BERPINDAH KE DUNIA SIHIR MODERN

BERPINDAH KE DUNIA SIHIR MODERN
JALAN JALAN


__ADS_3

Setelah Panji berada di dalam kamar bersama kedua teman barunya Rendi dan Iqbal, mereka sudah saling membaur/mengenal.


Hari telah berganti, hari pertama pembelajaran telah dimulai. Tapi karena Panji merupakan murid pindahan baru jadi dia belum mendapatkan kelas.


"Panji kami berangkat dulu y" ucap Rendi.


"Iya, semoga kita dapat kelas yang sama" ucap Iqbaal.


Rendi dan Iqbal merupakan murid kelas petarung di X D. Sedangkan setiap Bidang/Jurusan terbagi beberapa kelas.


- Bidang Pendekar/Petarung (S-E)


- Bidang Sihir (S-E)


- Bidang Alkemis (S-C)


- Bidang Blacksmithing (S-C)


Setiap Kelas dibagi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Untuk kelas S bisanya hanya murid dengan kemampuan tertinggi saja dan untuk kelas E untuk murid yang kurang berbakat. Sama dengan kelas Alkemis dan Blacksmithing, Kelas S untuk murid berbakat dan kelas C untuk murid yang kurang berbakat. Dan bidang ini sangat sedikit peminatnya jadi sedikit murid yang memiliki bidang tersebut.


_ _ _ _ _ _ _ _ _

__ADS_1


Saat ini Panji tengah berkeliling sekolah dan mengunjungi tempat tempat di sekolah seperti, kelas kelas yang ada di sekolah barunya, lapangan untuk berlatih, taman sekolah, dan sekarang Panji berada di gudangnya makan ' y, Kantin sekolah'. Bagi semua siswa Kantkn merupakan tempat yang paling seru karena kita bisa nongkrong bersama teman.


# Di Lorong Kantin.


"Aaampun Alice..." seorang anak laki-laki yang tengah dikejar oleh seorang wanita dengan pedang yang terbuat dari sihir es di tangan kanannya.


"Berhenti kau. Jangan lari..." ucap wanita yang bernama Alice itu.


"Tidak... kalau aku berhenti...kau akan membunuhku" ucap laki laki tersebut bernama Kevin.


"Itu karena ulahmu sendiri. Terima ini" Alice langsung mengarahkan pedangnya ke arah Kevin yang berada didepannya yang sedari tadi ia kejar.


Karena mereka berada tepat di pertigaan lorong/ persimpangan, mereka tidak tau kalau ada seseorang yang sedang berjalan. Alhasil pedagang tersebut mengarah ke orang tersebut.


Saat ini Panji tengah berjalan di lorong kantin sekolah. Dia berjalan melewati persimpangan, kemudian ada siswa yang berlari dari arah kanan lorong dan tiba tiba ada pedagang yang mengarah ke Panji.


JREB...


Serangan tersebut ditahan Panji menggunakan telapak tangannya, alhasil pedagang tersebut menembus telapak tangan Panji.


"Ooh" Panji tidak merespon rasa sakit nya. Ya mau ngerasain gimana Panji kan sebenarnya udah berada di tingkat pendekar Mahir bintang 3, jadi selama ini dia menahan kekuatannya di tingkat pendekar alam hidup dan mati II bintang 2 agar tidak terlalu mencolok.

__ADS_1


Kemudian Panji mematahkan pedang dari Alice yang terbuat dari sihir es.


KRKK...PYAR...


Pedang es milik Alice langsung hancur saat Panji menggenggam pedang tersebut. Alice dan Kevin terkejut melihat seseorang yang dengan mudah mematahkan pedang yang masih menancap di tangannya tanpa merasakan sakit sedikit pun.


"Lain kali berhati-hati dalam menggunakan senjata, dan saranku pedangmu masih rapuh kau harus banyak berlatih agar pedang mu tidak mudah hancur" ucap Panji dengan nada lembut kemudian meninggalkan mereka.


"Ee,,,ano... siapa namamu" tanya Alice.


"Namaku Panji" ucap Panji sebelum menjauh dari mereka hingga tidak terlihat lagi.


'Panji,,, dia laki-laki yang hebat' batin Alice.


"Wah, dia tidak merasakan sakit apa tertusuk Padang dari Ratu Es" ucap Kevin yang sedari tadi terduduk di lantai.


"Em... entahlah.. mungkin ini saatnya kamu mencoba" Alice langsung membuat pedang es dan tersenyum jahat.


"Gleg,,, TIIIDAAAKK" teriak Kevin.


______________________________________

__ADS_1


***JANGAN LUPA LAIK VOTE END COMEN YANG SEMUA...


TERIMAKASIH KARENA SUDAH MAMPIR KE KARYA OE***.


__ADS_2