BERPINDAH KE DUNIA SIHIR MODERN

BERPINDAH KE DUNIA SIHIR MODERN
Menjadi Guru #1


__ADS_3

KAMIS 15 2034. 07:00 WIB


Pagi ini suasana di kamar no. 31, lantai 5 , asrama Putra sangat sangat...


"Huaa hiks...huaa.." Cindy menangis karena dia ngompol di kasur.


"Sudah Cindy gak usah nangis lagi kakak gak akan marah kok, sudah sekarang Cindy mandi dulu biar kakak yang ngurus ini" ucap Panji menenangkan Cindy.


"Hiks kakak tidak akan hiks marah sama Cindy kan hiks"


"Iya, kakak gak akan marah kok, sudah Cindy buruan mandi tuh lihat kak kamu udah siap"


"Iya Cindy cepetan mandi terus kita makan kakak sudah lapar nih" ucap Bayu.


"Tadi kak Glen ngajak kamu makan kamu gak mau" ucap Panji.


"Hehehe, aku maunya bareng kakak" ucap Bayu


"Huff, Cindy mandi ya" ucap Panji.


"Mmm"


Setelah Panji menyelesaikan masalah nya sekarang Panji dan kedua kakak beradik itu tengah berada di kantin sekolah.


"Setelah ini kalian mau ikut kakak apa kembali ke kamar?" ucap Panji.


"Soalnya nanti kakak harus membantu kepala akademi sekolah ini" lanjutnya.


"Em, kami ikut kakak aja" ucap Bayu.


"Kalau dikamar bosen" sahut Cindy.


"Hm baiklah tapi kita harus bertemu dengan kepala akademi dulu ya.


Dan nanti kalian harus menuruti perkataan kakak, ok👌"


"Oke 👌 kak" jawab mereka.


Setelah mereka selesai sarapan mereka langsung menuju ke Ruang Kepala Akademi untuk membicarakan sesuatu.


Tok tok tok


"Masuk"


" Eh nak Panji, silahkan duduk dulu...eh siapa mereka berdua" tanya Felix. Di dalam ruangan tersebut hanya ada Felix dan satu orang assassin Heru yang bersembunyi menggunakan sihir tanpa terlihat miliknya.


"Oh mereka berdua, mereka anak aku paman" jawab Panji.


'😨 dia beneran punya anak, tapi aku harus mencari tau lebih lanjut' pikir Felix


"Oh anak kau, lalu ibunya mana?" tanya Felix yang masih penasaran.


"Oh orang tua mereka sudah tidak ada paman, jadi aku mengangkat mereka menjadi anak asuh aku, ya lebih tepatnya adik angkat gitu" jawab Panji.


'Oh anak angkat, syukurlah masih ada kesempatan' pikir Felix.


"tapi aku sudah memiliki tunangan, mungkin dia mau menjaga mereka" lanjutnya.


"APA!! Kamu sudah memiliki tunangan, apa itu Septi dari kelas sihir D"


"Bukan lah, itu rahasia. Sekarang aku mau tanya kapan aku akan mulai mengajar? Dan dikelas apa? Berapa banyak murid?" tanya Panji.


'Ini anak nanya banyak banget...


"Eh eem...30 menit lagi Kelas petarung C jumlah siswa 16, itu saja... lain kali nanya-nya satu persatu dong kan ribet..." ucap Felix.

__ADS_1


"Iya iya, oh ya paman Heru mau sampai kapan disitu terus" Panji melirik ke arah Heru yang bersembunyi.


Sontak hal tersebut membuat Heru terkejut, pasalnya selama ini belum ada orang yang dapat mengetahui keberadaan nya saat menggunakan sihir tak terlihat miliknya.


"Ba-bagaimana mungkin ka-kamu bisa mengetahui keberadaan ku" ucap Heru yang melepaskan sihirnya.


"Selama ini belum ada orang yang dapat mengetahui keberadaan ku, dan kau dengan mudahnya mengetahui keberadaan ku. Siapa kamu sebenarnya nak" lanjut Heru bertanya.


"Emm mungkin karena aku sudah terbiasa menghadapi musuh yang menggunakan sihir seperti itu bahkan yang lebih tinggi" jawab Panji dengan santai.


"Em bagaimana kalau aku kasih tau salah satu Sihir tak terlihat yang lebih tinggi dari yang paman gunakan"


"Benarkah itu, kalau begitu aku mau"


"Baik baik, tapi sekarang antarkan aku ke kelas dulu ini sudah masuk jam mengajar kan" ucap Panji.


"Haha baiklah ayo aku antar"


"Oh ya paman kalau bisa paman melatih pernafasan paman dulu" pinta Panji.


"Hah baik aku akan melakukannya"


Setelah menerima buku pengajar Panji langsung menuju ke kelas Petarung Ting C bersama kedua adiknya dan Heru sebagai pemandu. Tak lama kemudian mereka sampai di depan kelas Petarung Ting C, dari luar Kelas terdengar suara anak anak yang sedang bercanda.


