BERPINDAH KE DUNIA SIHIR MODERN

BERPINDAH KE DUNIA SIHIR MODERN
PILIHAN


__ADS_3

Setelah kejadian tadi Panji pergi menuju ke taman yang berada di samping sekolah. Ditaman terdapat beberapa tanaman seperti bunga bunga, pohon rindang dan bangku taman. Di tengah taman terdapat satu pohon yang rindang. Panji berjalan menuju kearah pohon tersebut sembari memakan cemilan yang ia beli ketika berada di kantin. Karena ini masih waktu siswa untuk belajar jadi taman tersebut sangat sepi.


"Huah, lelah banget padahal cuma keliling sekolah aja, tapi ini sekolah besar dan luas kayak bandara Internasional aja. Huff"


"Aku lebih baik istirahat dulu lah.


Suasana disini sangat menenangkan" ucap Panji sembaring merebahkan tubuhnya di bawah pohon rindang yang berada tepat di tengah taman. Karena suasana yang begitu nyaman Panji ketiduran.


# Di Ruang Kepala Akademi


"His, dimana itu anak. Sudah dibilang suruh datang kesini tapi, KENAPA DIA BELUM DATANG JUGA?" Paman Felix yang sedari tadi menunggu Panji.


"Mohon bersabar ketua, mungkin dia mesih mencari ruang Anda ketua" ucap sekretaris paman Felix yang bernama Jessica.


"Ya mungkin saja, lagi pula akademi ini sangat luas mungkin dia sedang beradaptasi dengan lingkungan sekitar" ucap paman Felix.


"Ya ya itu bisa jadi alasannya ketua" jawab Jessica.


"Sica, tolong kamu panggilan Alice kesini" pinta paman Felix.


"Baik"


Tak lama kemudian seorang gadis cantik bermata biru rambut pirang memakai seragam sekolah datang memasuki ruangan Felix.


"Ada apa Kepala sekolah? Kenapa memanggil saya kesini" tanya Alice.


"Sebenarnya aku sedang menunggu seseorang tapi dari tadi dia belum datang juga, aku ingin memintamu mencari orang tersebut. Ini orangnya" Paman Felix memberikan selembar kertas identitas Panji.


"Hah!!! ini kan orang yang tadi" Alice terkejut melihat foto yang terdapat di dalam kertas tersebut.


"Ohh, kau sudah bertemu dengannya ya. Dimana dia sekarang?" tanya paman Felix sambil menggoyangkan tubuh Alice.


"Oh itu emm,,,ah iya tadi waktu di kantin. Aku bertemu dengannya ketika dia menahan serangan ku dengan tangan nya" ucap Alice.


"APA!! kamu mengeluarkan kekuatanmu untuk menghukum orang lagi" ucap paman Felix.


"Em hehe, habis dia mau mengintip cewek di toilet tadi, hehe" ucap Alice yang canggung.


"Hadeh" paman Felix menepuk jidatnya karena mengetahui kelakuan putrinya.


"Sudah, sekarang kamu cari dia sampai ketemu"


"Baik"


Kemudian Alice pergi keluar untuk mencari Panji.


# Taman Sekolah


09:30


Disisi lain, Panji tengah asik tidur di bawah pohon rindang yang berbeda di taman. Karena ini sudah waktunya jam istirahat banyak siswa yang pergi ke kantin atau taman untuk sekedar melepas penat mereka.


Di taman terlihat ada 4 siswa laki-laki yang tengah berbincang².


"Hey lihat, ada orang yang tidur dibawah pohon ditaman" ucap seorang siswa yang memiliki tubuh tinggi ramping, yang bernama Ajun.


"Benar, sedang apa dia?" Tanya siswa yang memiliki tubuh agak pendek dari yang lain, yang bernama Rikiy.


"Mana aku tau? mungkin dia murid baru" ucap siswa yang memiliki rambut hijau pendek, yang bernama Rifan.


"Kita kesana aja" ucap siswa berbadan gemuk, yang bernama Montu.


"Ngapain kesana?" tanya Rifan.

__ADS_1


"Kita palak dia untuk memberikan semua uangnya, jadi kita bisa jajan" ucap si Montu.


"Emm, setuju ayo"


Mereka pun pergi menghampiri Panji yang tengah tidur pulas.


"Dia tidur ternyata, kita tendang aja dia biar dia bangun, gimana?" tanya Ajun.


"Oh boleh tuh, aku duluan ya" Montu bersiap untuk menendang Panji namun ketika kakinya hampir mengenai tubuh Panji kurang dari 5 cm, kaki Montu patah...


KRAKK...ARGKK...


Montu berguling guling sambil memegang kaki kanannya yang patah.


"Arghk...Kakiku... arghk..." teriak Montu.


"A apa yang terjadi?" tanya Rifan yang ketakutan melihat temannya jatuh sakit.


"Mana aku tau" ucap Rikiy yang juga ketakutan.


"Apa jangan jangan dia memiliki tingkat kultivasi lebih tinggi dari kita" ucap Rifan.


"bisa jadi, dan kita telah menggangu orang yang salah" ucap Ajun.


[Note: jika mereka tau bahwa Panji sebenarnya sudah berada di Tingkat Mahir bintang 3, entah apa yang akan terjadi]


"Hoam, berisik banget sih ganggu orang lagi tidur aja" ucap Panji yang baru bangun kerena mendengar mereka berempat berisik.


