
MINGGU 25 2034. 07:30 WIB
Pagi ini suasana di kamar no. 31, lantai 5 , asrama Putra sangat tenang karena hari ini merupakan hari libur/Minggu.
"Hey kalian bertiga jadi bantuin gua gak renovasi rumah?" tanya Panji kepada ketiga temannya Rifan, Iqbal dan Glen yang masih rebutan kamar mandi. Sedangkan untuk Bayu dan Cindy sudah selesai dan berpakaian rapi.
"Bayu Cindy nanti bantu kakak ya" ucap Panji sambil mengelus kepala mereka.
"Emm iya kak" ucap Cindy dengan gaya imutnya.
"Pinter adek kakak nanti kakak beliin mainan deh buat Cindy, oke 👌" ucap Panji.
"Oke 👌 kak" jawab Cindy.
"Kok cuma Cindy kak aku juga mau beli mainan, hemp" ucap Bayu yang iri.
"Iya iya Bayu juga nanti" ucap Panji.
"Pan kita udah siap nih" ucap Rifan yang sudah menggunakan setelah baju hitam celana jins.
"Yoi tapi kita nanti mampir makan dulu ya laper nih" ucap Glen.
"Iya nanti yang bayar lo ya Pan, hehe" ucap Iqbal.
"Iya iya, dasar kalian ini" jawab Panji.
Setelah itu mereka turun kebawah dan langsung berjalan menuju gerbang akademi namun disaat mereka ingin keluar mereka dihadang.
"Berhenti, senior mau kemana?" Ternyata yang menghadang mereka adalah Andy, Cerli, Rhian, Haris dan Renata.
"Oh kalian, kami mau pergi untuk merenovasi rumah yang baru saja aku beli. terus kalian mau kemana" ucap Panji.
"Kami ingin pergi ke Kafetaria Star" jawab Haris.
"Senior ikut yuk" ajak Cerli.
__ADS_1
"Enggak deh, kami sedang mau pergi ke beberapa tempat untuk membeli beberapa bahan untuk renovasi rumah nanti" tolak Panji dengan alasan yang benar.
"Em baiklah kalau begitu gimana kalau nanti ikut bantu senior, setuju gak" usul Renata.
"Em boleh juga tuh, senior nanti kami akan bantu"
"Terimakasih semua" ucap Panji sambil tersenyum.
Setelah itu mereka berpisah, kini Panji, Glen, Rifan Iqbal dan kedua adiknya tengah berada di distrik perdagangan yang berada di kota D / Bagian timur dari ibu kota. Kemudian mereka berjalan menuju ke beberapa toko untuk membeli beberapa keperluan rumah yang Panji butuh namun di setiap saat mereka berjalan mereka selalu menjadi sorotan orang orang karena apa? karena mereka melihat Bayu dan Cindy tengah menunggangi seekor Harimau putih besar, Triyan.
Hingga banyak orang yang ketakutan, iri, kagum, dan ada yang sesekali meminta foto bersama Triyan. Karena biasanya untuk bisa melihat peet orang lain merupakan hal yang sangat jarang ditemui karena semua peet yang dipanggil akan selalu menguras energi sang pemanggil atau pemilik nya.
"Hem kurasa kita baru membeli sebagian barang & bahan yang lo butuhin Pan" Ucap Iqbal.
"Iya nih dari tadi kita muter-muter nyari semua yang kita perlukan, energi gua banyak yang hilang huff" ujar Glen.
"Ye bilang aja lo leper, yaudah kita cari tempat makan yuk"
"Hehe akhirnya yang ditunggu-tunggu" ucap Glen.
"Wah banyak sekali yang berjualan di sini ya kak" ucap Cindy.
"Iya kak, aku mau beli itu kak" ucap Bayu sambil menujuk ke arah penjual ikan bakar.
"Yaudah kalian boleh beli semua yang kalian mau nanti aku yang akan bayar"
"Fan Bal Glen nitip adek² gua ya, gua mau beli sesuatu dulu nih" pinta Panji kepada triorang-rang.
"Oke Bos"
Sebenarnya yang ingin Panji cari adalah beberapa makanan tradisional yang ada di dunia ini karena mau bagaimana pun Panji adalah orang yang pernah melintasi Ruang dan Waktu.
{Awal mula Panji ber-renkarnasi.
