BERPINDAH KE DUNIA SIHIR MODERN

BERPINDAH KE DUNIA SIHIR MODERN
Menjadi Guru #2


__ADS_3

"Kalian lihat kan senior Panji akan menjadi pengajar kita walaupun masih muda seusia kita tapi dia sudah menjadi guru, dia pasti hebat"


"Benar aku jadi suka sama dia, aku pengen jadi pacar senior Panji"


"Enak aja, senior Panji itu punyaku"


"Tidak punyaku..."


"....."


Siswa perempuan berdebat dengan siswa laki-laki.


"Hey apa kamu tau bahwa senior Panji sebenarnya murid dari kelas sihir ting D loh"


"Ha yang benar, tapi kenapa dia bisa menjadi guru?"


"Em aku juga tidak tahu, tapi aku dengar bahwa Alice si Ratu Es selalu datang menghampiri senior Panji"


"Gila Si Ratu Es aja bisa ditaklukkan, senior Panji pasti hebat"


"Mmm, tapi sekarang dia berada di Tingkat Pendekar beberapa ya?"


"???"


Semua murid bertanya tanya Panji berada di Tingkat Pendekar apa.


Tak lama kemudian mereka sampai di lapangan pelatihan. Lapangan pelatihan sendiri tergolong cukup luas, luasnya seperti seluas Bandara. Disana hanya terdapat rerumputan dan beberapa pohon di pinggir lapangan.


"Baik sekarang saya ingin kalian berbaring sesuai dengan kemampuan kalian dalam menggunakan senjata. Pemanah di sebelah kiri, penggunaan Pedang di sebelah kanan, penggunaan tombak kanan, assassin di sebelah kiri cepat berbaris"


"Baik, ini sudah sesuai dengan kemampuan kalian kan, 6 orang Pemanah, 3 ahli menggunakan senjata jarak pendek, 4 Penggunaan Pedang, dan 3 pengguna tombak. Sekarang masing-masing dari kalian ambil senjata kalian" Panji mengeluarkan kartu penyimpanan senjata yang hanya berisi senjata latihan tingkat khusus bintang 2 saja, ya walaupun itu tergolong sangat tidak wajar hanya untuk senjata pelatihan.


"Waah senior ini semua senjata tingkat khusus, apa senior yakni menggunakan ini" ucap Bima.


"Iya senior, apa tidak sayang dengan semua senjata ini" sahut Damar.


"Hehff ya tidak apa-apa itu juga cuma senjata percobaan yang gagal" jawab Panji dengan entengnya.


"HEH!! "


"Sudahlah, sekarang akan saya buat sebuah arena pelatihan tingkat rendah terlebih dahulu" ucap Panji.


"Hah? Maksudnya senior" tanya Susi.


"Hehe lihat aja" setelah mengucapkan hal itu, Panji langsung mengeluarkan dua kertas jimat penghalang. Kemudian dia menggunakan sihir nya.


Panji membuat arena pelatihan sesuai dengan kemampuan muridnya. Panji membuat arena pelatihan menggunakan sihir miliknya, alhasil sebuah arena pelatihan untuk memanah dia memberikan suatu target dari jarak tertentu, untuk assassin mereka harus mampu menangkap seekor burung kecil yang memiliki kecepatan tinggi dan beberapa jebakan, untuk arena pelatihan pedang dan tombak Panji menggunakan elemen tanah untuk membuat beberapa Golem dengan ukuran manusia biasa.


"Fiuh, Yos sudah selesai" ucap Panji sambil mengelap keringat nya.


"😰😮 WOOW KEREN" teriak semua murid nya.


"Senior bagaimana senior bisa melakukan hal sehebat ini" tanya Jalu.


"Benar, aku tidak pernah melihat kemampuan sihir seperti ini" ujar Cerli.


"Hem aku jadi makin suka dengan senior" ucap Susi.

__ADS_1


"Hey Susi apa maksudmu, senior Panji itu punyaku" ucap Dina.


"tidak senior Panji itu punyaku" semua murid perempuan langsung berdebat.


"😧/// Baiklah sekarang kalian menempatkan diri kalian masing-masing sesuai dengan kemampuan kalian, Setiap arena akan ada beberapa cobaan yang akan berubah rubah apabila kalian sudah selesai melakukan tahap pertama. Setiap arena dibagi menjadi 4 tahap yaitu Mudah, Medium, Sulit, Super Sulit.


Jadi kalian harus berusaha semaksimal mungkin, batas waktu kalian satu setengah jam.


Sekarang MULAI!! " ucap Panji.


"Baik" kemudian mereka memasuki arena pelatihan sesuai dengan kemampuan mereka sendiri.


Semua murid kelas petarung ting C berlatih di arena pelatihan yang sudah Panji buat, sedangkan Panji sendiri dia...


"Hehe, kalian nikmatilah pelatihan kalian, aku mau masak dulu" Panji mengeluarkan peralatan dapur seperti Kompor gas, Wajan, dan lainnya. Panji juga mengeluarkan bahan bahan masakan yang ia beli kemarin, walaupun semua bahan bahan yang ia beli dapat membusuk/basi tapi karena Panji menyimpan semua di dalam kartu penyimpanan maka semua proses tersebut tidak terjadi karena didalam kartu penyimpanan serasa waktu berhenti.


