yang terlihat garang.
"Apa benar ini desanya?" Kamori tampak ragu memasuki desa tersebut namun saat dia melihat wajah Mika yang marah, takut dan muram bercampur membuat Kamori tambah bingung.
"Iya," jawab Mika pelan tampa mengalihkan pandangannya dari desa muram itu.
Kamori perlahan membuka gerbang sambil terus mengawasi sekitar, sampai pada saat Kamori mendengar sebuah teriakan yang membuatnya harus melindungi Mika.
"DIA SUDAH KEMBALI!!!"
"JANGAN SAMPAI LOLOS LAGI..."
"CEPAT BUNUH ANAK ITU..."
Kamori saat ini dilanda kebingungan, dia menatap Mika yang hanya menundukkan kepala, apa yang sebenarnya terjadi dengan Mika?
Kamori segera mengeluarkan pedangnya dan mulai masuk mode tempur, tiba-tiba Aka menampakkan sebuat tulisan.
[Aku menemukannya! Desa Yasai adalah salah satu desa makmur di kota charol yang tanpa diketahui bahwa desa ini sedang di jajah dengan suatu organisasi.]
__ADS_1
'Organisasi?'
[Aku tidak tau selebihnya, sepertinya anak ini berusaha meminta pertolongan.]
'Sepertinya begitu,' Kamori sekali lagi melihat Mika yang tengah bersembunyi dibelakangnya tampak jelas wajah ketakutannya.
Kamori menghela nafas dan kembali fokus sambil bersiaga, "Mika setelah ini kamu harus menjelaskan semua ini, sekarang kau cari tempat berlindung dibalik pohon," perintah Kamori yang langsung dijalankan oleh Mika.
"Huh..., sungguh merepotkan saja," ucap Kamori, dia mengatur nafasnya dan tatapan Kamori semakin tajam.
Satu persatu orang dengan pakaian serba hitam keluar dari gerbang, "Hei..., nona kucing, kalau kau tidak mau mencari masalah dengan kami, turunkan senjatamu dan katakan dimana anak kecil brengs*k itu dimana!" ancam salah satu orang berjubah hitam.
Kamori tersenyum miring, "Kalau kau mau anak itu, kau harus melawanku sampai aku memberitahumu dimana lokasinya, kalau kalian tidak berani berarti kalian adalah pecundang!" remeh Kamori menatap para jubah hitam sinis.
"Cih..., ternyata kau berani juga ya? SEMUANYA!!! BUAT KUCING KECIL INI BICARA, KALAU DIA TIDAK MAU BICARA, BUNUH DIA!" komando orang yang tadi mengacamnya.
Sebelum bertarung, Kamori menggunakan kekuatan imajinasinya untuk membuat Mika transparan serta menutup mata anak itu agar tidak melihat dirinya membunuh orang.
"MAJU KALIAN PARA PECUNDANG!!!" teriak Kamori langasung dijawab serbuan ratusan orang berjubah hitam.
'Sebuah kekuatan yang dapat menahan mereka, benang kucing!' semua kekuatan kostum ini akan aktif kalau si pengguna sudah membayangkan dan mengatakan kucing.
"Kucing!" sebuah tali berwarna merah tiba-tiba muncul dan melilit mereka semua, mereka sangat terkejut dan terus meronta agar tali tersebut lepas, namun percuma saja semakin, ingin lepas akan semakin erat lilitannya.
"Brengs*k!!! apa dia pengguna sihir, apa-apaan ini!" ucap salah satu dari mereka.
Kesempatan ini digunakan oleh Kamori untuk mengakhiri semuanya, dengan mengandalkan kecepatan berjalan yang dia peroleh dari kostum ini, dia segera berlari ke satu tubuh ke tubuh lainnya.
"Ternyata hanya segini kemampuan kalian?" Kamori menyimpan pedangnya lagi, dia menatap ratusan orang yang terkapar dengan darah mengitari mereka.
