
"Baiklah sekarang adalah pelelangan yang kita tunggu tunggu. Di pelelangan akhir ini kami akan melelang beberapa barang dengan kualitas terbaik. Pelelangan pertama adalah sebuah pedang sihir tingkat khusus bintang 3. Pedagang ini dapat mengeluarkan hawa panas yang cukup besar.
Harga awal untuk pedang sihir ini adalah 40.000.000" ucap Maria.
"Wow pedang sihir tingkat khusus, aku ingin membelinya untuk anak ku. 45.000.000...."
"Apa, 46.000.000..."
"50.000.000...." ucap penawar yang berada di lantai dua.
Pedagang sihir tersebut didapatkan oleh orang yang berada di lantai dua.
"Baiklah sekarang adalah pelelangan akhir yang kedua. Disini kami memiliki satu buah Gongseng ungu yang sudah berusia 10.000 tahun. dan Gongseng ungu ini dapat meningkatkan kualitas darah dan memperkuat otot-otot dalam tubuh.
Harga untuk Gongseng ungu ini adalah 42.000.000... dan kenaikan harga 1.000.000" ucap Maria.
"Apa mahal sekali"
"Biar pun mahal tapi itu sesuai dengan khasiatnya"
"44.000.000...."
"45.000.000..."
"50.000.000...." Panji langsung menawar harga tinggi.
"Heh, dengan ini pasti tidak akan yang mau beli Gongseng ungu" gumam Panji.
"52.000.000..." suara dari ruangan VVIP nomor 4.
"Nani... ah, yaudalah biarkan saja, lagi pula aku masih memiliki puluhan tanaman herbal seperti gingseng ungu dan tanaman lainnya yang lebih berkhasiat" ucap Panji mengiklasnkan.
"Em tapi aku masih tetap ingin membelinya untuk Rifan dan Iqbal, agar mereka bisa cepat naik tingkat"
# VVIP no 4
Di ruangan VVIP no 4 tampak ada seorang gadis cantik bermata coklat dan rambut hitam panjang, mengenakan gaun putih panjang dan seorang pelayan.
"Akhirnya aku dapat gingseng ungu itu"
"benar nona Bila, tidak mungkin ada yang akan menawar harga lagi"
"56.000.000" teriak seseorang dari ruangan no 7.
"Apa!! berani sekali dia menawar harga lagi setelah nona Bila menawar, biar aku beri dia pelajaran nona" ucap pelayan gadis tersebut.
"Tidak paman, biarkan saja mungkin kita belum beruntung" ucap gadis tersebut bernama Nabila.
__ADS_1
"Huh, baiklah nona"
AUTOR POV
"Oh ternyata dari ruangan VVIP nomor 7 menawar dengan harga lebih tinggi. Apakah masih ada yang ingin menawar?
Kalau begitu gingseng ungu menjadi milik tuan wizard" ucap Maria.
Seperti tadi Maria menyuruh pelayan untuk mengantarkan barang yang sudah Panji beli. Pelayan tersebut memasuki ruangan Panji.
"Permisi tuan ini barang yang telah tuan beli" ucap pelayan tersebut.
"Terimakasih, ini uang nya" Panji memberikan uang nya kepada pelayan tersebut. "Seperti tadi ya" ucap Panji.
"Terima kasih tuan" ucap pelayan tersebut dan kemudian meninggalkan ruangan Panji.
"Akhirnya aku punya hadiah buat mereka berdua, hehe" ucap Panji yang membayangkan bagaimana reaksi mereka berdua.
Acara pelelangan terus berlanjut hingga ke putaran akhir. Kemudian seorang pelayan membawa kota kayu yang berisi kristal monster berwarna merah.
"Semua barang yang akan kami lelang kali ini adalah sebuah kristal monster tingkat Bumi dan kristal ini didapat dari monster Flame Pyton yang merupakan monster yang sangat mematikan. Dan untuk harga kristal Monster tingkat Bumi ini adalah 80.000.000" ucap Maria.
"Apa 80.000.000 yang benar saja..."