"Haha sekarang guru Tomo gak hadir jadi kita bebas, yey"


"Beneran,... bagus kalau begitu aku sudah lelah dengan ajaran nya"


"Ya aku juga sama, guru Tomo cuma nyuruh kita menyalin semua yang dia omongin terus"


"Hem Hem" semua murid sependapat.


"Pagi anak-anak" ditengah kesenangan murid kelas petarung ting C, Heru masuk. Semua murid langsung kembali ke tempat duduk mereka.


"Ehem, sebelumnya mohon maaf karena pak Tomo hari ini tidak bisa mengajar hari ini, dan karena hal itu saya ingin memperkenalkan guru pengganti pak Tomo"


"Selamat pagi semua, perkenalkan nama Panji, disini saya akan menjadi guru pengajar kalian" ucap Panji, dan untuk kedua adiknya Panji meminta Triyan untuk mengajak mereka bermain di taman.


"Baiklah, karena kalian sudah ada guru Panji di sini saya undur diri... guru Panji semangat"


"Ya, terimakasih paman Heru" ucap Panji saat Heru meninggalkan Panji.


"Ternyata guru pengajar seusia kita"


"Iya, kalau begitu kita gak usah takut"


"Benar, kita ancaman saja dia agar tidak usah mengajar di kelas kita"


Beberapa siswa tengah menyusun rencana.


Karena melihat semua murid pada mengobrol sendiri Panji tidak tinggal diam, sebagai guru dia harus mendidik muridnya sebaik mungkin.


"Semuanya mohon tenang" karena tidak ada respon, Panji terpaksa mengeluarkan aura miliknya. Dalam sekejap semua murid terdiam.


"Nah terimakasih, em ah sekarang kita akan absen terlebih dahulu ya"


"Baik pertama:


- Andy


- Ahmad


- Bunga


- Cerli

__ADS_1


- Cika


- Dian


- Damar


- Haris


- Putri


- Riyan


- Renata


- Susi


- Farhan


- Ilham


- Raffi


- Jalu


- Tifa


"Baik karena semua sudah hadir sekarang saya ingin bertanya... Di antara kalian yang memiliki atribut sihir siapa" tanya Panji.


"Pak, ada apa bapak menanyakan hal itu" ucap murid laki-laki bernama Haris.


"Oh itu, karena saya ingin mengajarkan sesuatu kepada mereka yang sesuai dengan keahlian mereka" jawab Panji.


"Dan satu lagi tolong jangan panggil saya pak, panggil saya senior/kak lah ah terserah yang penting jangan pak"


"Baik senior" ucap mereka.


"Oh iya ada tidak?"


Ternyata murid yang memiliki atribut sihir ada 5 murid.


"Hem baiklah, perkenalkan diri kalian dan sebutkan atribut sihir kalian"


" Namaku Andy beratribut tipe angin" Andy berperawakan kurus tidak terlalu tinggi memiliki rambut hitam. Berada di Tingkat Alam Hidup dan Mati II level 1.


"Namaku em Cika atribut sihir ku tipe air" Cika memiliki penampilan yang sempurna untuk gadis seusianya, rambut hitam panjang. Berada di Tingkat Alam Hidup dan Mati I level 7.


"Namaku Haris aku memiliki atribut sihir tipe ledakan (api)" tubuh sedikit berotot dengan rambut hitam pendek. Berada di Tingkat Alam Hidup dan Mati II level 2.


"Namaku Susi aku memiliki atribut sihir tipe tumbuhan" Susi memiliki postur tubuh yang ideal tinggi ramping dan sangat pemalu dengan kacamata nya. Berada pada tingkat Alam Hidup dan Mati I level 7.


"Dan aku Raffi tipe tanah" Raffi sendiri memiliki tubuh besar dan berotot. Berada di Tingkat Alam Hidup dan Mati II 2.


"Hem di antara kalian yang sudah menguasai teknik perubahan elemen siapa?" tanya Panji.


"Hah?? Apa perubahan elemen??" pikir mereka.


"Hhuh kalian tidak tahu ya, begini konsep nya.


Perusahaan elemen/atribut sihir merupakan cara bagaimana kita memanfaatkan kekuatan kita, seperti apabila saya memiliki atribut sihir tipe angin saya dapat meningkatkan ketajaman dalam hal menyerang lawan.


Atau apabila saya memiliki atribut sihir tipe tanah saya bisa membuat sarung tangan yang terlihat seperti tangan Golem atau palu raksasa.


Dan apabila kamu memiliki atribut sihir tipe tumbuhan atau air kalian bisa menggunakan kekuatan elemen kalian untuk menyembuhkan luka, namun bisa juga untuk menyerang lawan. Biasanya untuk tipe tumbuhan akan mengunakan untuk mengendalikan tanaman disekitar kita dan untuk tipe air kita bisa membuat sebuah ledakan dengan memanfaatkan teknik water boom.


Untuk lebih jelasnya kita akan mempelajari nya, dan untuk yang tidak memiliki atribut sihir jangan kecewa karena saya akan mengajarkan beberapa teknik untuk kalian" ucap Panji panjang lebar.

__ADS_1


"Untuk itu sekarang kita pergi ke lapangan pelatihan"


"Baik senior Panji" jawab mereka dengan antusias.


__ADS_2