[Selamat! anda mendapatkan 10 koin emas dari membunuh anak buah organisasi hitam terbesar yaitu organisasi hitam Hitaka!]
[Level skill pedang dua tangan naik!]
[Level naik]
[Level naik]
[Anda mendapatkan job baru!]
"Organisasi hitam Hitaka?"
[Organisasi Hitaka adalah organisasi hitam terkuat nomer dua, ketua dari organisasi ini harga buronannya adalah 2 triliun koin emas]
'Apa-apaan dengan harga tinggi itu!' Kamori terkejut pada saat mengetahui harga ketua organisasi itu, bisa-bisa Kamori mandi dengan koin emas kalau saja menangkapnya.
[Ketua dari organisasi tersebut adalah salah satu ksatria terkuat di dunia, dia urutan nomer 1, jadi jangan meremehkan dia, meski kau memakai ini kostum, kau akan tetap kalah karena level kostum dengannya sangat berbeda.]
Jelas panjang lebar Aka yang hanya membuat Kamori semakin terkejut, "Kalau begitu tunjukkan statusku sekarang!" perintah Kamori saat Aka mengatakan kalau levelnya sangat jauh dengan ketua organisasi hitam.
[Nama : Kamori Lin
Anak dari pedagang keliling yang menyukai harta serta sering menggoda banyak pria, dan menjadi sampah karena tidak kebergunaannya.
__ADS_1
Guild. : Tidak ada.
Job. : Pembunuh amatir.
Koin emas: 1.567.998.107.957
Koin perak: 10
Koin perunggu: 402
Level:15
HP : 15.000.000
STR: 32.000.000
VIT : 22.000.000
AGI: 23.000.000
INT: 20.000.000
Skill:
Pedang dua tangan : level 1
Support : level 1
Pengendali hewan : level 1
Item: Dua pedang naga biru SSS+, 2 inti harimau buas, 5 kulit harimau buas, 100 pil MAX HP, 49 obat penyembuh luka.]
'Kenapa aku jadi pembunuh amatir?' tanya Kamori saat melihat jobnya berganti menjadi pembunuh amatir, 'Apa bisa diganti?'
[Tidak bisa, karena pada saat ganti job pada waktu pertama kali akan menentukan kamu jadi apa, jika pembunuh ya pembunuh kau tidak bisa ganti dan kau tidak akan bisa masuk ujian pemilihan gelar karena kau seorang pembunuh.]
Kamori mulai sedih kenapa waktu pertama datang dia tidak memilih untuk pergi menuju ibu kota dan melakukan ujian tersebut terlebih dahulu, 'Apa tidak ada jalan lain untuk ikut ujian pemilihan gelar?'
[Tidak.]
Kamori cemberut, pada saat itu juga Mika mendekati Kamori, "Apa kak Kamori baik-baik saja?" tanya Mika membuat Kamori terkejut.
'Ah..., apa Mika bisa melihat mayatnya, gawat kalau dia melihatnya, bagaimana ini?' Kamori mulai panik memikirkan tetang Mika, dia takut Mika akan trauma karena dirinya.
[Santai, aku sudah melindungi matanya, dia tidak akan bisa melihat mayat.]
Kamori bernapas lega saat mendengar hal itu, "Iya, aku tidak apa-apa," ucap Kamori sambil mengusap rambut coklat keemasan milik Mika.
"Sekarang kamu harus jelaskan apa yang terjadi disini dan kenapa kamu jadi incaran mereka?" ucap Kamori menatap tajam anak perempuan dengan tinggi sepinggangnya.
Mika mengangguk, "Aku akan menceritakannya ke kakak," Mika menunduk lesu sepertinya dia sangat tidak mau mengingat kejadian yang dia alami.
(Tujuan Selanjutnya, Tragedi Desa Tempat Tinggal Mika!!!)
__ADS_1