BERPINDAH KE DUNIA SIHIR MODERN

BERPINDAH KE DUNIA SIHIR MODERN
PASAR 2


__ADS_3

"Sekarang aku mau beli rempah rempah dan sayur, em dimana ya? ah itu dia" Panji melihat Penjual sayur di tepi jalan. Penjual sayur itu sudah terlihat sudah berusia 70-75 tahunan.


"Nenek, berapa harga kangkung ini" tanya Panji kepada nenek penjual sayur.


"Itu cuma 3 ribu nak" ucap nenek tersebut dengan nada pelan, karena faktor usia.


"Oh baik nek saya beli semuanya" ucap Panji.


Sontak nenek tersebut terkejut mengetahui ada orang yang ingin


membeli semua sayur yang ia jual, meskipun sayur sayur miliknya sudah tidak terlalu segar.


"Apa kamu yakin nak ingin membeli semua sayur nenek, sayur ini sudah tidak segar lagi lo nak" ucap nenek tersebut.


"Tidak apa-apa nek, aku akan membuat mereka jadi segar kembali" ucap Panji. kemudian Panji menggunakan sihirnya untuk membuat semua sayur milik nenek tersebut menjadi segar kembali. Nenek tersebut terkejut melihat bahwa semua sayur yang awalnya layu mulai segar kembali.


"Ini... ini bagaimana mungkin kamu bisa melakukannya" tanya nenek tersebut yang terheran-heran.


"Oh itu karena aku menyalurkan energi alam untuk membuat sayur sayur ini kembali segar nek" jawab Panji.


"Jadi berapa nek semuanya" lanjutnya.


"Ini semua gratis nak buat kamu"


"Eeh, mana bisa begitu. ini nek aku ambil semuanya" ucap Panji, kemudian Panji mengambil semua sayur yang ia beli dan memberikan uang 1 juta kepada nenek tersebut.


"Tapi nak ini terlalu banyak" ucap nenek tersebut.


"Tidak apa nek, itung itung bersedekah dan rejeki tidak boleh ditolak" ucap Panji.


"Kalau begitu nenek terima y nak"


Setelah Panji selesai membeli sayur Panji berniat untuk membeli rempah-rempah, namu saat dia ingin pergi ia melihat dua anak kecil yang tengah mengemis.


Kedua anak tersebut kira-kira berumur 10 tahun (laki-laki) dan 7 tahun (perempuan) memakai pakaian yang robek robek dan terlihat seperti sedang kelaparan.


_ _ _ _ _ _ _ _


"Kakak aku lapar..." ucap anak perempuan tersebut yang sedari tadi memegang perutnya karena kelaparan.


"Sabar ya dek, bentar lagi kita makan kok" ucap kakak adik tersebut.


"Tapi sampai kapan kak... aku sudah lapar ukh..." gadis tersebut memegang perutnya erat erat.


"Halo adek, apa kalian lapar? Ini ada roti buat kalian" tiba-tiba muncul seorang kakak laki-laki menawarkan roti.


Sontak hal itu membuat anak laki-laki tersebut melindungi adiknya.


"Maaf tapi kakak siapa" tanya anak laki-laki tersebut sambil merentangkan kedua tangannya untuk menghadang.


"Perkenalkan nama kakak, kakak Panji. Kakak bukan orang jahat kok, ini makan dulu" Panji memberikan roti tersebut.

__ADS_1


Anak laki-laki tersebut sedikit ragu tapi melihat adiknya sudah kelaparan ia pun mengambilnya. Kemudian mereka pergi ke tempat yang agak sepi. Kakak beradik itu memakan dengan lahap.


"Pelan pelan makan nya nanti tersedak loh" ucap Panji.


"Uhuk huk...."


"Tuh kan ini minum, ingat y kalau makan pelan pelan tidak ada yang mengambil kok" Panji menasehati mereka berdua.


"Baik kak, terimakasih" ucap gadis perempuan tersebut sambil tersenyum.


