
AUTOR POV
Tak terasa waktu berjalan cepat, Panji saat ini telah begitu banyak mempelajari segala hal yang ada di dunia tengah. Panji juga merupakan salah satu anak berbakat di Pangkalan militer Jepang. Panji dikenal sebagai Dragon Funsyen, karena Panji Selalu menggunakan pakaian yang terbuat dari kulit Naga Merah dan mengenakan topeng berbentuk.
Panji selama ini selalu membantu negara Jepang dalam menghadapi Monster yang selalu muncul dari portal hitam langit/Black Gate yang merupakan portal ke dimensi hitam dimana setiap monster hidup, dan makhluk hidup lain tidak dapat hidup didalamnya. Karena dunia hitam memiliki gas beracun yang sangat mematikan.
# AUTOR POV
Saat ini Panji sedang bersiap untuk pergi ke Indonesia. Karena Panji sudah 6 Tahun belajar tentang hal-hal di sini ia memutuskan untuk kembali.
"Semuanya Terimakasih atas bantuan kalian selama ini. Mungkin aku akan lama di sana" ucap Panji yang saat ini tengah berada di bandara dan berpamitan kepada semua orang.
"Hiks Master jangan pernah melupakan kami ya, hiks" ucap Yukata. Yukata adalah salah satu anak berbakat dalam hal berpedang dan waktu itu Yukata sedang mengikuti pelatihan kamp di sekolah nya untuk belajar di markas militer yang waktu itu Panji sedang berlatih. Sejak saat itu Yukata ingin menjadi murid Panji karena teknik berpedang miliknya sangat hebat dan memiliki gerakan yang sangat indah.
"Tentu saja tidak akan pernah dan aku ingin saat aku kembali lagi kesini aku ingin kau menjadi no satu dalam seni Pedang" pinta Panji.
"Baik Master, saya akan berlatih sungguh sungguh semua yang pernah master ajarkan" ucap Yukata dengan tekad yang membara.
"Hem bagus aku pegang janji mu" ucap Panji.
"Nak Panji, selama ini paman masih belum bisa memberikan apa apa kepadamu dan hanya bisa menyusahkan mu" ucap paman Bai.
"Tidak paman, paman tidak pernah menyusahkan aku kok. Aku malah sudah menganggap kalian semua adalah Keluarga ku" ucap Panji.
"Hiks kamu memang sudah paman anggap sebagai anak paman sendiri hiks,,,huaa" paman Bai mulai menangis.
"Sayang kamu jangan menangis malu sama yang lain" ucap bibi Ema yang juga hadir di waktu perpisahan ini.
"Panji, apabila kamu sudah kembali lagi kemarin kamu langsung pergi kerumah ya, bibik akan memasak masakan kesukaan Panji" ucap bibi Ema sambil memeluk Panji.
"Baik bik, aku akan langsung kerumah, hiks" Panji mulai meneteskan air mata saat merasakan pelukan hangat dari bibi Ema, pelukan seorang ibu yang belum pernah Panji rasakan selama ini.
"Eh anak laki laki gak boleh nangis y" ucap bibi Ema sambil menghapus air mata Panji.
"Mmm" menghapus air mata.
"Hey Panji, ingat ya kalau elo balik kita harus duel ya, janji" ucap Alex yang selama ini selalu kalah berduel dengan Panji.
"Oh oke, tapi jangan sampai kalah lagi ya, hehe" ucap Panji.
__ADS_1
"Haha, tentu saja aku tidak akan kalah lagi darimu aku akan menang saat kita berduel nanti. Kau akan tau bahwa aku sudah menjadi lebih kuat dari sekarang, hahaha" Ucap Alex dengan percaya diri.
"Baiklah aku pegang janjimu" ucap Panji sambil melakukan salaman tanda teman.
"Em Ano,,,em Panji jaga dirimu baik-baik ya" ucap Miyuki dengan wajah yang memerah sambil memainkan kedua jari telunjuknya.
