
RABU 14 2034. 06:30 WIB
Di pagi yang cerah untuk sekelompok anak laki-laki tengah bersiap untuk mengikuti pengajaran hari ini.
"Hoam, Opario (Selamat Pagi)" ucap Panji yang baru bangun tidur.
"Oh, pagi Panji. Lo gak masuk kelas?" tanya Rifan.
"Masuk kok. emmk,,,huh aku mandi dulu"
"Oh y, sono mandi mumpung sepi tuh kamar mandi. Kalau begitu aku berangkat dulu y, dah.
Jangan lupa kunci pintu" ucap Rifan meninggalkan Panji.
"Aku heran sama mereka kalau ada tugas yang belum dikerjakan pasti bangun pagi. Ah ngapain mikir mereka, mending mandi langsung berangkat"
Setelah Panji selesai mandi ia memakai seragam sekolah berwarna putih dengan dasi berwarna kuning, dilengan kiri nya ada lambang sekolah berupa pedang dan tingkat sihir yang disilangkan berwarna emas.
Setelah selesai memakai seragam sekolah ia pergi keluar tidak lupa mengunci pintu kamar.
# Ruangan Kepala Akademi
Saat ini Felix tengah membaca laporan yang Heru perolehan kemarin.
"Heru apa kamu yang kalau dia sudah berada di Tingkat Pendekar Mahir" tanya Felix kepada Heru tentang laporan yang ia berikan selama mengintai Panji.
"Benar Ketua, saya yakin bahwa dia sudah berada di Tingkat Pendekar Mahir saat dia membunuh monster belalang tingkat raja kemarin.
Dan juga dia bukan hanya bisa Sihir tapi dia juga bisa menggunakan senjata dengan cukup lincah dan kuat.
Saya juga masih memikirkan senjata yang ia gunakan" ucap Heru.
"Senjata? senjata seperti apa yang kamu maksud, Heru" tanya Felix.
"Dia menggunakan pedang berwarna merah dan satu lagi pedang berwarna hitam pekat. Saya rasa senjata itu berada di Tingkat Rare Tetua" ucap Heru.
"Apa tingkat Rare, anak ini pasti memiliki latar belakang yang kuat" ucap Felix yang terkejut.
Di tengah pembicaraan mereka terdengar suara pintu diketuk.
Tok tok tok...
"Pam~eh Kepala Akademi apa anda didalam" ucap seseorang yang berada di luar ruangan.
"Heru cepat kamu sembunyi"
"Baik tetua" Heru kemudian berdiri di pojok ruangan dengan menggunakan sihir tak terlihat dan menyembunyikan hawa kehadiran nya.
"Masuk lah"
Kemudian Panji memasuki ruangan Felix.
"Kepala Akademi aku ingin meminta anda untuk tidak menyuruh Alice membujuku untuk bergabung dengan kelas petarung.
Dan satu lagi jangan pernah menyuruh seseorang untuk memata mata'i ku" Panji menujuk ke arah pojok ruangan dimana Heru berada.
__ADS_1
'Bagaimana dia bisa tau aku berada di sini?' pikir Heru yang sudah ketahuan oleh Panji.
"Aku tidak ingin memasuki kelas petarung tapi jika aku mengajar itu bisa diatur" ucap Panji.
"Hah!!"
"Kamu serius ingin menjadi pengajar di sekolah ini" ucap Felix.
"Em tidak, aku hanya ingin menjadi guru sampingan/sementara" ucap Panji.
"Oh bagus sekali itu, kebetulan ada guru yang akan mengambil cuti panjang untuk berbulan madu kamu bisa menggantikan posisinya sementara waktu"
'Kesempatan emas ini tidak boleh disia-siakan' pikir Felix.
"Baiklah aku setuju"
"Baguslah kalau begitu, aku harus mengikuti pelajaran dulu" Panji meninggalkan ruangan Felix.
"Tetua apa ini tidak apa-apa, anak itu sepertinya sangat mengerikan dia bahkan bisa mengetahui keberadaan saya" ucap Heru ketika Panji sudah meninggalkan ruangan.
"Tidak apa-apa, jika terjadi sesuatu biar aku yang bertanggung jawab"
"Huh terserah anda saja"
..........
RABU 14 2034. 13:00 WIB
Karena hari sudah menjelang siang semua jam pelajaran telah berakhir. Para siswa mulai berhamburan keluar.
