Berpetualang Di Dunia Game

Berpetualang Di Dunia Game
Rahasia


__ADS_3

(Kenyataan)


Kakek Riga tampak bukan orang dari dunia ini, entah kenapa Kamori merasakan bahwa kakek adalah manusia modern, itu masih dugaan sih.


"Jadi, Kakek orang sini?" tanya Kamori setelah kakek kembali dengan membawakan dua cangkir yang berisikan minuman yang tidak Kamori kenal.


"Bukan, aku berasal dari dunia lain, pasti kamu tidak paham bahkan tidak percaya," bagaikan tersambar petir, Kamori sangat terkejut akan pengakuan ringan dari kakek Riga.


'Dunia lain? apa ada orang selain aku yang dipanggil ke dunia ini?' Kamori termenung sedangkan Kakek sudah selesai menaruh cangkir ke atas meja.


Kamori tersedar dari lamunannya setelah deheman dari kakek, "Apa kakek dari dunia yang teknologinya sudah maju? seperti ada mobil, pesawat atau headphone?" tanya Kamori.


Itu membuat kakek terkejut tapi dia berusaha menyembunyikkannya, "Iya, apa kamu juga dipanggil ke dunia busuk ini?" tanya kakek Riga setenang mungkin.


'Benar! ada orang selain aku disini, tapi... dunia busuk? apa maksudnya?' semenjak Kamori bertemu dengan kakek Riga, dia banya berpikir.


"Dunia busuk?" Kamori ingin memperjelas apa maksud dari dunia busuk sebenarnya, kenapa dunia semenyenangkan ini dijuluki dunia busuk?


"Hm, kamu pasti Newbie (Pemula) akan kuberi tahu semua kebusukkan dunia ini, bahkan dunia ini dikendalikkan oleh seseorang sesuka hati, kita hanya bagaikan pionnya saja."


Kamori mulai serius menanggapi perkataan kakek tua yang mungkin sebentar lagi dia akan meninggal.


"Meski dunia ini seperti fantasi yang menyenangkan dari pada dunia sebenarnya, tapi yang sesungguhnya adalah neraka bagi mereka pecinta game, para sampah serta orang jahat."


"Banyak orang yang sudah dipindahkan raganya ke dunia busuk ini, pertama mereka dibuat senang oleh sistem-sistem setan itu! setelah itu mereka akan terus ditekan oleh datangnya misi yang menumpuk..."


"Entah itu dari guild atau sistem secara langsung, setiap hari mereka akan didatangi dengan misi yang terus menguras tenaganya dan uang mereka sehingga mereka terpaksa berutang dengan sistem."


"Banyak yang menyerah, mereka pun menjadi..., maaf sebelumnya, tunawisma! tujuan dari dunia ini adalah mengurangi jumlah manusia yang malas!"


"Orang malas? kenapa harus orang malas?" tanya Kamori, dia mengakuinya, saat didunia nyata hidupnya hanya untuk game sedangkan biaya hidupnya ditanggu oleh saudaranya.


"Mungkin untuk mengurangi hama seperti kita," ucap kakek sambil menggidikkan bahu, sepertinya itu hanya teorinya saja, mungkin atau itu kebenaran.


"Kalau gitu bagaimana dengan kakek yang bisa berada disini? dan bagaimana cara kita keluar dari dunia fantasi ini?" untuk beberapa saat Kamori merasa ini hanyalah mimpi, mimpi disiang bolong.


"Dengan mengalahkan BOSS-nya, orang yang membuat dunia fantasi menjadi nyata, tapi kamu harus menjadi kuat dulu kalau bisa lebih kuat dari pada bossnya."


"Kenapa aku bisa disini? aku telah diselamatkkan oleh Dewi Reinkarnasi, sepertinya kamu juga telah ditolong olehnya."


Kamori yang dari tadi menyimak cerita kakek Riga kini kembali berpikir, otaknya dimasuki berbagai pertanyaan. 'Aku ditolong oleh Dewi yang mudah marah itu?'


"Kalau begitu kakek Riga pernah meninggal, tapi karena apa?" tanya Kamori, dia yakin kalau ada alasan dibalik meninggalnya kakek, kalau dia mati karena menyerang penyihir level S, apa kakek Riga juga sama?


"Melawan boss."

__ADS_1


"Eh? bukan karena penyihir level S?" kakek Riga menggeleng sambil menyeruput minuman berwarna biru muda itu.