"Pasti Yuki-san" ucap Panji sambil tersenyum.
"Tapi kayaknya ada yang ingin kamu omongin sama aku" tanya Panji.
"Em eto,,, 'Cup' " Miyuki langsung mencium pipi Panji. Semua orang yang melihat kejadian itu membuat mulut mereka seakan terjatuh kebawah dan mata melotot.
"Ehem, mohon maaf mengganggu adegan romantis nya. Nak Panji paman ingin meminta satu permintaan padamu" ucap paman Bai.
"Permintaan? apapun permintaannya selagi aku bisa melakukannya maka akan aku lakukan" jawab Panji.
"Em, sebenarnya paman ingin menikahkan kalian jika kalian sudah besar nanti" ucap paman Bai.
"Nani" ucap semua orang.
"Ayah, apa yang ayah bicarakan" ucap Miyuki.
"Nak Panji berjanjilah pada paman bahwa kamu akan membuat kami bangga"
"Ba baik paman, tapi apabila Panji mendapatkan hal yang sama bagaimana" tanya Panji.
"Hal yang sama? maksudnya?" tanya paman Bai.
"Maksudnya apabila aku juga dijodohkan dengan orang lain atau pilihanku sendiri bagaimana paman" tanya Panji.
"Em,,,sebentar" paman Bai sedang berfikir.
'Benar juga yang nak Panji ucap kan, tapi jika seperti itu terjadi maka..' batin paman Bai.
"Em itu tergantung Miyuki apa dia mengizinkan kamu atau tidak. tapi yang jelas Miyuki adalah tunanganmu yang pertama, oke" paman Bai memberikan solusi.
"Ee oke" jawab Panji.
"Oh iya aku punya sesuatu buat kalian" kemudian Panji mengeluarkan 4 kartu penyimpanan miliknya.
__ADS_1
"Ini untuk kalian" Panji memberikan kartu penyimpanan miliknya kepada Alex, Yukata dan Miyuki.
"Wah apa ini Master" tanya Yukata.
"Itu adalah kartu penyimpanan dan didalamnya terdapat senjata yang cocok buat kalian.
Karena aku sudah memutuskan kontrak dengan kartu itu jadi aku berikan kepada kalian, kalian cukup teteskan darah kali ke kartu itu maka kontrak akan terjadi" ucap Panji.
Kemudian mereka meneteskan darah mereka ke kartu tersebut dan kartu penyimpanan tersebut langsung mengeluarkan isi didalamnya.
Alek mendapatkan Sepasang Pedang Api dan Es Tingkat Super Rare bintang 7. Yukata mendapatkan Pedang yang katana ya berwarna merah dengan sarung pedang berwarna merah Tingkat Super Rare bintang 6.
Dan untuk Miyuki ia mendapatkan satu jenis tongkat sihir Tingkat Super Rare bintang 4 dan kalung liontin Naga berwarna silver dengan batu kristal berwarna biru cerah di tengahnya.
[Pedang kembar Es dan Api]
[Katana Merehabilitasi Darah]
[Liontin Naga Malam]
"Wah ini sangat tajam master" ucap Yukata yang tengah mencoba memainkan katanya.
"Benar, apalagi ini semua senjata tingkat super rare yang amat mahal dan susah didapatkan, apa kamu yakin" tanya Alex.
"Ini gak seberapa dibandingkan persahabatan kita ya gak" ucap Panji.
"Yoi boss". ucap mereka.
"Dan untuk Miyuki aku memilih alasan kenapa aku memberikan dua hadiah untuk mu. Pertama tongkat sihir itu sangat berguna untuk mu, kedua liontin Naga itu untuk melindungi dirimu dari berbagai macam bahaya dan sebagai kenang-kenangan kita bersama"
"Udah itu saja, aku harus segera berangkat, semuanya aku pergi dulu dah" ucap Panji meninggalkan mereka dan melambaikan tangan.
"Panji jaga dirimu selalu jangan lupa jaga kesehatanmu ya" ucap mereka semua.
__ADS_1