
"Bekerja sama lah denganku!"
Tidak ada reaksi dari Kamori, dia hanya menatap kosong Tori. Tori merasa ada yang salah dengan anak ini.
Benar yang dirasakan oleh Tori, kesadaran Kamori telah kembali, yang ada di depannya hanya sebuah duplikat saja.
"Manusia kurang ajar!!!" Kamori yang mendengar kata-kata umpatan dari kepalanya hanya tersenyum kecil.
Saat berbicara dengan Tori, Kamori merasakan sesuatu menyentuh tubuhnya, karena takut itu musuh jadi dia segera kembali ke tubuhnya.
"Kau sudah bangun," ucap kakek Riga dengan wajah agak pucat.
"Kakek sudah sadar! bagaimana keadaan kakek? baik-baik saja kan?" Kamori khawatir melihat wajah kakek Riga yang begitu pucat.
"Aku tidak apa-apa, ka...kamu apa terluka? bagaimana dengan naganya?" tanya kakek Riga, dia takut kalau hewan kuno itu berhasil kabur.
'Bilang ke dia, kalau aku sudah kau musnah kan,' suara Tori bergema di otak Kamori. Tori tidak ingin berurusan dengan kakek - kakek di depan Kamori saat ini, lebih tepatnya dia tidak ingin diketahui orang - orang seandainya dia tinggal di tubuh gadis kecil ini.
"Aku tidak terluka sama sekali kek, untuk naganya kakek tenang saja... dia sudah aku kalahkan!" ucapan Kamori membuat kakek Riga tidak percaya, bagaimana mungkin Kamori mengalahkan dewa naga sendiri sementara di tubuhnya tidak ada ada tanda - tanda kalau dia habis bertarung.
"Apa kau yakin?" tanya kakek Riga memastikan apa yang diucap Kamori benar adanya.
"Yakin kek," Kamori tersenyum untuk menyembunyikan kebohongannya. 'Kalau cuma itu dia tidak akan percayalah! berikan sedikit bumbu di atasnya!' ucap Tori yang terus mengamati.
Kamori berpikir keras agar kakek Riga percaya akan kebohongannya itu. "Tadi aku dibantu oleh dewi reinkarnasi. Katanya dia ingin bertemu dengan naga itu, setelah dewi berkata begitu naganya hilang bersamaan dewi reinkarnasi."
Kakek Riga menatap tajam ke arahnya membuat Kamori berkeringat dingin. 'Kenapa kau bawa - bawa dewi reinkarnasi? Apa tidak ada alasan lain?' protes Tori. Kamori tidak tau kenapa Tori protes tentang hal ini,seharusnya dia diam dan menerima alasan itu. Apa mungkin Tori tidak ingin berhubungan dengan dewi reinkarnasi?
__ADS_1
"Syukurlah kalau begitu. Mari pulang ke rumah, kamu pasti lelah menghadapi semua ini," Kamori mengangguk setuju. Kakek Riga dan Kamori pun meninggalkan ruangan itu menuju rumah mereka.
'Dia berbohong! Kenapa aura dewa naga terpancar di seluruh tubuhnya? Walaupun samar aku masih bisa merasakannya. Apa ini ulah dewi reinkarnasi?' Riga terus menatap tubuh Kamori dari belakang, Riga melihat cahaya ke emasan di sekujur tubuh Kamori.
Cahaya itu hanya bisa dilihat oleh orang level S ke atas, Tori tidak bisa menyembunyikannya dari level S ke atas sebab kekuatannya belum pulih seutuhnya. Ini akan merepotkan Tori dan orang yang menampungnya.
ʕ•ﻌ•ʔ
Dua minggu setelah kejadian lepasnya segel. Tori menyuruh Kamori untuk meninggalkan desa Mea, kata Tori, dia ingin membalas dendam ke raja kerajaan langit.
Di karenakan mereka memiliki tujuan yang sama, Kamori pun setuju dengan permintaan Tori. Sekarang dia sedang bersiap untuk pergi, sementara kakek Riga tidak diketahui keberadaannya sejak pagi.
"Yoosh... sudah semua," ucap Kamori menatap tas ransel ukuran sedang di depannya.
