
Tidak terasa sudah satu bulan Panji belajar tentang hal-hal yang ada di dunia tengah yang diajarkan oleh paman Bai.
"Nak, apa kamu mau ikut pergi kerumah paman" ajak Panji.
"Mmm" Panji hanya mengangguk.
"Baik ayo kita berangkat" ucap paman Bai.
Saat didalam perjalanan menuju ke rumah paman Bai terjadi serangan monster ya berhasil memasuki kota.
"Panji, tetap didalam jangan keluar. Paman akan segera kembali" paman Bai langsung turun dari mobil dan membawa pedang besar miliknya yang sedari tadi ada di kursi belakang. Paman Bai saat ini tengah melawan 5 Monster cimerla. Cimerla merupakan monster berbentuk beruang berkepala anjing dan memiliki cakar yang tajam.
"Cimerla itu sudah berada di tahap Monster Mahir III tahap menengah. Sedangkan paman baru berada di tingkat pendekar Mahir III bintang 2, dan cimerla itu ada 5 kalau seperti ini paman bisa mati duluan, huhf apa boleh buat" kemudian Panji keluar dari mobil dan berlari menuju arah cimerla yang ingin menyerang Lin Bai dari belakang.
"Bugk"
" Paman tidak apa-apa kan" tanya Panji yang baru saja membunuh salah satu cimerla.
"Dasar kau ini" Lin Bai tidak terlalu peduli dengan Panji karena saat di markas militer Panji mampu mengalahkan pendekar alam hidup dan mati II bintang 7 dengan dua kali pukulan.
"Paman bunuh cimerla itu dan biarkan aku mengurus sisanya" ucap Panji.
"Baiklah, hati hati nak" ucap Lin Bai.
"Sekarang hanya kita berdua yang harus bertarung ~ Rasakan ini" Lin Bai langsung menyerang cimerla dihadapannya. Sedangkan Panji.
"Hey, kalian telah membuat masalah maka terima ini ~ Panah Es" kemudian muncul sepuluh anak panah Es di sekeliling Panji dan langsung menuju ke arah ketiga cimerla.
"Wuss"
__ADS_1
"Kreks"
Ketiga cimerla tadi langsung membeku dan hancur menyisakan ini monster cimerla tadi.
"Huh, untung tidak ada korban jiwa" kata Lin Bai.
"Iya paman" jawab Panji.
Tak lama kemudian mereka melanjutkan perjalanan menuju ke rumah paman Bai. Saat mereka sampai mereka disambut oleh seorang gadis cantik berambut merah muda dan mata merah jambu.
"Selamat datang Ayah" ucap gadis tersebut yang merupakan anak perempuan paman Bai, bernama Miyuki.
"Ayah pulang Miyuki" ucap paman Bai sambil mengelus kepala Miyuki.
"Ayah siapa dia" Miyuki menanyakan tentang seorang anak laki-laki yang berada di belakang ayahnya.
"Oh dia adalah Panji. Dia anak yang berbakat loh" ucap paman Bai.
"Namaku Panji, salam kenal Miyuki" ucap Panji sambil menjabat tangan Miyuki cukup lama.
"Ehem, mari kita masuk" ucap paman Bai.
"Ee, baik paman" ucap Panji.
Saat mereka ingin membuka pintu tiba-tiba ada Pedang yang menuju kearah mereka dari atas langit.
"Dinding tanah" ucap Panji, dan dalam sekejap muncul dinding tanah yang menahan serangan Pedang tersebut.
"Wah wah ternyata ada yang bisa menghentikan serangan ku" kemudian muncul seorang pemuda yang terlihat 2 tahun lebih tua dari Panji.
__ADS_1
"Kakak kamu ingin membuat kami celaka y" ucap Miyuki kepada pemuda tersebut yang tak lain adalah kakaknya Alex.
"Alex kamu akan ayah hukum setelah ini" ucap paman Bai.
"Apa dihukum, huff. Hey Perkenalkan namaku Alex" Ucap Alex memperkenalkan diri.
"Namaku Panji, aku berasal dari Indonesia" ucap Panji.
"Ooh, dari Indonesia"
"Apa Indonesia jauh banget" ucap Alex ketika mengetahui asal Panji.
"Iya, emang ada yang salah" tanya Panji.
"Ah, tidak tidak ada yang salah kok" ucap Alex.
"Sudah sudah, mari kita masuk" ucap paman Bai. Saat mereka masuk ke dalam rumah milik paman Lin Bai kami disambut oleh seorang wanita yang merupakan ibu Alex dan Miyuki sekaligus istri paman Bai.
"Selamat datang" ucap ibu Miyuki yang bernama Ema.
"perkenalkan namaku Ema ibu dari Alex dan Miyuki" ucap bibi Ema.
"Salam bibik, namaku Panji" ucap Panji sambil bersalaman dengan bibi Ema.
"Bibik, bibik kalau sakit lebih baik beristirahat saja dari pada penyakit bibik makin parah" ucap Panji.
"Ba bagaimana kamu bisa tau kalau istriku sedang sakit, aku tidak pernah memberi tahu kepada siapa pun" tanya paman Bai.
"Itu karena aku merasakan adanya penyumbatan di pembuluh darah pada tubuh bibik karena bibik pernah memaksakan diri dan ada sedikit gumpalan energi yang mengandung racun dalam tubuh bibi" jawab Panji.
__ADS_1
"Apa benar begitu, kalau begitu mulia sekarang kamu tidak boleh bekerja keras Istriku" paman Bai mengingatkan bibi Ema.
"Tapi apa penyakit ibuku dapat disembuhkan?" tanya Miyuki.