BERPINDAH KE DUNIA SIHIR MODERN

BERPINDAH KE DUNIA SIHIR MODERN
Bukan Kencan


__ADS_3

Saat ini Panji tengah bersiap siap untuk jalan jalan bersama Septi. Panji mengunakan baju hitam celana jins hitam.


"Eak, mau kemana nih pangeran kita, haha" ucap Rifan.


"Ketemu sama tuan putri mungkin" ejek Iqbal.


"His kalian ini aku cuma mau jalan jalan aja gak boleh" ucap Panji.


"Maaf maaf, emang kamu mau jalan sama siapa?" tanya Iqbal.


"Aku mau jalan dengan Septiana" jawab Panji.


"Ooh sama cewek. APA!!!" ucap mereka bertiga.


"Lo kan baru sehari masuk kelas udah jalan sama cewek aja" ucap Glen.


"Iya nih kami aja yang udah sebulan belum pernah jalan sama cewek, Hiks" sahut Iqbal.


"Haha dasar jomblo" ucap Rifan.


"Emang lo punya pacar?" tanya Glen.


"Tentu saja.... Tidak huaa" ucap Rifan.


"Ye gua kira elo punya" ucap Iqbal yang kesel dengan kelakuan temannya.


"Hehf, kalian lanjutkan debat kalian, Aku mau pergi dulu" ucap Panji meninggalkan mereka.


"Ya sana pergi, kami para jomblo mau merenungkan nasib" sahut Glen.


..........


# Taman Sekolah


15:00 WIB.


Saat ini Panji tengah duduk di bangku taman menantikan kedatangan Septi. Tidak lama kemudian seorang gadis cantik berambut hitam mengenakan pakaian setelan berwarna putih.


"Panji maaf kamu pasti udah nunggu lama" ucap Septi yang baru datang.


"Tidak kok, ayo kita jalan" ajak Panji.


"Em ayo" ucap Septi.


Mereka kemudian berjalan menuju gerbang akademi, di sana mereka melihat pak Jiman yang tengah berjaga.


"Halo pak Jiman, gimana kabarnya" sapa mereka.


"Oh halo juga nak Panji dan non Septi, bapak baik baik saja. Kalian berdua mau kemana ini rapi banget" tanya pak Jiman.


"Kami hanya ingin jalan jalan, lagi pula aku juga baru tiba di kota ini" jawab Panji.


"Oh, emang kamu dari mana" tanya pak Jiman.


"Saya dari desa terpencil pak" jawab Panji.


"Oh, baiklah kalian boleh pergi" ucap pak Jiman.

__ADS_1


"Makasih pak, kami pergi dulu ya" ucap Panji sambil menggandeng tangan Septi.


"Y hati hati"


'Huff anak jaman sekarang'


.........


Saat ini Panji dan Septiana tengah berada di Taman Kota. Mereka berdua terlihat seperti sepasangan kekasih.


Saat ini mereka tengah asik makan bakso.


"Panji ini baksonya enak banget loh" ucap Septi.


"Benarkah,,, em enak" ucap Panji.


"Benar kan, ini aaa" ucap Septi sambil menyuapin Panji.


"Amm, enak" ucap Panji sambil tersenyum.


'Kyaa dia tersenyum ke aku' batin Septi.


"Syukurlah kamu suka" ucap Septi.


Kemudian ada seorang ibu dan anak yang memakai pakaian compang camping berhenti di dekat gerobak bakso, mereka terlihat kelaparan. Melihat hal itu Panji langsung menyuruh mereka untuk...


"Ibu adek mari duduk dulu, Bang bakso dua" ucap Panji ke abang tukang bakso.


"Oke" ucap abang tukang bakso.


"Ini baksonya silahkan dinikmati" ucap abang tukang bakso tersebut.


"Terimakasih nak" ucap ibu tersebut.


Kemudian mereka memakan bakso tersebut dengan lahap. Panji melihat hal tersebut hanya bisa tersenyum senang.


'Ya ampun dai baik banget' batin Septi merasa senang.


"sama sama buk. Bang bakso 10 dibungkus" ucap Panji.


"Hah 10 bungkus, oke bos"


"Ibu adek ini nanti baksonya tolong dibagikan kepada yang membutuhkan y" ucap Panji meminta ibu dan anak tersebut membagikan bakso kepada orang yang membutuhkan.


"Baik nak, ibuk pasti membagikan bakso ini. Sekali lagi terimakasih y nak" ucap ibu tersebut.


"Kakak terimakasih ya bakso" ucap anak tersebut.


"Iya dek, oh iya ini buat kamu" Panji memberikan uang kepada anak tersebut.


"Tolong digunakan dengan baik ya, dan jadilah anak laki-laki yang hebat" ucap Panji.


"Mm, makasih kakak" ucap anak tersebut.


Kemudian mereka pergi meninggalkan Panji dan Septiana.


"Panji kenapa kamu baik banget dengan mereka." tanya Septi.

__ADS_1


"Karena aku sama seperti mereka" jawab Panji.


"Triyan kamu udah belum makanya" tanya Panji kepada Triyan yang tengah asik makan.


"sudahlah ayo kita jalan, bang makasih ya baksonya" ucap Panji mengajak Septi pergi.


"Baik, ayo" ucap Septi.


Setelah mereka selesai memakan mereka melanjutkan perjalanan mereka, namun....


'Uhk, tekanan aura ini sangat familiar...gawat'


"Septi kamu buruan pergi dari sini cepat" ucap Panji yang baru saja merasakan sebuah tekanan aura.


"Tapi kenapa..."


"Sudah kamu cepat pergi" ucap Panji.


"Semuanya cepat kalian tinggalkan tempat ini" teriak Panji.


"Hey kamu ingin mengusir kami ya"


"Benar, apa hak mu mengusir kami"


jawab orang orang yang merasa bahwa mereka diusir oleh Panji.


"Duh, kalian kalau mau selamat cepat pergi sebelum..."


DRUG...ZLAS....ZLAS...


Sebelum Panji menyelesaikan ucapannya, dilangit muncul sebuah lubang gate hitam yang awalnya kecil tapi lama kelamaan membesar dan muncul Monster dari dalam gate tersebut


"Sial semuanya lari..." teriak Panji.


"Waaa ada Monster... semua lari selamatkan diri kalian"


"Septi kamu cepat bantu mereka, Triyan bantuan Septi, biar aku yang mengurus ini" ucap Panji.


PANJI POV


Dari lubang gate tersebut mulai muncul monster monster tingkat Alam Hidup dan Mati II dan III, dari jenis serangga.


"Hah!! itu bukannya lebah pembantai kenapa bisa ada disini, sialan aku harus menghadapi mereka.


Elemen tanah~ Metal Golem" kemudian muncul raksasa batu di samping Panji.


"Combo Elemen~ Fair Metal Golem" Golem yang awalnya berwarna coklat kini berubah menjadi warna hitam dengan garis-garis berbentuk petir merah yang mengeluarkan api. Dan saat itu juga tubuh Panji mengalami sedikit perubahan pada rambut dan matanya. Rambut Panji berubah warna menjadi coklat dan merah sama dengan wajah mata nya.


"Hamer" ucap Panji, kemudian muncul palu raksasa di tangan Golem.


"Fair Golem serang" kemudian Golem yang Panji ciptakan mulai menyerang monster monster itu, Namun karena jumlah mereka semakin banyak hingga membuat Golem api kesulitan.


"Aku harus turun tangan ini, Katari" Panji memanggil pedang katana merah nya.


"Akan aku akhiri ini semua, hiya.....


Bersumbang....

__ADS_1


______________________________________


__ADS_2