BERPINDAH KE DUNIA SIHIR MODERN

BERPINDAH KE DUNIA SIHIR MODERN
MASALAH BARU


__ADS_3

AUTOR POV


Di kota yang ramai banyak pejalan kaki yang berlalu lalang. ditengah keramaian ada seorang remaja yang tengah berlari tergesa gesa.


"Wah gawat, bisa bisa aku telat ini" ucap Panji yang tengah berlari untuk mendaftar menjadi seorang murid di SEKOLAH AKADEMI KHUSUS PENDEKAR Dan PENYIHIR. Karena di dunia ini tidak semua orang bisa menjadi pendengar/Petualang. Tapi karena dunia sudah modern jadi orang yang tidak bisa melakukan kultivasi selalu mengandalkan alat alat canggih seperti zirah dan robot.


"Ayo Panji kamu harus ce..." ucapan Panji terhenti ketika dia mendengar suara ledakan.


"Boom"


"Tring" suara besi yang sedang berbenturan.


Tidak jauh dari tempat Panji berada, ada beberapa petualang yang tengah melawan monster serigala merah dewasa.


"Semua serang serigala merah itu" ucap salah satu petualang kepada 6 orang lainnya.


Mereka menyerang serigala merah tersebut tanpa peduli dengan sekitarnya. Alhasil banyak tempat hancur karena mereka. Ada salah satu bangunan yang hampir roboh dan ada seorang wanita tua yang berada dibawah bangun yang akan runtuh tersebut.


"Gawat nenek itu harus segera diselamatkan" kemudian Panji berlari kearah nenek itu.


"Elemen Tanah : Metal Golem" kemudian muncul Golem tanah dan menahan puing puing bangunan yang berjatuhan.


"Dasar petualang bodoh melawan monster serigala merah aja sampai seperti ini, Cih" ucap Panji yang melihat kelakuan para petualang itu.


"Katari" ucap Panji memanggil Pedang katana miliknya yang berwarna hitam dengan motif petir merah.



Panji berlari mengejar serigala merah tersebut dan menyerangnya.


"Teknik Pertama : Pedang Penghancur Gunung"


"Teknik Kedua : Tebasan Pembelah Laut"

__ADS_1


Panji mengeluarkan dua jurus miliknya, serangan pertama memotong kaki serigala merah tersebut untuk yang kedua serigala merah tersebut langsung terbelah menjadi dua bagian.


Semua orang yang berada di dekat lokasi kejadian (TKP) seakan akan membeku dengan mata melotot dan mulut terbuka lebar.


"Huff, melelahkan sekali" ucap Panji.


"Hey nak, kenapa kamu membunuh buruan kami, hah" salah satu petualang tadi bertanya.


"Kenapa? Haha apa aku harus berdiam diri menyaksikan kalian bertarung dengan cara seperti itu. Sedangkan Disisi lain semua orang ketakutan banyak tempat yang tadinya indah sekarang hancur oleh ulah kalian. Dan hampir saja melukai nenek itu" ucap Panji sambil menunjuk ke arah nenek yang tengah berada di bawah perlindungan Golem tanah milik Panji tadi.


"Ee itu salah mereka kenapa mereka ada disini" balas salah satu temannya.


"Oh salah mereka ya, kalian yang membawa serigala merah itu kesini dan kalian menyalahkan kami. Sungguh orang orang yang Munafik" ucap Panji.


"Cih, dasar bocah ingusan. MATI KAU" salah satu petualang itu yang memiliki badan paling berotot tidak kuat menahan amarahnya.


"He, kau ingin aku mati atau kau duluan" Panji sudah bersiap menyerang.


Pria tersebut menyerang Panji menggunakan kapak besar sedangkan Panji masih menggunakan Katari.


"Aaaghk" teriak pria tersebut yang tangan kanan nya terpotong.


"Lebih baik kalian cepat pergi dari sini" ucap Panji.


Kemudian Panji pergi menghampiri nenek tadi, namun saat dia sampai ada seorang pria yang menggunakan kemeja hitam dan ada beberapa bodyguard.


"Nenek tidak apa-apa" tanya Panji.


"Nenek tidak apa-apa ***, terimakasih karena telah menolong nenek tadi" ucap nenek tersebut.


"Sama sama nek" balas Panji.


"Oh iya nak, sekali lagi terimakasih karena telah menyelamatkan ibu ku.

__ADS_1


Dan siapa namamu" tanya anak dari nenek itu.


"Nama saya Panji, paman" ucap Panji.


"Perkenalkan namaku adalah Felix Adidama, dan ini ibuku Miyura Adidama" ucap paman Felix.


"Oh, salam kenal paman Felix dan nenek Yura" ucap Panji.


"Haha, kamu bisa panggil aku nenek Mei saja" ucap nenek Mei.


"Baik nenek Mei" ucap Panji.


"Asstaggaaa, aku bisa terlambat ini, nenek paman aku harus pergi dulu, sampai jumpa" Panji berlari menuju Akademi untuk mendaftar.


Tanpa Panji sadari kertas pendaftaran miliknya terjatuh.


"Eh apa ini" ucap paman Felix ketika membaca artikel di kertas pendaftaran milik Panji.


NAMA: PANJI


UMUR: 16


TEMPAT TINGGAL: -


KELAS PETUALANG YANG


DIPILIH : PETARUNG DAN PENYIHIR


TINGKAT PETUALANG: PENDEKAR ALAM HIDUP DAN MATI II BINTANG 3


ORANG TUA/WALI: -


ALAMAT: -

__ADS_1


...............


__ADS_2