"Itu harga yang fantastis..."
Lantai satu dan lantai dua langsung riuh dengan komentar harga pelelangan. Hingga salah satu tamu yang berada di ruangan VVIP nomor 1-6 kecuali no 7 menawar harga tinggi.
"81.000.000..." ruangan no 3
"83.000.000..." ruangan no 1
"85.000.000..." ruangan no 5
........
"1 kristal roh kualitas rendah" hingga ruangan no 4 menawar dengan harga paling tinggi.
"Wow lihat ruangan no 4 menawar dengan kristal roh..."
"Wah mereka pasti dari keluarga bangsawan..."
......
"Dengan kristal Monster tersebut mungkin kakek bisa naik tingkat lebih tinggi lagi menjadi tingkat Raja" ucap Nabila.
"Tapi aneh kenapa ruangan no 7 sama sekali tidak menawar kristal Monster ini?" Nabila bertanya tanya tentang siapa yang berada di ruangan no 7. karena sedari tadi ruangan no 7 selalu menawar barang dengan harga tinggi.
__ADS_1
"Mungkin dia sudah tidak memiliki uang lagi nona" ucap pelayan peribadi nya.
"Hem bisa jadi itu" ucap Nabila.
Di sisi lain Panji tengah asik memakan cemilan yang di sediakan oleh Pavilum mawar Es.
"Amm,,,,nyam nyam,,, enak,,,"
"Emang beda kalau hidup itu enak, amm" ucap Panji yang masih makan.
Karena pelelangan telah berakhir, Panji pergi untuk mengambil uang hasil penjualan Kristal monster Flame Pyton.
Panji pergi menuju ruang khusus yang waktu pertama kali Panji kunjungi. Panji mendapati seorang pria paruh baya tengah melihat kertas dokumen.
"Permisi paman Andrea" ucap Panji.
"Oh Panji, masuk lah nak"
"Sini minuman teh ini dulu" Andrea menyeduhkan teh untuk Panji.
"Terimakasih paman,,, oh iya paman, aku maunanya biasanya harga untuk satu botol potion kualitas rendah itu berapa ya paman?" tanya Panji.
"Em, biasa satu botol potion kualitas rendah itu harga maksimal 1 juta, untuk kualitas menengah bisa sampai 5 juta dan untuk kualitas Tinggi bisa mencapai harga 15 juta karena khasiatnya dan sangat sulit untuk didapatkannya"
"Jangan bilang kalau kamu ingin menjual potion kepadaku" Andrea menebak pemikiran Panji.
"Hehe paman tau aja, sebenarnya aku ingin menjual 20 botol potion kualitas rendah dan 10 botol potion kualitas menengah" ucap Panji yang tengah mengembangkan 2 kartu penyimpanan yang ia gunakan untuk menyimpan potion miliknya dan mengeluarkan potion potion tersebut.
"Apa!!! kamu memiliki potion sebanyak ini, dari mana kamu mendapatkannya?" tanya Andrea.
"Potion ini pemberian dari guru-ku paman" jawab Panji.
"Gurumu?? Aku jadi penasaran siapa gurumu sebenarnya, tapi karena itu rahasia yaudah aku menyerah"
"Haha, jadi bagaimana paman apa paman ingin membeli semua potion ini?" tanya Panji.
"ya tentu saja aku akan membelinya" Andrea.
Setelah mereka melakukan transaksi Panji langsung pergi meninggalkan Pavilum mawar Es karena hari sudah hampir menjelang malam. Saat Panji tengah berjalan di dekat taman bermain, Panji melihat seorang gadis yang tengah dihadang oleh tiga orang laki-laki di dekat pohon.
"Hehe lebih baik kamu ikut kami saja nona cantik" ucap salah satu laki-laki yang memakai jaket hijau.
"Pergi kalian semua, kalau tidak..." ucap gadis tersebut.
"Kalau tidak apa ha? Mau berteriak, percuma tidak akan ada yang datang" ucap seorang berbadan tinggi.
"Oh, benar kah tidak ada orang....?"
__ADS_1