BERPINDAH KE DUNIA SIHIR MODERN

BERPINDAH KE DUNIA SIHIR MODERN
Serangan monster


__ADS_3

"Rasakan ini. Jurus samurai'terlarang 1~Pembelah gunung"


SLAS...WUT...


BUG....


"Uhuk, sialan mereka terlalu banyak. Tidak ada cara lain selain menutup portal tersebut.


Baiklah, aku harus mulai serius. Pedang Langit" Panji kemudian mengganti senjatanya menggunakan pedang berwarna hitam pekat dan mengeluarkan aura pedang yang tajam.


"Teknik pertama~Tebasan 100 bintang"


"Teknik kedua~ Pedang 1000"


WUST...DUDUAR...


Panji mengeluarkan jurus yang lumayan besar hingga membuat sebagian monster monster itu mati, namun dari portal itu memunculkan satu monster serangga belalang yang berada di Tingkat Langit.


"Sialan kenapa monster tingkat langit bisa muncul sekarang, sedangkan aku belum selesai membunuh semua monster kecil ini semua.


Hah kalau begitu aku hanya bisa menggunakan mereka, tapi aku tidak ingin semua orang tau" Panji berniat untuk menggunakan sesuatu yang ia simpan dalam salah satu kartu Penyegel nya.


[Kartu jenis ini Panji gunakan untuk menyegel Monster/arwah yang ingin dia miliki]


Panji kemudian mengeluarkan satu kartu Penyegel. "Cimerla Awan ungu keluar lah" Panji memilih Cimerla karena memiliki daya serang yang cukup mematikan.


Cimerla ini berbeda dengan Cimerla di episode 3 ya, Cimerla awan ungu saat masih kecil akan berbentuk seperti hamster tapi apabila Cimerla awan ungu sudah tumbuh dewasa akan memiliki kepala seperti ceperlai badan singa, bulu di punggungnya berwarna ungu dan terdapat bulu berbentuk awan di atas kepalanya.


......


"Kamu serang serangga serangga ini, aku akan melawan monster belalang itu" perintah Panji ke Cimerla nya.


Cimerla tersebut hanya mengangguk dan mulai menyerang monster monster serangga lainnya.


"Sekarang saatnya kita bertarung jangkrik, Fire Armor" dalam sekejap tubuh Panji tertutupi oleh armor berwarna merah dan mengeluarkan api.


# Di tempat lain


"His, kenapa ketua menyuruhku untuk mengikuti anak itu sih, apa gunanya coba" gumam Heru. Heru adalah orang yang di suruh orang Felix untuk mengawasi Panji.


"He dia mau kemana tuh, aku harus mengikuti nya" ucap Heru yang masih bersembunyi di atas pohon depan asrama Putra.

__ADS_1


Heru mengikuti Panji hingga ke taman.


"Kenapa dia pergi ke taman? apa dia ingin bertemu dengan seorang" pikir Heru.


Sesaat setelah itu ada seorang gadis menghampiri Panji.


"Maaf kamu pasti udah nunggu lama" ucap Septi.


"Tidak kok, ayo kita berangkat" ucap Panji mengajak Septi.


'Hem masa muda ya' pikir Heru.


Heru mengikuti Panji hingga ke taman kota. Saat ini Heru tengah mengawasi Panji yang tengah memakan bakso.


Heru melihat bahwa ada ibu dan anak yang berpakaian kumuh dan dekil diajak Panji untuk makan bersama.


"Anak itu baik sekali, dia tidak membedakan orang.


Tunggu!! apa jangan jangan ketua menyuruhku menyelidiki anak tersebut karena ingin dijodohkan dengan Non Alice? Ahh mikir apaan sih" Heru kemudian melanjutkan penyelidikan.


Namun tiba-tiba Panji langsung berteriak.


"Semuanya cepat tinggalkan tempat ini sekarang" teriak Panji.


"Hey kamu ingin mengusir kami ya"


"Benar, apa hak mu mengusir kami"


jawab orang orang yang merasa bahwa mereka diusir oleh Panji.


"Duh, kalian kalau mau selamat cepat pergi sebelum..."


DRUG...ZLAS....ZLAS...


Sebelum Panji menyelesaikan ucapannya, dilangit muncul sebuah lubang gate hitam yang awalnya kecil tapi lama kelamaan membesar dan muncul Monster dari dalam gate tersebut


"Sial semuanya lari..." teriak Panji.


"Waaa ada Monster... semua lari selamatkan diri kalian"


'APA!! kenapa ada portal dimensi monster disini, aku harus menyelamatkan orang orang' batin Heru.

__ADS_1


..........


*TRING....


BUG*....


"Huh kamu lumayan juga' uhuk" ucap Panji yang baru saja terkena serangan monster tersebut.


Kriks...


Monster belakang tersebut mulai menyerang Panji lagi. Melihat monster belalang tersebut menyerangnya, Panji menghindari serangan monster belalang tersebut.


"Cih sialan, Gold Aura" Panji mengeluarkan aura miliknya yang berwarna emas yang membuat Panji terlihat lebih berwibawa namun menakutkan karena Panji juga mengeluarkan aura pembunuhnya.


"Tapak Naga" Panji mengeluarkan salah satu jurus terkuat nya. Dari lapak tangan Panji muncul seekor naga yang langsung menghantam tubuh monster belalang tersebut hingga hancur dan hanya menyisakan kristal monster nya saja.


"Huh huf ah, akhirnya selesai juga. Eh portal nya" kemudian Panji mengeluarkan selembar kertas Penyegel.


"Pengengkang" dari kertas Penyegel tersebut muncul cahaya putih yang mengarah tepat di tengah portal. Portal yang awalnya besar mulai mengecil dan hilang.


"Akhirnya selesai juga, Cimerla kembali" ucap Panji menarik Cimerla masuk ke dalam kartu Penyegel.


"Yey kita menang" sorak semua orang.


"Panji hiks Panji..." Septi berlari menuju ke arah Panji dan langsung memeluk Panji sambil menangis.


"Hey jangan menangis, aku tidak apa apa kok"


"Bodoh Panji bodoh hiks, kenapa.. kamu melawan mereka sendirian"


"Maaf maaf" Panji mengelus rambut Septi.


"Nak terimakasih, terimakasih karena kamu telah menyelamatkan nyawa kami semua"


"Iya Terimakasih nak..."


Banyak orang yang mengucapkan terima kasih kepada Panji.


"Eee, iya sama sama" Panji merasa canggung dengan orang orang tersebut.


Namun tiba-tiba ada seorang petualang yang menghampiri Panji.

__ADS_1


"Jadi kamu yang telah membunuh semua monster ini" tanya salah satu petualang tersebut.


"Iya emang kenapa"


__ADS_2