Namaku Panji umur 17 tahun merupakan anak SMA kelas XI. aku hanyalah anak yatim-piatu yang dirawat disalah satu panti asuhan. Namun kini aku sudah tinggal sendiri.
__ADS_1
Waktu itu saat aku pulang sekolah aku berjalan menuju rumah namun saat aku ingin kembali pulang aku memihat seorang kakek tua ya tergeletak di lorong gang dekat rumah ku. Awalnya aku ingin membiarkannya saja, namun entah kenapa aku lebih memilih untuk menolong kakek tua tersebut.
Saat aku sudah mendekati kakek tersebut betapa terkejut aku melihat di sekujur tubuhnya terdapat beberapa luka parah di tubuhnya. Karena lokasinya dekat dengan rumahku aku pun membawa kakek tersebut kerumah untuk mengobati luka-luka yang ada di sekujur tubuhnya.
Saat ini aku tengah menyiapkan makanan untuk kakek tersebut, sedang Kakek itu Panji baringkan di atas kasur.
Setelah Tiga jam kakek tersebut mulai sadar.
"Aghk... dimana aku?" ucap kakek tersebut. Kemudian Panji masuk kamar dan membawa makanan.
"Ah kakek sudah sadar...ini kek dimakan dulu makannya" Panji menyerahkan makanan tersebut ke Kakek itu dan Panji duduk di kursi.
"Eh, terimakasih anak muda" setelah Kakek itu menerima makanan kakek tersebut langsung memakannya dengan lahap.
"Ah... terimakasih atas makanannya anak muda, siapa namamu?" tanya kakek tersebut.
"Nama saya Panji kek. Oh iya aku ingin bertanya kek bagaimana kakek bisa menerima banyak lukak di tubuh kakek" tanya Panji karena dia sangat penasaran.
"Itu bukan apa-apa, maaf nak kurasa kakek sudah tidak bisa berlama-lama disini. Tapi sebelum itu kakek ingin memberikan ini kepada mu" kakek tersebut memberikan Panji sebuah kalung berbentuk kepala naga yang terdapat mutiara berwarna-warni di mulut naga tersebut.
"Kalung ini adalah pemberian dari guru kakek bernama kalung Naga Dewa Semesta dan sekarang kakek ingin memberikan ini kepadamu" lanjutnya.
"Tapi kek ini kan barang berharga yang diberikan oleh guru kakek, saya tidak bisa menerima ini" tolak Panji.
"Tidak apa-apa anak muda, lagi pula aku sudah tidak akan bertahan cukup lama"
"Kalau begitu kakek pergi dulu, jaga dirimu baik-baik" setelah mengatakan itu kakek tersebut tiba-tiba menghilang.
Panji langsung membuka mulut dan mata nya lebar² melihat kakek yang berada di hadapannya menghilang begitu saja. "Kemana perginya kakek tadi, apa jangan jangan di...hi keren"
Setelah seminggu dari kejadian tersebut kini Panji tengah berjalan di taman yang tidak jauh dari rumahnya. Saat Panji tengah berjalan ia melihat seorang anak kecil yang berlari ke arah jalan untuk mengambil bola yang ada di jalan dan Panji melihat ada truk yang melaju kencang dari arah samping. Melihat anak kecil tersebut dalam bahaya secara sigap Panji berlari untuk menyelamatkan anak tersebut namun naas setelah Panji menyelamatkan nyawa anak kecil tersebut ia malah yang harus kehilangan nyawa, tubuhnya terpental cukup jauh hingga menabrak tiang lampu jalan.
Saat kejadian tersebut kalung pemberian kakek tua yg pernah Panji selamatkan bersinar dan tubuhnya diselimuti oleh cahaya. Namun saat Panji membuka mata dia dikejutkan dengan dia berada di tubuh seorang anak kecil berusia 5 dan tengah dipegang oleh dua orang kemudian Panji dilemparkan ke dalam suatu lubang hitam dan disitulah Panji mulai bertahan hidup hingga menjadi orang yang sangat kuat berkat bantuan kakek guru, teman-teman dari dunia bawah dan kalung Naga Dewa Semesta yang sudah menyatu dengan dirinya.}
********
__ADS_1
Sejenak memikirkan masa lalunya akhirnya Panji menjumpai seorang penjual....