"Sekarang aku mau pergi kepasar untuk membeli beberapa bahan masakan, sudah lama aku tidak mm emasak" ucap Panji.
"Yo Pan, lo mau kemana?" tanya Glen yang baru saja datang bersama Rifan dan Iqbal.
"oh kalian, aku mau pergi ke pasar. Emang ada apa" ucap Panji.
"Hah pasar? ngapain kamu kesana" tanya Iqbal.
"Ya belanja lah, maza mancing" ucap Panji.
"Bukan itu maksudku, tapi kenapa kamu susah susah pergi kepasar kan kamu bisa beli makanan di kantin" ucap Iqbal.
"Huff, aku cuma mau hemat uang saja. Lagi pula aku lebih suka membuat makanan sendiri karena aku lebih tau dengan selera ku"
"Kalau di kantin aku tidak terlalu suka dengan makanannya banyak mengandung beberapa tanaman herbal yang salah diolah hingga memberikan sedikit racun pada tubuh, aku tidak suka hal itu" lanjutnya.
"Apa racun!! dari mana kamu tau kalo ada racun di masakan tersebut?" tanya Rifan yang terkejut karena Panji mengatakan bahwa makanan yang berada di kantin mengandung racun.
"Kalian pasti tahu kerang pelangi" tanya Panji.
"Ya kami tau" jawab mereka bertiga.
"Nah, kerang pelangi yang digunakan dalam membuat masakan di kantin itu salah dalam pengolahannya.
Walaupun itu tidak apa-apa tapi meskipun begitu daging kerang pelangi mengandung racun sebesar 1% tetapi apabila kita terus menerus mengonsumsinya maka akan sangat Berbahaya.
__ADS_1
karena racun tersebut akan bertumpuk dan menyebar ke seluruh tubuh, maka mengakibatkan proses pelatihan kita melambat bahkan kita bisa tidak akan pernah bisa naik tingkat lebih tinggi lagi" ucap Panji menjelaskan.
"Jadi seperti itu, tapi dari mana kamu mengetahui hal yang begitu rumit ini" tanya Rifan.
"Ya benar, aku jadi heran apa kamu ini anak hutan" ucap Glen.
" Mungkin disebut anak hutan lebih sedikit tepat, ya mau gimana lagi dari dulu aku hidup sendiri, berjuang sendiri untuk bertahan hidup dan bertanggung.
Semua itu aku lakukan sendiri sampai aku bertemu dengan guru" ucap Panji.
"Jadi selama ini kamu hidup bersama dengan gurumu, kemana orang tua mu?" tanya Glen.
" Hem,... orang tua ku y, aku tidak pernah tau siapa mereka" jawab Panji.
" Panji, lupakan omongan mereka" ucap Iqbal yang menenangkan Panji.
"Em Panji maafkan kami, kami benar benar tidak tau kalau..."
"sudah tidak apa-apa, itu sudah biasa" potong Panji.
"Maafkan kami" mereka bertiga meminta maaf.
"Iya aku maaf'i, Kitakan teman selamanya" ucap Panji.
"Kita bukan teman,.... tapi kita saudara"
"Ya kita saudara selama nya, hahaha"
"ahahaha..."
Mereka langsung berpelukan sambil tertawa.
"Oke kalau begitu aku pergi ke pasar dulu y, dah" ucap Panji meninggalkan mereka dan pergi menuju pasar.
Pasar yang akan Panji datangi adalah salah satu pasar dagang terbesar di Jakarta.
"Akhirnya sampai juga, sekarang aku mau beli apa y, emmm?" mikir. "Ah aku punya ide..." kemudian Panji pergi menuju pedagang ikan.
"Paman, udang 3 kilo, lobster biru 5, ikan kakap putih 2 kilo, kerang daun hitam 4 kilo" ucap Panji.
"Hah banyak banget emang buat apa?" tanya si pedagang ikan.
"Sudahlah paman, cepat siapkan saja aku sedang buru buru nih" ucap Panji.
"Oh baiklah, tunggu sebentar ya" ucap paman pedagang ikan.
"Nah ini ikan nya" lanjutnya.
"Berapa paman" tanya Panji.
"Karena kamu beli banyak paman kasih harga khusus, 242 ribu saja"
"Oh baik, ini paman terimakasih kembaliannya ambilaja" ucap Panji meninggalkan lapak paman penjual ikan.
"Sekarang aku mau...."
__ADS_1