"Aku dulu saat pertama kali masuk dunia ini, aku sudah merasakan kejanggalan, dari misiku yang terus bertambah meski yang sebelumnya belum selesai, disaat itu lah aku saegera mencari tau."


"Mungkin takdir atau yang lainnya, aku diberitahu oleh senior mungkin sekarang dia sudah meninggal, dia bilang bahwa aku harus membunuh seseorang yang berada di kerajaan langit, seseorang yang sangat kuat bahkan tidak bisa diukur levelnya!"


"Kerajaan langit? masih ada kerajaan langit juga? jangan-jangan dunia ini luas?" pikiran Kamori terisi lagi oleh pertanyaan yang ingin dia ketahui jawabannya.


"Ya! ada berbagai kerajaan. Kerajaan timur, selatan, barat, utara, langit dan tanah. Kerajaan tanah bertepatan di bawah tanah, katanya kerajaan itu tidak ramah terhadap pengunjung."


"Sedangkan kerajaan utara yang kau tinggali adalah kerajaan yang kacau! maksud dari kacau adalah kerajaan itu memiliki raja dengan otak dangkal..."


"Pajak dibesarkan, mata uang untuk koin emas sangat murah itu membuat nilai emas menurun disana, dan warga disana tidak terurus, itu semua terjadi saat raja berganti dua tahun yang lalu."


Raut wajah Kamori mengkerut, dia mengingat cerita Mika tentang kota yang sepi karena adanya perayaan raja baru dan juga warga desa yang tidak dapat bantuan mungkin saat raja sudah berganti.


"Jadi, level berapa kamu?" tanya kakek Riga, Kamori yang mendengarnya segera menghentikkan acara meminum-minuman aneh itu, rasa minumannya seperti mint.


"Eh...., itu... aku kembali lagi ke level pemula, Status!" Kamori tidak tau dia bisa melihatnya atau tidak, dia hanya reflek saat dirinya ditanya.


[Nama : Kamori Lin


Anak dari pedagang keliling.


Guild. : Tidak ada.


Koin emas: 10


Koin perak: 10


Koin perunggu: 10


Level: 0


HP : 150/150


MP: 0/0


STR: 10/10


AGI: 5/5


INT: 5/5


DEX: 2/2

__ADS_1


Skill: -


Item: -]


'Hilang? kenapa keterangan pemainku hilang? apa ini error,' heran Kamori. "Ternyata statusmu kembali seperti awal ya...," Kamori terkejut. "Kau bisa melihat statusku?"


"Ya bisa lah, setiap player dapat melihat status player yang lain, seperti ini," kakek Ragi seperti mengucapkan sesuatu namun dia tidak bisa mendengarnya.


[Nama : Riga Rud


Anak yatim piatu.


Guild. : Tidak ada.


Job. : Swordsman, Support


Level: 65


HP : 90.000.000/90.000.000


MP: 85.000.000/85.000.000


STR: 83.524.000/84.000.000


AGI: 76.000.000/76.000.000


INT: 79.796.000/80.000.000


DEX: 79.000.000/79.000.000


Skill: Swordsman: level 43


Support: level 37]


"Yang kamu lihat itulah yang aku lihat," ucap kakek Riga menghilangkan statusnya setelah Kamori melihatnya.


"Levelmu sudah tinggi, kenapa tidak melawan boss yang kakek bicarakan?" tanya Kamori sambil menghabiskan minumannya.


"Sudah kubilang bahwa level Boss tidak bisa diukur, bisa dibilang melebihi level paling tinggi yaitu SSS+" ucapnya sambil memasang wajah horror.


Kamori tidak bisa berkata-kata lagi, diotaknya kini terulang kata yang tadi diucapkan kakek Riga. 'Kalau levelnya saja melebihi level maksimal, apa mungkin aku bisa melawannya? '


"Bagaimana kalau kamu manaikkan level-mu dulu disini?" Kamori tersentak mendengar suara berat kakek Riga. 'manaikkan level dipulau terpencil ini? apa bisa?'


Seakkan tau apa yang dipikirkan Kamori, kakek Riga mulai memberi tahunya. "Memang disini tidak ada monster, tapi dibawah pulau ini ada surga bagi orang yang ingin menaikkan levelnya," ucap kakek dengan wajah cerahnya serta senyum yang berusaha dia sembunyikkan.

__ADS_1


"Ada pulau dibawah pulau?"


(Tujuan Selanjutnya, Pulau Bawah Air!!!)


__ADS_2