"Iya sama sama,,, ngomong ngomong siapa nama kalian?" tanya Panji.


"Namaku Bayu dan ini adikku Cindy" ucap Bayu.


"Oh nama yang bagus, terus dimana orang tua kalian" tanya Panji.


"Orang tua kami sudah meninggal kak" jawab Bayu dan diapun mulai meneteskan air mata.


"Huaa...hiks kami merindukan ibu dan ayah kak hihis" ucap Cindy menangis histeris.


Karena Panji juga merasakan hal sama Panji juga mulai meneteskan air mata.


"Sudah jangan bersedih, kakak juga sama seperti kalian yang sudah kehilangan orang tua sejak kecil, tapi ingat jangan pernah pantang menyerah oke" ucap Panji memeluk mereka.


"Hiks emm kami tidak akan menyerah" ucap mereka berdua.


'Heh kedua anak ini memiliki potensi yang sangat bagus kalau di latih.' batin Panji yang merasakan potensi/bakat yang dimiliki mereka berdua.


"Ehem, gimana kalau mulai sekarang kalian ikut kakak.


"Apa kakak yakin mau merawat kami" tanya Bayu.


"Tentu saja, kakak akan merawat kalian dan menjaga kalian seperti adik kakak sendiri. Gimana mau tidak" tanya Panji.


"Emm kami mau" ucap mereka.


"Nah bagus lah kalau begitu, tapi sekarang kalian ikut kakak belanja dulu ya sekalian beli baju buat kalian" ucap Panji.


"Em, terimakasih kak" ucap Cindy.


"iya sama sama Cindy kakak yang cantik" ucap Panji sambil mengelus rambut Cindy.


Setelah cukup lama Panji berbelanja semua bahan masakan dan juga beberapa alat masak dan memasukkannya ke dalam kartu penyimpanan koki miliknya, sekarang Panji mengajak Bayu dan Cindy untuk membeli beberapa pakaian untuk mereka.


"Nah sekarang kalian pilih baju sesuka kalian, kak yang bayar" ucap Panji.


"Bang tolong ya" Panji meminta bantuan abang penjualan baju.


"Siap"


Tak lama kemudian mereka sudah memilih baju mereka.

__ADS_1


"Sudah, yakin cuma ini gak mau beli lagi" tanya Panji.


"Iya kak ini aja udah cukup" ucap Bayu.


"Bang bungkus ini semua" ucap Panji


"Ok"


"Ini bajunya, terimakasih datang lagi ya" ucap abang tukang baju.


.......


Setelah mereka membeli pakaian, mereka (Bayu dan Cindy) menyempatkan diri untuk pergi ke kamar mandi umum untuk membersihkan diri. Setelah mereka selesai dan memakai pakaian yang mereka beli.


"Nah beginikan lebih baik. Cindy jadi lebih cantik dan Bayu juga jadi lebih ganteng tapi lebih gantengan kakak, hehehe" ucap panji.


"Makasih kak" ucap mereka sambil tersenyum manis.


"Kalian lapar gak" tanya Panji.


"Iya Cindy masih lapar kak" ucap Cindy.


"Ya udah kita makan yuk, kebetulan ada tukang mie ayam bakso disana" ajak Panji.


"Em"


Mereka akhirnya memutuskan untuk makan mie ayam yang tidak jauh dari mereka.


"Bang mie ayam bakso sepesial 3" ucap Panji


"Oke, minumnya apa" tanya Abang mie ayam.


"Esteh anget 3" ucap Panji.


"Eh, es teh 3"


"Oh oke"


▪️▪️◾◼️◻️◽▫️▫️


"Ini mie ayam bakso sepesial nya dan minumannya"


"Makasih"


"Ayo makan"


"Em,,, enak kak"


"Haha bagus lah kalau kalian suka, kali habiskan kalau mau tambah tambah aja" ucap Panji.


"Mmm"

__ADS_1


Disaat mereka tengah asik makan sekelompok preman jalanan datang.


"Woy mana uang keamanan"


__ADS_2