"Haha sekarang aku mau bikin apa ya🤔"


"Ahh..iya" Panji mulai menyiapkan bahan masakan, Pertama dia membersihkan kotoran yang terdapat pada bagian perut ikan yang sempat ia beli kemarin.


Setelah Panji membersihkan kotoran Panji memotong ikan tersebut menjadi dua bagian. Panji merebus air dan ditambahkan beberapa bumbu yang dihaluskan sebelumnya, setelah 5 menit Panji memasukkan ikan ikan yang sudah dia potong......


▫️▫️◽◻️◼️◾▪️▪️


"Akhirnya jadi juga, tinggal diberikan sedikit sentuhan akhir"


"Kakak..." tak lama kemudian Bayu dan Cindy datang menunggangi Triyan.


"Wow kebetulan sekali kakak selesai masak nih, pasti lapar kan kalian setelah main" ucap Panji.


"Tapi tunggu sebentar ya. Waktu telah berakhir kalian cepat keluar" Panji menyuruh semua murid untuk keluar dari arena pelatihan.


Didalam arena pelatihan semua murid tengah melewati beberapa tantangan.


"Huh huhf ini sangat melelahkan" ucap Cika.


"Benar, tapi ini baru satu jam" ucap Dimas.


"Huh senior memberikan kita pelatihan yang begitu rumit, meskipun terlihat mudah tapi ini..." ucap Celia.


"WAKTU TELAH BERAKHIR KALIAN CEPAT KELUAR" ucap Panji.


"Hah, sudah berakhir tapi ini baru satu jam" ucap Haris.


"Sudah kita keluar aja dulu nanti kita juga tau sendiri" ucap Riyan.


Setelah menerima panggilan dari Panji mereka keluar dari arena pelatihan.


"Yos, kalian sudah berlatih cukup bagus tapi diantara kalian masih banyak


yang belum benar-benar memahami cara menggunakan senjata dengan benar.


Tapi sebelum itu kalian makan dulu, kebetulan aku selesai masak masakan istimewa"


"Ayo kita makan" ajak Panji.


"Yey makan....WAH INI INI ENAK' BANGET SENIOR "

__ADS_1


"Hem enak... gak nyangka kalau senior pandai masak, aku mau diajarin masak sama senior" ucap Bunga.


"Aku juga mau belajar memasak dengan senior" ucap Tifa.


"...."


"Huh kok gue ngerasa iri ya ngeliat senior Panji deket sama sama itu cewek" ucap Damar.


"Iya, padahal murid cewek terkenal galak dikelas" sahut Jalu.


"Setuju tapi kenapa mereka jadi berubah seratus delapan puluh derajat" ucap Ilham.


"Namanya juga wanita" jawab Farhan acuh tak acuh.


"Hey yang disana lagi ngomongin apa" bentak Susi ke murid laki-laki.


"Ah tidak ada kami cuma cuma... cuma mau bilang masak senior enak"


"Ya masakan senior paling juara enak nya"


"Hehe, terimakasih kalian lanjutkan makanya" ucap Panji melihat kelakuan murid muridnya.


"Em ano senior,,, siapa mereka berdua" tanya Cerli menunjuk ke arah Bayu dan Cindy yang tengah asik makan bersama Triyan.


"Oh mereka adikku ada apa"


"Tidak apa-apa hanya bertanya saja, hehe" ucap Cerli.


"Oh jadi kalian adik senior lucu banget" ucap Cika.


"Eh lihat kucing kecil ini lucu ya" ucap Putri.


"Iya aku pengen peluk" ucap Susi, kemudian memeluk Triyan yang tengah makan makanannya.


"Aku juga" ucap Renata merebut Triyan dari Susi.


"Tuuaan... tolong aku" ucap Triyan yang sedari tadi memberontak ingin dilepaskan.


"Eh kucing nya bisa ngomong"


"Maaf tapi tolong jangan kasar dengan harimau ku"


"Hah harimau, waah jadi ini harimau makin lucu" ucap parah murid cewek.


'Kok gak ada takut takutnya ini cewek, heh apa gara-gara dia dalam mode kecil ya, tapi kalau dilihat lihat emang lucu sih Triyan dalam mode kecilnya' pikir Panji.


"Em apa kalian ingin memanggil peet kalian sendiri" tanya Panji.


"Hah!" semua murid langsung menatap Panji.


"Maksudnya senior?" tanya Ahmad.


"Ya maksudnya kalian ingin memiliki peet Kalian sendiri gitu" ucap Panji.


"Tapi kami bukan seorang penyihir apa bisa senior?" ucap Renata.


"Bisa, kalau kalian mau aku bisa membantu kalian. Tapi peet yang kalian panggilan itu tergantung dengan beberapa hal seperti perasaan, keinginan, atau ambisi kita, hal itu dapat mempengaruhi jenis peet dan tingkat tan-nya" ucap Panji.

__ADS_1


__ADS_2