'Hanya itu barang yang kau bawa?' tanya Tori keheranan. 'Iya, memang apa yang harusku bawa?' jawab Kamori sembari menyiapkan bekal perjalanan.
Setelah selesai menyiapkan bekal, Kamori segera pergi mencari kakek Riga guna berpamitan.
"Kamori..., kamu sudah mau pergi?" tanya kakek Riga yang baru keluar dari gudang sebelah rumahnya. " Iya kek," kakek Riga menghampiri Kamori dengan membawa sebuah pedang bersarung biru serta membawa kantong goni kecil ditangannya.
"Ini buat kamu, kantong ini berisi koin emas, meski tidak seberapa, tapi cukup buat beli makanan. Dan jangan lupa mencari empat orang itu, mereka berempat pasti bisa membantumu," pesan kakek Riga sembari memberikan dua benda yang ditangannya.
"Siap kek, terima kasih banyak, kalau begitu Kamori pergi dulu...," Kamori pun mulai berjalan meninggalkan kakek Riga. "Jangan lupa mencari Clara, Erwan, Hilde dan Seli!!!" Kamori mengacungkan jempol dan kembali melanjutkan perjalanannya.
'Mori..., siapa yang dimaksud oleh tua bangka itu?' tanya Tori. 'Temannya kakek Riga. Kata kakek kalau mereka berempat disatukan bisa mengalahkan raja.'
'Hahaha..., lelucon macam apa itu, mana mungkin empat manusia lemah bisa mengalahkan orang yang sudah pernah mengalahkan dewa..., hahahaha...' Tori terus tertawa sampai - sampai memenuhi isi otak Kamori.
__ADS_1
'Diam! kau membuat aku pusing, mungkin saja! kita kan belum tau orang seperti apa yang dimaksud kakek! lagi pula aku masih punya satu teman!' bentak Kamori, Tori seketika diam. 'Teman? kau punya teman? tidak ku sangka kau punya teman...,' ejek Tori.
Kamori tidak membalas ejekan Tori, dia memilih diam dari pada kesabarannya habis. selama perjalanan menuju tepi laut, Kamori selalu dihadang beberapa hewan liar, dengan begitu Kamori bisa menaikkan level sekalian.
Tiga jam perjalanan, akhirnya Kamori sampai di tepi laut. "Sekarang apa?" Kamori kebingungan karena disana tidak ada orang sama sekali bahkan perahh tidak tersedia disana.
"Bagaimana caranya pergi ke pulau seberang woy!" teriak Kamori yang membuat Tori meresponnya. 'Berenangkan bisa' jawab Tori. "Saran yang sangat membantu."
Kamori memilih membuat perahu dari bahan bahan sekitar dari pada tidak melakukan apa - apa. Dua jam telah berlalu, hari pun menjelang sore, Kamori baru saja menyelesaikan perahunya.
Sebuah perahu berbentuk papan sudah siap. 'Apa itu perahunya? jelek! apa kau tidak punya keterampilan tangan?' komen Tori, Kamori menggegam erat kayu guna menahan emosinya. "DIAM KAU! sudah tidak ikut membuat bisanya komen doang..."
'Hm, sini! aku akan mengajarimu cara membuat perahu,' Tori mulai mengambil alih tubuh Kamori, hanya butuh beberapa menit sebuat kapal besar sudah siap dihadapan Kamori.
"KENAPA TIDAK DARI TADI!!!" Kamori kesal dengan perbuatan naga yang ada dalam tubuhnya. 'Kamu tidak memintanya,' jawaban singkat yang dapat membuat Kamori diam tidak berkata - kata.
Karena hari mulai gelap, Kamori segera naik ke dalam kapal. "Aku tidak bisa mengendarainya," Tori yang mendengar itu segera mengambil alih tubuh Kamori lagi.
'Bagaimana caranya kamu mendapatkan bahan - bahan membuat kapal?' tanya Kamori. "Rahasia."
Selama dalam perjalan, mereka berdua tidak ada yang memulai pembicaraan. Tori fokus ke kapal sedangkan Kamori mengamati.
"Bagaimanapun juga, kita akan pergi langsung ke kerajaan langit. Kita tidak akan mampir ke pulau lain!" kata Tori dengan wajah serius.
'Iya.'
(Tujuan Selanjutnya, Bertemu lagi!!!)
__ADS_1