"Gleg... ampuni kami senior, ampuni kami senior" ucap mereka bertiga kecuali Montu yang masih berguling kesakitan.


"Eh?? apa yang terjadi disini" tanya Panji.


"Kami hanya..."


"Ahh berisik, Heal" Panji mengarahkan tangannya kearah Montu dan sekejap tubuh Montu diselimuti cahaya hijau.


"Arghk...Eh?? kakiku kakiku tidak sakit lagi, kakiku tidak sakit lagi yey" ucap Montu kegirangan karena kakinya.


"Terima kasih senior, terima kasih" ucap Montu sambil membungkuk.


"Ah itu bukan masalah, lebih baik kali..." ucapan Panji terhenti ketika seorang gadis cantik bermata biru rambut pirang yang terurai bebas dengan pita merah di kepalanya.


"Akhirnya ketemu juga kamu, ayo ikut aku" pinta gadis tersebut.


"Hem,, siapa kamu?" tanya Panji.


"Kamu tidak tahu dia siapa senior" bisik Rifan.


"Tidak aku tidak tau" jawab Panji.


"Hah kamu tidak tahu, dia adalah si ratu es ketua OSIS di akademi ini" ucap Ajun.


"Oh" jawab singkat.


Alice merasa diabaikan oleh mereka.


"Hey cepat ikut aku" bentak Alice.


"Huff, baik baik" ucap Panji meninggal mereka berempat dan Panji berjalan bersama Alice.


"Hey, siapa namamu?" tanya Alice.


"Panji, namaku Panji. Kalau kamu siapa?" tanya Panji.

__ADS_1


"Namaku Alice, salam kenal Panji" ucap Alice.


"Salam kenal juga Alice" ucap Panji.


Tak lama kemudian mereka sampai di depan pintu ruang kepala akademi.


Tok Tok tok..


"Masuk" ucap seorang lelaki dari dalam ruangan tersebut.


Kemudian mereka masuk.


"Kepala ketua akademi, ini orangnya" ucap Alice.


"Ada apa paman Felix memanggil ku?" tanya Panji.


"Hah? kamu tidak ingin aku kemarin meyuruhmu untuk pergi menemui ku di ruangan ku" ucap paman Felix.


"Dan jangan pernah memanggil ku paman di dalam akademi ini, panggilan aku Kepala Akademi, faham" tambah.


"Faham, sebenarnya dari tadi aku sedang mencari ruangan paman tapi ini sekolah terlalu luas dan besar" ucap Panji.


"Haha tentu saja inikan merupakan salah satu sekolah elit di Indonesia" ucap paman Felix dengan nada sombong.


"ooh, terus apa tujuan aku dipanggil kesini" tanya Panji.


"Haha...ehem, tujuan ku memanggil mu karena aku ingin menanyakan kepadamu. Kamu sebenarnya ingin masuk ke kelas apa, di daftar ini kamu memilih semua jurusan" tanya paman Felix.


"Ya itu semua, emang gak boleh apa?" tanya Panji.


"Boleh aja sih, tapi kamu hanya boleh memilih satu jurusan saja sesuai bakat mu.


Dan aku juga ingin bertanya sebenarnya kamu ini petarung atau penyihir sih? kok bisa mengunakan menggunakan sihir dan senjata dengan bersamaan" tanya paman Felix.


"Oh, sebenarnya aku seorang petarung sihir itu aja" jawab Panji.


"Hah? bagaimana bisa seperti itu, seharunya kamu hanya bisa memilih satu keahlian saja tapi kamu, ah sudahlah lupakan" ucap Alice yang sedari tadi mendengar pembicaraan mereka.


"Emang nya kenapa kalau aku bisa semuanya, apakah akan ada masalah dengan itu semua?" tanya Panji.


"Tidak sih, tapi nanti kamu akan merasa kesulitan apabila kamu melatih semua kealihan kamu tapi kalau berhasil itu sangat bagus karena itu sangat jarang terjadi. Dan kebanyakan orang lebih memfokuskan pada satu pelatihan saja" ucap Alice.


"Hem, baik lah" ucap Panji.


" Uhuk, Panji sekarang kamu ingin memilih masuk ke kelas jurusan apa?" tanya paman Felix.


"Aku ingin masuk ke jurusan sihir aja lah" ucap Panji.


"Hem, baik kalau begitu aku akan melihat seberapa besar tingkat energi sihir mu" ucap paman Felix sembaring mengeluarkan bola kristal beras biru.


"Letakkan tangan mu diatasnya" ucap paman Felix.


Kemudian Panji meletakkan tangannya di atas bola kristal tersebut. Bola kristal tersebut mulai bercahaya terang hingga menyilaukan mata Alice dan paman Felix.


"ahh, terang sekali cahayanya" ucap Alice sambil menutup matanya dengan kedua tangannya.


Tak lama kemudian cahaya tersebut mulai redup dan menampilkan jumlah energi sihir yang Panji punya. Dari kristal tersebut memunculkan angka untuk mengetahui seberapa banyak jumlah energi sihir yang dimiliki seseorang. Dan untuk jumlah energi sihir Panji adalah....


______________________________________


Mohon maaf lama UP Nya, soalnya masih harus ngerjain tugas.


Jangan lupa like 👍, vote💰 end comen.

__ADS_1


Terima kasih semua.


__ADS_2